Cah SD nganti bunuh diri gara-gara masalah ekonomi, Sementara Negoro iso mbayar triliyunan kanggo gabung Board of Peace: Bukti Negara Kapitalis Sekuler iku Gagal Ngurus Rakyat‼️

 




Sebuah tragedi memilukan datang dari Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Seorang siswa kelas IV SD ditemukan meninggal dunia setelah nekat mengakhiri hidupnya sendiri. Bukan karena narkoba. Bukan karena kriminal. Hanya karena tak mampu membeli buku dan pulpen.

Sebelum pergi untuk selamanya, bocah itu meninggalkan sepucuk surat tulisan tangan—goresan terakhir yang memuat rasa kecewa kepada ibunya sekaligus ucapan perpisahan. Kalimatnya sederhana, namun menghancurkan hati siapa pun yang membacanya.

Ini bukan sekadar kabar duka. Ini alarm keras tentang rusaknya tatanan kehidupan.


📉 KEMISKINAN BUKAN TAKDIR, TAPI PRODUK SISTEM

Ketika anak SD harus memikul beban ekonomi yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara, maka jelas ada yang salah. Kemiskinan bukan takdir, ia adalah hasil kebijakan.

Negara seharusnya menjamin kebutuhan dasar—pendidikan, pangan, kesehatan—bukan melemparkannya ke pundak keluarga miskin.

Ironinya, di saat yang sama, negara mampu menggelontorkan dana triliunan untuk agenda politik global seperti bergabung dengan Board of Peace yang sebenarnya itu adalah agenda yang digagas oleh presiden Amerika Serikat Donald Trump dan konco-konconya yang tujuannya menciptakan perdamaian di Gaza versi mereka yang sebenarnya bohong! Fakta & kenyataannya sampai saat ini genosida masih terus berlangsung di Gaza.

Pertanyaannya sederhana namun menohok:

Mengapa uang ada untuk panggung internasional, tapi tak ada untuk sebatang pulpen anak SD?


🏛️ WAJAH ASLI NEGARA KAPITALIS SEKULER

Inilah wajah negara kapitalis-sekuler:

• Anggaran diprioritaskan untuk citra, diplomasi, dan kepentingan elit

• Rakyat kecil dibiarkan berjuang sendiri

• Pendidikan berubah menjadi komoditas, bukan hak

Sistem ini memisahkan agama dari kehidupan (fashlud-dīn ‘anil hayāh). Akibatnya, kebijakan tidak lahir dari iman, tetapi dari kalkulasi untung-rugi. Yang kuat selamat, yang lemah terpinggirkan.

Padahal Allah ﷻ telah mengingatkan:

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

“Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam.”

(QS. Ali ‘Imran: 19)

Islam bukan hanya mengatur ibadah ritual, tetapi mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk tanggung jawab negara terhadap rakyatnya.


⚖️ NEGARA DALAM ISLAM: PELAYAN, BUKAN PEDAGANG

Dalam Islam, negara adalah rā‘in (pengurus), bukan pedagang.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«الإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ»

“Pemimpin adalah pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Negara wajib memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan tanpa rasa takut karena biaya.

Jika ada anak yang bunuh diri karena tak mampu membeli alat tulis, maka itu kegagalan negara, bukan kegagalan orang tua semata.


🌍 KONTRAS YANG MENYAYAT HATI

Di satu sisi:

• Anak kecil menulis surat perpisahan

• Ibu menanggung luka seumur hidup

• Rakyat kecil saling menguatkan dalam keterbatasan

Di sisi lain:

• Elite berbicara perdamaian global yang sebenarnya itu bohong!

• Dana triliunan mengalir

• Forum internasional berjalan megah

• Kontras ini terlalu kejam untuk diabaikan.


🕋 AKAR MASALAHNYA JELAS

Selama:

• Syariat Islam tidak diterapkan secara kaffah,

• Ekonomi diatur oleh kapitalisme,

• Negara tunduk pada kepentingan global,

maka tragedi seperti ini akan terus berulang—mungkin di tempat lain, dengan korban lain.

Ini bukan soal teknis anggaran semata.

Ini soal sistem hidup yang salah arah.


■ HIKMAH & HARAPAN ■

Tragedi ini harus menjadi cermin dan cambuk kesadaran.

Bukan untuk putus asa, tetapi untuk bangkit dan bersuara.

Umat harus:

Melek politik,

Berani mengkritik sistem,

Kembali memperjuangkan Islam sebagai solusi hidup, bukan sekadar simbol.

Semoga Allah ﷻ merahmati anak kecil itu,

menguatkan keluarganya,

dan membukakan mata kita semua

bahwa tanpa Islam kaffah, keadilan hanya menjadi slogan.

Wallāhu a‘lam bisshawāb.

Posting Komentar untuk "Cah SD nganti bunuh diri gara-gara masalah ekonomi, Sementara Negoro iso mbayar triliyunan kanggo gabung Board of Peace: Bukti Negara Kapitalis Sekuler iku Gagal Ngurus Rakyat‼️"