بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Segala puji hanya milik Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, Rabb semesta alam.
Dialah yang hingga hari ini masih melimpahkan kepada kita berbagai kenikmatan yang tak terhitung: nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan, serta nikmat kesempatan hidup dan taat kepada-Nya.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau, para sahabat, tabi‘in, tabi‘ut tabi‘in, serta semoga sampai kepada kita semua selaku umatnya yang berusaha istiqamah ittibā’ mengikuti seluruh tuntunan beliau hingga akhir zaman.
KAJIAN RUTINAN MASJID AL-WALIDAIN
Alhamdulillāh, kembali digelar Kajian Islam Rutin Mingguan di Masjid Al-Walidain Pamalayan Kulon, pada hari Jum’at, 6 Februari 2026 M, ba’da Isya (pukul 20.00 WIB), bertepatan dengan malam Sabtu Kliwon, 19 Sya’ban 1447 H.
Kajian kali ini diisi oleh saya sendiri selaku penulis: Aldy Al-Jawi (Mas AL), yang pada kesempatan ini diamanahi untuk menyampaikan materi secara mendadak, menggantikan pengisi yang sedang berhalangan hadir karena sakit. Meski dadakan, kajian berlangsung khidmat, santai, dan penuh makna.
Tema yang diangkat adalah:
“UKHUWAH ISLAMIYAH”
Tema ini dipilih karena sangat relevan dengan kondisi umat hari ini, terutama dalam masyarakat yang beragam suku, budaya, dan perbedaan praktik ibadah.
UKHUWAH ISLAMIYAH: PERINTAH LANGSUNG DARI ALLAH
Allah Ta‘ālā berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Ḥujurāt: 10)
Ayat ini tegas: persaudaraan orang beriman bukan pilihan, tapi ketetapan Allah. Bukan karena satu suku, satu daerah, atau satu organisasi—melainkan karena satu akidah.
BERBEDA SUKU, TETAP SATU UMAT
Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā juga menegaskan:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan, lalu Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (QS. Al-Ḥujurāt: 13)
Perbedaan suku—Jawa, Sunda, Madura, Betawi—bukan alasan untuk merasa lebih tinggi. Standar kemuliaan dalam Islam hanya satu: takwa.
SESAMA MUSLIM ADALAH SAUDARA
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ
“Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya, tidak membiarkannya, dan tidak merendahkannya.” (HR. Muslim)
Hadits ini mengajarkan bahwa ukhuwah bukan sekadar slogan, tetapi tanggung jawab moral dan iman.
LAKSANA SATU TUBUH
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ، تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan orang-orang beriman dalam cinta, kasih sayang, dan kepedulian mereka adalah seperti satu tubuh. Jika satu anggota sakit, seluruh tubuh ikut merasakan sakit dan demam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka ketika saudara kita di Palestina disakiti, sejatinya umat Islam seluruh dunia ikut terluka.
LAKSANA BANGUNAN YANG SALING MENGUATKAN
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ، يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
“Seorang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan bangunan yang saling menguatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jika satu bata dilemahkan, bangunan akan runtuh. Begitulah umat Islam jika ukhuwahnya rapuh.
PERBEDAAN FURU’IYAH JANGAN JADI PERMUSUHAN
Dalam kajian disampaikan bahwa perbedaan praktik ibadah seperti:
• Qunut dan tidak qunut
• Bismillah jahr atau sir
• Tahlilan dan tidak tahlilan
adalah wilayah furu’iyah, bukan pokok akidah.
Perbedaan ini tidak boleh dijadikan alasan saling membenci, karena justru jika sesama Muslim cekcok hanya karena perbedaan furu' disitulah musuh-musuh Islam bermain: mengadu domba umat agar lemah dan terpecah.
UKHUWAH MELAMPAUI BATAS NEGARA
Ukhuwah Islamiyah tidak dibatasi oleh paspor dan bendera.
Selama ia bersyahadat lā ilāha illallāh, Muḥammadur Rasūlullāh, maka ia adalah saudara kita—baik di Indonesia, Malaysia, Suriah, maupun Palestina.
Ironisnya, hari ini sebagian penguasa negeri Muslim justru akrab dengan penjajah Zionis dan sekutunya, sementara penderitaan umat dibiarkan. Ini adalah ujian besar bagi kejujuran ukhuwah Islamiyah.
■ HIKMAH & HARAPAN ■
Ukhuwah Islamiyah adalah fondasi kekuatan umat
Perbedaan adalah sunnatullah, bukan alasan perpecahan
Musuh Islam selalu diuntungkan oleh konflik internal umat
Persatuan umat adalah jalan menuju kemuliaan Islam
Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang mampu menjaga persaudaraan, menahan ego, dan mendahulukan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi dan golongan.
وَاللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ


Posting Komentar untuk "UKHUWAH ISLAMIYAH - KAJIAN RUTINAN MASJID AL WALIDAIN PAMALAYAN KULON"