SUDAH MENJADI SUNNATULLAH: SETIAP MASA PASTI ADA YANG MEMPERJUANGKAN ISLAM & ADA PULA YANG MEMBENCI ISLAM

 




Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā yang masih memberikan nikmat iman, Islam, serta kesempatan untuk terus belajar dan memperjuangkan agama-Nya di tengah zaman yang penuh fitnah dan tantangan.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarganya, sahabatnya, serta seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Kaum Muslimin rahimakumullāh...

Jika kita rajin mengaji Al-Qur’an dan tafsir para ulama seperti Tafsir Ibnu Katsir ataupun Tafsir Jalalain, maka kita akan menemukan satu kenyataan besar:

Bahwa perjuangan dakwah dan penolakan terhadap dakwah itu akan selalu ada di setiap zaman.

Inilah sunnatullah.

Dari zaman Nabi Adam ‘alaihis salām hingga akhir zaman nanti, pasti selalu ada:

pihak yang memperjuangkan agama Allah,

dan pihak yang membenci, menghalangi, bahkan memusuhi dakwah Islam.

Lihatlah kisah para nabi.

Nabi Nuh ‘alaihis salām berdakwah ratusan tahun namun hanya sedikit pengikutnya.

Nabi Ibrahim ‘alaihis salām dilempar ke dalam api karena menghancurkan berhala.

Nabi Luth ‘alaihis salām ditentang oleh kaumnya yang rusak moralnya.

Nabi Musa ‘alaihis salām melawan kezaliman Fir’aun.

Nabi Isa ‘alaihis salām ditolak dan dimusuhi.

Bahkan Nabi Muhammad ﷺ sendiri dihina, dicaci, diboikot, diusir, dilempari batu hingga berdarah ketika berdakwah.

Namun apakah dakwah berhenti?

Tidak.

Karena Allah sendiri yang menjaga agama ini.

Bahkan para sahabat Nabi pun mengalami ujian berat serupa. Bilal bin Rabah raḍiyallāhu ‘anhu tetap berkata:

“Ahad... Ahad...”

meski disiksa di tengah panasnya padang pasir.

Begitulah jalan dakwah.

Tidak selalu nyaman. Tidak selalu diterima manusia.

Bahkan setelah masa Khulafāur Rāsyidīn dan masa kejayaan Islam sekalipun, perjuangan dan penentangan terhadap Islam tetap ada.

Di Nusantara pun demikian.

K.H. Ahmad Dahlan selaku pendiri Muhammadiyah pernah dituduh macam-macam ketika mengajak umat kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Langgar beliau di Yogyakarta bahkan pernah dirusak oleh pihak yang tidak menyukai dakwahnya.

Begitu pula K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, juga mengalami tekanan dan penyiksaan di masa penjajahan Jepang karena mempertahankan aqidah Islam dan menolak penghormatan kepada selain Allah.

Artinya apa?

Perjuangan dakwah memang tidak pernah lepas dari ujian.

Kadang difitnah.

Kadang dibenci.

Kadang dianggap mengganggu.

Kadang dijauhi.

Kadang bahkan dibungkam.

Dan di zaman modern hari ini, pola itu masih terus berulang.

Yang berubah hanyalah zamannya.

Sekarang mungkin bukan lagi dilempari batu di pasar seperti zaman Nabi ﷺ, tetapi:

akun diblokir,

konten dibanned,

dibully netizen,

dicap macam-macam,

dihapus pesannya bahkan dikeluarkan dari grup ketika menyampaikan kritik atau dakwah Islam kaffah.

Namun semua itu justru menjadi bukti bahwa pertarungan antara kebenaran dan kebatilan akan terus ada sampai akhir zaman.

Allah Ta‘ālā berfirman:

﴿ وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ ٱسْتَطَٰعُوا۟ ﴾

“Dan mereka akan terus memerangi kalian sampai mereka dapat mengembalikan kalian dari agama kalian, jika mereka sanggup.”

(QS. Al-Baqarah: 217)

Namun kaum Muslimin tidak boleh putus asa.

Karena janji Allah itu pasti.

﴿ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَنصُرُوا۟ ٱللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ ﴾

“Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.”

(QS. Muhammad: 7)

In tanṣurullāha yanṣurkum.

Maka tugas kita hanyalah terus mengupayakan:

belajar & mengkaji Islam secara kaffah,

menyampaikan kebenaran,

mengingatkan umat,

serta tetap istiqamah di jalan dakwah.

Adapun hasilnya, diterima atau ditolak manusia, itu urusan Allah Ta‘ālā.

Dan kelak pada hari pembalasan nanti, manusia akan menyadari seluruh perbuatannya: mengapa dulu menolak dakwah, mengapa dulu membenci Islam, mengapa dulu meremehkan peringatan Allah.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan yang istiqamah memperjuangkan agama-Nya hingga akhir hayat.

Wallāhu a‘lam bish-ṣawāb.





Posting Komentar untuk "SUDAH MENJADI SUNNATULLAH: SETIAP MASA PASTI ADA YANG MEMPERJUANGKAN ISLAM & ADA PULA YANG MEMBENCI ISLAM"