Alhamdulillāh…
Pagi ini kita berada di 29 Sya’ban 1447 H. Menurut Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan Muhammadiyah, tersisa 1 hari lagi menuju Ramadhan 1447 H.
Artinya…
Besok mulai puasa.
Malam ini sudah bersiap menyambut tarawih.
Subhanallah. Hitung mundur panjang itu akhirnya sampai di titik ini.
Keselarasan antara Hisab Global (KHGT) dan Rukyat Global
Sebagian saudara Muslim kita yang mengikuti pendekatan rukyat global mungkin nanti masih harus menunggu konfirmasi hasil rukyat dari wilayah lain—misalnya negeri di Timur Tengah atau Afrika Utara yang memiliki perbedaan waktu beberapa jam.
Itu pun tetap dalam koridor syar’i.
Intinya bukan pada siapa yang “lebih dulu” atau “lebih lambat”.
Intinya adalah usaha menyatukan umat berdasarkan satu langit dan satu bulan.
Baik melalui pendekatan hisab astronomis global seperti Kalender Hijriyah Global Tunggal yang dipakai Muhammadiyyah & Kalender Ummul Quro' yang dipakai Saudi maupun rukyat global yang ditabani oleh Hizb, semangatnya sama: umat ini satu.
Allah ﷻ berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.”
(QS. Al-Hujurāt: 10)
Perbedaan metode tidak boleh merusak ukhuwah.
Karena tujuan kita bukan menang argumen, tapi meraih ridha Allah.
Malam Ini: Gerbang Dibuka
Bayangkan…
Malam ini kemungkinan besar kita sudah berdiri dalam shaf tarawih.
Malam ini doa-doa Ramadhan mulai dipanjatkan.
Malam ini Al-Qur’an kembali lebih sering dibaca.
Ramadhan bukan sekadar perubahan jadwal makan.
Ia adalah perubahan arah hidup.
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan.”
(QS. Al-Baqarah: 208)
Ramadhan adalah momen masuk secara total.
Bukan setengah-setengah.
Bukan musiman.
Momentum Persatuan, Bukan Perdebatan
Sudah terlalu lama umat ini terjebak dalam polemik tahunan yang melelahkan. Padahal musuh terbesar kita bukanlah perbedaan metode, tetapi lemahnya ketakwaan.
Kalau hati bersih, perbedaan tetap bisa dikelola.
Kalau niat lurus, variasi ijtihad tetap bisa dihormati.
Ramadhan harus menjadi titik temu, bukan titik pecah.
Satu Hari Terakhir: Apa yang Harus Dilakukan?
Hari ini gunakan untuk:
• Memperbanyak istighfar
• Menyelesaikan urusan yang belum beres
• Meminta maaf kepada orang tua, keluarga, sahabat
• Meluruskan niat puasa hanya karena Allah
• Masuk Ramadhan dengan hati bersih itu jauh lebih penting daripada masuk dengan ego yang masih tinggi.
Ramadhan Bukan Sekedar Rutinan
Bisa jadi ini Ramadhan terakhir kita.
Tidak ada yang tahu.
Maka jangan sambut dengan biasa-biasa saja.
Sambut dengan kesungguhan.
Sambut dengan tekad memperbaiki diri.
Sambut dengan doa agar Allah menerima amal kita.
■ PENUTUP ■
Semoga Ramadhan 1447 H ini benar-benar menjadi bulan perubahan, bulan ampunan, dan bulan kebangkitan iman bagi kita semua. Semoga Allah menyatukan hati umat, menguatkan persaudaraan, dan menerima setiap amal yang kita lakukan.
Jika dalam tulisan-tulisan selama hitung mundur ini ada kata yang kurang berkenan, ada kalimat yang kurang tepat, dengan segala kerendahan hati penulis memohon maaf lahir dan batin.
Maturnuwun sanget.
Mari sambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan semangat yang menyala.
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.


Posting Komentar untuk "1 HARI LAGI MENUJU RAMADHAN"