RAMADHAN DI GAZA PALESTINA: GENOSIDA MASIH BERLANGSUNG, MASIHKAH NJENENGAN² CUEK ATAS SEDULURMU INI!?

 




Alhamdulillāh, hari ini kita telah memasuki Ramadhan hari ke-5, hampir sepekan penuh jika merujuk pada kalender global yang memulai 1 Ramadhan pada Rabu, 18 Februari 2026 M lalu.

Kita bisa sahur bersama keluarga. Bisa berbuka dengan hidangan hangat. Bisa tarawih dengan tenang. Masjid terang, jalan aman, anak-anak tertawa.

Namun di Gaza… suasananya jauh berbeda.

Gaza: Luka yang Belum Sembuh

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Gaza (15 Februari 2026):

Statistik 24 Jam Terakhir:

• 10 syuhada

• 9 korban luka

Masih banyak korban tertimbun reruntuhan, belum terjangkau tim medis

Sejak 7 Oktober 2023:

• 72.061 syuhada

• 171.715 luka-luka

Lebih dari 20.000 pasien menunggu izin berobat keluar negeri. Banyak penderita kanker, gagal ginjal, penyakit jantung, serta korban luka berat yang membutuhkan operasi lanjutan.

Blokade dan serangan terhadap fasilitas kesehatan membuat kondisi semakin darurat.

Ramadhan tahun 2026 datang… tetapi deru bom belum benar-benar berhenti.


Ramadhan: Bulan Empati, Bukan Sekadar Ritual

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum mukminin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan dengan tidak tidur dan demam.”

(HR. Bukhari & Muslim)

Kalau Gaza itu bagian dari tubuh kita, pertanyaannya:

Apakah kita masih bisa tidur nyenyak tanpa rasa peduli?

Allah ﷻ juga berfirman:

وَإِنِ اسْتَنصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ

“Dan jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka wajib atas kamu memberi pertolongan.”

(QS. Al-Anfal: 72)

Pertolongan bukan selalu berarti fisik. Bisa dengan doa. Dengan harta. Dengan suara kebenaran. Dengan kepedulian. Dengan edukasi. Dengan tekanan moral dan diplomasi. Yo minimal ada rasa prihatin lah terhadap kondisi umat Islam disana meski berbeda negara kebangsaan dengan kita.


Krisis Kemanusiaan: Realita yang Tidak Bisa Diabaikan

Investigasi media internasional menyebutkan penggunaan amunisi bersuhu sangat tinggi, menghancurkan bangunan dan tubuh manusia dalam sekejap.

• Rumah sakit kewalahan.

• Pengungsian penuh sesak.

• Air bersih terbatas.

• Listrik minim.

Sementara dunia masih sibuk dengan narasi politiknya masing-masing.

Ramadhan seharusnya menjadi momentum jeda. Momentum rahmat. Momentum perlindungan jiwa.

Namun faktanya, penderitaan belum berhenti.


Kita di Sini… Mereka di Sana

Kita bisa memilih:

• Sekadar scroll berita.

• Atau benar-benar merenung.

Ramadhan bukan hanya menahan lapar. Tapi juga menumbuhkan rasa.

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.”

(QS. Al-Hujurat: 10)

• Saudara bukan konsep geografis.

• Saudara bukan soal warna kulit.

• Bukan Arab atau non-Arab.

• Bukan timur atau barat.

Semua sama di hadapan Allah. Yang membedakan hanyalah ketakwaan.


Umat yang Terpecah, Luka yang Terasa

• Awal Ramadhan saja kita berbeda.

• Lebaran pun sering berbeda.

• Membuktikan umat Islam belum benar-benar bersatu dibawah satu kepemimpinan akibat disekat oleh sekat Nasionalisme

Perbedaan fiqih dalam perkara furu’ seperti qunut atau jumlah rakaat tarawih itu wajar ora masalah. Itu khazanah. Itu kekayaan ijtihad.

Namun ketika menyangkut penderitaan umat…

harusnya tidak ada sekat nasional, mazhab, atau golongan.

Gaza bukan isu satu kelompok.

Gaza adalah isu kemanusiaan.

Isu keimanan.

Isu nurani.


■ HIKMAH & HARAPAN ■

Ramadhan mengajarkan:

• Empati adalah bukti iman.

• Doa orang yang berpuasa mustajab — jangan lupa saudara kita dalam sujud panjang.

• Harta yang kita miliki ada hak orang lain di dalamnya.

• Persatuan umat bukan mimpi — tapi butuh kesadaran dan kedewasaan.

Allah berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Berpeganglah kalian semuanya kepada tali Allah, dan janganlah bercerai-berai.”

(QS. Ali ‘Imran: 103)

Persatuan bukan sekadar slogan.

Ia butuh visi, keikhlasan, dan keberanian meninggalkan ego.

Semoga Ramadhan ini bukan hanya membuat kita lapar dan haus,

tetapi juga membuat hati kita hidup.

Semoga Allah melindungi rakyat Gaza, memberi kesabaran kepada mereka, menyembuhkan yang terluka, dan menerima para syuhada di sisi-Nya.

Semoga kita tidak termasuk orang yang diam terhadap kedzoliman yang jelas² nyata dihadapan kita saat kita sebenarnya mampu peduli.

Takbir! Allahu Akbar!!!

Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

Posting Komentar untuk "RAMADHAN DI GAZA PALESTINA: GENOSIDA MASIH BERLANGSUNG, MASIHKAH NJENENGAN² CUEK ATAS SEDULURMU INI!?"