بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn. Segala puji hanya milik Allah Ta‘ālā yang hingga hari ini masih melimpahkan nikmat yang tak ternilai: nikmat hidup, nikmat iman, dan nikmat kesempatan untuk taat. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau, para sahabat, tabi‘in, tabi‘ut tabi‘in, dan semoga sampai kepada kita semua selaku umatnya yang berusaha ittibā‘ mengikuti seluruh tuntunannya.
Alhamdulillah, kembali digelar Kajian ObSeSi (Obrolan Seputar Islam)—kali ini dengan suasana yang berbeda. Jika sebelumnya rutin dilaksanakan di Masjid At-Tāhiriyah, maka pada kesempatan ini kajian berlangsung lebih santai dan hangat di Seblak Andalan milik Kang Yayan, berlokasi di Bojonghuni, Maleber, Ciamis. Vibes ngopi terasa, diskusi mengalir, namun bobot kajian tetap tajam dan bernas.
Kajian malam Kamis, Jum‘at Wage, 5 Februari 2026 M / 18 Sya‘ban 1447 H, diisi oleh Ustadz Dimas Prasetya dengan tema besar:
“RAMADHAN BULAN PERJUANGAN”
Momentum ini menjadi pemanasan ruhiyah karena sekitar dua belas hari lagi umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadhan.
🌙 Ramadhan: Bulan Jamuan Allah
Menjelang Ramadhan, hati kaum beriman semestinya dipenuhi rasa gembira. Sebab Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, melainkan jamuan langsung dari Allah ﷻ.
Allah Ta‘ālā berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ramadhan adalah Syahrul Qur’an, bulan diturunkannya Al-Qur’an:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi seluruh manusia…”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Perlu digarisbawahi: Al-Qur’an adalah hudan linnās—petunjuk bagi seluruh manusia, bukan hanya kaum Muslimin. Artinya, Al-Qur’an layak menjadi pedoman hidup universal, pengatur kehidupan, pembeda antara hak dan batil (furqān), meskipun dalam urusan akidah setiap manusia memiliki tanggung jawab masing-masing.
Karena itu, Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca—meski membacanya berpahala—tetapi harus dijadikan jalan hidup, dari bangun tidur hingga kembali tidur. Mengamalkannya tidak harus menunggu hafal, namun dimulai dari memahami dan membaca dengan benar, lalu menundukkan hidup di bawah petunjuknya.
🕊️ Ramadhan: Terbaik atau Terakhir?
Allah adalah Rabbul ‘Ālamīn, Pengatur seluruh alam. Ironis jika lisan memuji Allah, tetapi hidup tidak mau diatur oleh-Nya.
Rasulullah ﷺ berdoa:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Maka pertanyaannya bukan sekadar “sudah siap puasa?”
Tetapi: apakah Ramadhan ini akan menjadi Ramadhan terbaik kita, atau justru Ramadhan terakhir kita?
Imam Al-Ghazali رحمه الله mengingatkan bahwa kerusakan umat berawal dari rusaknya para ulamanya. Peringatan ini menjadi refleksi di tengah realitas umat hari ini.
🧭 Puasa dan Kesatuan Umat
Penetapan awal Ramadhan kerap berbeda karena metode hisab dan rukyat. Perbedaan dalam ta‘abbudiyah boleh terjadi. Namun dalam perkara Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, semestinya umat Islam mengedepankan persatuan, bukan ego kelompok.
Rasulullah ﷺ bersabda:
صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ
(HR. Bukhari dan Muslim)
📝 Rukun dan Ketentuan Puasa
🔹 Rukun Puasa
Niat
Imsāk (Dalam bahasa fiqih menahan diri dari segala yang membatalkan puasa sejak fajar hingga maghrib) sedangkan dalam bahasa kita sehari-hari itu alarm/peringatan 10 menit sebelum adzan subuh.
Niat adalah rukun paling krusial. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
(HR. Abu Dawud)
Perbedaan apakah niat harus dilafalkan atau cukup dalam hati adalah masalah furu‘iyyah. Namun sepakat: tanpa niat, puasa tidak sah.
🔹 Pembatal Puasa (ringkas)
Niat membatalkan
Makan dan minum dengan sengaja
Muntah disengaja
Jima‘ atau keluarnya mani dengan sengaja
Haid dan nifas
Merokok dan memasukkan benda (‘ain) ke rongga tubuh melalui mulut atau hidung
🎯 Hakikat Puasa
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi latihan ketundukan total kepada Allah ﷻ. Puasa yang benar melahirkan takwa, bukan kemunafikan spiritual: ibadah jalan, maksiat tetap gas.
Allah memperingatkan:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا
(QS. Thaha: 124)
Ramadhan bukan bulan istirahat, melainkan bulan perjuangan. Momentum ini jangan sampai hilang begitu saja.
■ HIKMAH & HARAPAN ■
Ramadhan adalah madrasah takwa. Siapa yang menikmati ibadah, akan ketagihan dalam kebaikan. Jadikan puasa sebagai ibadah yang lezat, karena ia adalah hidangan langsung dari Allah ﷻ.
Semoga Ramadhan kali ini benar-benar membentuk kita menjadi hamba yang bertakwa.
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
🗣️ Sesi Diskusi Singkat
Pertanyaan: mencicipi masakan, obat lewat hidung, atau menyelam di air.
Jawaban: Ulama berbeda pendapat. Sikap ihtiyāṭ (kehati-hatian) lebih utama. Namun perbedaan ini disikapi dengan lapang dada, bukan saling menyalahkan.
Kajian ditutup dengan ngaliwet edisi munggahan, menambah kehangatan ukhuwah—sebelum penulis melanjutkan agenda kebersamaan di tempat lain yaitu di Ciharalang Cijeungjing.


Posting Komentar untuk "🌜RAMADHAN BULAN PERJUANGAN - Kajian ObSeSi (Obrolan Seputar Islam)☕"