16 ORMAS ISLAM DUKUNG INDONESIA GABUNG BOARD OF PEACE: SANGAT DISAYANGKAN‼️

 




Ada satu rasa yang makin sulit disembunyikan hari ini: prihatin.

Bukan karena Islam lemah—tetapi karena sebagian yang membawa nama Islam justru tampak kehilangan ketegasan.

Beberapa hari terakhir publik dikejutkan oleh pernyataan bahwa 16 organisasi Islam, termasuk MUI, NU, dan Muhammadiyah, menyatakan persetujuan atas langkah Indonesia bergabung dengan Board of Peace, sebuah forum internasional yang digagas oleh Donald Trump. Pernyataan itu muncul setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara.

Yang membuat umat bertanya-tanya:

👉 Bukankah sebelumnya sikap yang muncul adalah penolakan?

👉 Mengapa setelah bertemu penguasa, nada berubah menjadi lunak dan serba abu-abu?

Padahal, fakta Palestina masih sama: penjajahan, pengusiran, dan pembantaian belum berhenti.


❗ ULAMA & AMANAH UMAT

Kritik ini bukan untuk menjelekkan ormas, apalagi Islam.

Justru karena rasa hormat yang besar kepada para ulama, maka umat berhak bertanya dan menasihati.

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan:

«إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيمِ اللِّسَانِ»

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah orang munafik yang pandai berbicara.”

(HR. Ahmad)

Dan juga:

«سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ عُلَمَاءُ يَدْعُونَ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ»

“Di akhir zaman akan ada para ulama yang mengajak manusia ke pintu-pintu neraka Jahannam.”

(HR. Muslim)

Ini bukan vonis personal, tetapi peringatan keras agar ulama tidak tergelincir oleh kekuasaan jabatan dan amplop!.


⚖️ MASALAHNYA DI MANA?

Ada beberapa poin mendasar yang patut dikritisi:

Pertama, secara syar’i, membantu atau melegitimasi kebijakan negara penjajah adalah haram, apa pun dalihnya.

Allah berfirman:

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

“Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam.”

(QS. Ali ‘Imran: 19)

Islam tidak kompromi dengan kezaliman.

Kedua, secara konstitusi, Indonesia menolak segala bentuk penjajahan. Zionisme Israel adalah penjajahan nyata. Maka bergabung dalam forum yang tidak menyentuh akar penjajahan hanya berpotensi menjadi legitimasi politik semata.

Ketiga, klaim politik luar negeri “bebas dan aktif” menjadi dipertanyakan ketika Indonesia berada dalam orbit kepentingan Amerika, negara kapitalis-sekuler yang sejarahnya panjang dalam mendukung Israel.

Inilah akibat ketika negara dan kebijakan tidak diatur dengan syariat Islam secara kaffah, melainkan dengan sistem kapitalisme sekuler—yang memisahkan agama dari kehidupan (fashlud-din ‘anil hayah).


🕋 DULU TEGAS, SEKARANG…?

Muhammadiyah dulu dikenal keras menolak sekularisme, liberalisme, kristenisasi dan pengaruh Barat.

NU pun juga lahir pasca runtuhnya Khilafah Utsmaniyah dengan semangat peran ulama dalam urusan umat dan dunia Islam.

Maka wajar jika umat hari ini bertanya dengan nada sedih:

“Ada apa dengan ketegasan itu sekarang?”

Ini bukan soal qunut atau tidak qunut.

Bukan soal tahlilan atau tidak.

Ini soal berpihak kepada yang dizalimi atau yang menzalimi.


■ HIKMAH & HARAPAN ■

Rasa keprihatinan ini bukan untuk putus asa, tapi alarm agar umat bangun.

Jika elit melemah, maka dakwah harus menguat dari bawah.

Jika ulama terpeleset, maka umat wajib saling menasihati dalam kebenaran.

Semoga Allah menjaga kita dari fitnah kekuasaan,

meneguhkan ulama yang lurus,

dan mengembalikan kehidupan umat ini

kepada Islam yang kaffah, adil, dan memerdekakan.

Wallāhu a‘lam bisshawāb.

Posting Komentar untuk "16 ORMAS ISLAM DUKUNG INDONESIA GABUNG BOARD OF PEACE: SANGAT DISAYANGKAN‼️"