Hari ini Selasa, 15 Sya’ban 1447 H / 3 Februari 2026 M.
Menurut Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1447 H insyaa Allah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 M.
Artinya: tinggal 15 hari lagi menuju bulan tarbiyah, bulan muhasabah, bulan perubahan.
Nisfu Sya’ban bukan sekadar penanda tanggal. Ia adalah alarm hati. Alarm untuk berhenti sejenak dari riuhnya dunia, dari kerasnya perdebatan, dari panasnya perbedaan. Kita semua—apa pun latar belakangnya—adalah hamba yang sedang belajar memperbaiki diri.
“Mangan kupat nganggo santen,” kata orang Jawa,
simbol kesederhanaan dan kebersamaan.
“Bilih ono lepat, nyuwun pangapunten,”
karena manusia tempatnya salah dan khilaf.
Maka melalui buletin ini, dengan penuh kerendahan hati, kami memohon maaf kepada seluruh pembaca yang terhormat—
jika selama ini ada kata yang kurang berkenan,
tulisan yang terasa menohok,
atau sikap yang mungkin berbeda sudut pandang.
Baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja—nyuwun pangapunten.
Namun maaf bukan berarti berhenti berpikir.
Lembut bukan berarti tumpul.
Menuju Ramadhan, kita justru diajak lebih jernih, lebih sadar, dan lebih berani:
berani mengoreksi diri,
berani peduli pada umat,
dan berani menimbang kondisi zaman dengan akal sehat dan iman yang lurus.
Ramadhan akan datang bukan hanya untuk menahan lapar,
tetapi untuk membersihkan hati, meluruskan niat, dan menajamkan kesadaran—bahwa Islam bukan ritual kosong, melainkan pedoman hidup yang utuh.
Mari sambut Ramadhan dengan hati yang saling memaafkan,
pikiran yang terjaga,
dan iman yang siap berjuang memperbaiki diri dan umat.
■ HIKMAH & HARAPAN ■
Semoga Nisfu Sya’ban ini menjadi titik balik:
dari ego menuju empati,
dari emosi menuju hikmah,
dari lalai menuju sadar.
Semoga Allah pertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan hati yang bersih, akal yang jernih, dan tekad yang lurus.
Wallahu a’lam bish-shawab.


Posting Komentar untuk "15 HARI LAGI MENUJU RAMADHAN: MANGAN KUPAT NGANGGO SANTEN BILIH ONO LEPAT NYUWUN PANGAPUNTEN🙏"