TANTANGAN DAKWAH SELALU ADA: DULU NABI DIBOIKOT, SEKARANG AKUN SOSMED MUDAH DIBANN3D

 




Alhamdulillāh, segala puji namung kagunganipun Allah SWT. Di era digital seperti sekarang, dakwah memang semakin mudah disebarkan. Hanya lewat satu genggaman, tulisan, video, poster bahkan siaran langsung dapat menjangkau ribuan hingga jutaan manusia. Namun di balik kemudahan itu, ternyata tantangan dakwah juga semakin nyata.

Akun diblokir. Konten dibatasi. Siaran dibanned. Grup dibubarkan. Bahkan channel yang sudah bertahun-tahun dibangun bisa hilang hanya dalam hitungan detik.

Dan hari ini, itulah yang sedang dialami penulis. Channel YouTube “AL VLOGGER” yang selama ini menjadi tempat berbagi vlog perjalanan, dunia perkeretaapian, musik, dakwah malam Kliwon hingga buletin Islam kini telah hilang dan dibanned permanen.

Sedih? Wajar,, manusiawi 😌.

Namun dakwah tidak boleh berhenti hanya karena kehilangan akun media sosial.

Sebab dulu para nabi bahkan menghadapi ujian yang jauh lebih berat.



DAKWAH PARA NABI JUGA DIBOIKOT 

Rasulullah ﷺ dan para sahabat dahulu bukan hanya diblokir akun, tetapi diboikot total kehidupannya. Kaum Quraisy pernah memboikot Nabi ﷺ dan Bani Hasyim selama bertahun-tahun. Mereka diisolasi, tidak boleh berdagang, tidak boleh menikah, bahkan tidak boleh membeli makanan.

Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّن قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّىٰ أَتَىٰهُمْ نَصْرُنَا

“Sungguh telah didustakan pula rasul-rasul sebelum engkau, lalu mereka bersabar terhadap pendustaan dan gangguan yang menimpa mereka hingga datang pertolongan Kami.” (QS al-An‘am [6]: 34)

Maka jangan heran jika dakwah Islam yang menyeru manusia kembali kepada syariat Allah sering dianggap mengganggu sistem kehidupan hari ini.

Karena memang dakwah Islam kaffah bukan hanya bicara ibadah ritual, tetapi juga menyentuh persoalan sistem kehidupan, ekonomi, pendidikan, politik hingga media.


ERA DIGITAL: MUDAH VIRAL, MUDAH DIBUNGKAM 

Hari ini manusia hidup di zaman algoritma. Konten joget, gibah, prank, pinjaman riba, judi online dan hiburan receh sangat mudah viral. Tetapi ketika berbicara syariat Islam, persatuan umat, kritik sistem kapitalisme atau seruan kembali kepada Islam kaffah, sering kali justru dianggap sensitif.

Ini menunjukkan bahwa media sosial hari ini bukan ruang yang benar-benar netral.

Bahkan banyak pengemban dakwah akhirnya harus berkali-kali membuat akun baru karena sering dibatasi atau dibanned.

Namun justru di sinilah nilai perjuangan itu terasa.

Sebab dakwah memang tidak selalu berjalan di jalan yang nyaman.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ

“Manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi, lalu orang-orang yang paling mirip dengan mereka.” (HR Tirmidzi)


DARI FANATIK HOBI MENUJU FANATIK ISLAM 

Penulis juga menyadari, sebelum mengenal dakwah dan ngaji lebih dalam, dahulu pernah sangat fanatik terhadap hobi dan komunitas duniawi. Fanatik terhadap musik, fanatik terhadap kereta api, fanatik terhadap komunitas tertentu.

Namun setelah memahami Islam lebih dalam, perlahan cara pandang hidup berubah.

Hobi tetap boleh. Suka tetap boleh. Tetapi tidak pantas jika fanatisme diberikan kepada sesuatu yang fana dan sementara.

Sebab ikatan paling kuat bukanlah hobi, suku, komunitas, organisasi maupun klub kesayangan.

Ikatan paling kuat hanyalah ikatan aqidah Islam.

Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Sesungguhnya kaum Mukmin itu bersaudara.” (QS al-Hujurat [49]: 10)

Maka wajar jika setelah memahami dakwah Islam, banyak hal duniawi terasa biasa saja. Yang dulu dianggap segalanya, kini ternyata tidak lebih penting dibanding perjuangan menegakkan agama Allah SWT.


DAKWAH BUKAN SOAL VIRAL 

Kadang kita terlalu fokus mengejar viewers, subscriber dan popularitas. Padahal ukuran keberhasilan dakwah bukan sekadar viral atau banyak pengikut.

Nabi Nuh as. berdakwah ratusan tahun tetapi pengikutnya sedikit.

Yang terpenting adalah istiqamah menyampaikan kebenaran.

Allah SWT berfirman:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ

“Maka istiqamahlah engkau sebagaimana diperintahkan.” (QS Hud [11]: 112)

Boleh jadi sebuah tulisan hanya dibaca sedikit orang. Tetapi ternyata satu orang yang membaca itu kemudian mendapat hidayah dan berubah hidupnya.

Dan itu bisa menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat.


DAKWAH HARUS CERDAS & STRATEGIS 

Kondisi ini juga menjadi pelajaran bahwa pengemban dakwah hari ini harus semakin cerdas dan strategis dalam memanfaatkan media.

Jika satu akun hilang, buat lagi.

Jika satu channel dibanned, bangun lagi.

Jika satu pintu ditutup, cari pintu dakwah lainnya.

Karena dakwah tidak boleh bergantung pada satu platform saja.

Bahkan mungkin ini menjadi momentum hijrah konten: dari yang sebelumnya banyak bercampur hiburan duniawi menuju konten yang lebih fokus pada dakwah, ilmu dan kesadaran umat.

Bukankah hidup memang seharusnya semakin mendekat kepada Allah? 😌


■ HIKMAH & HARAPAN ■

Dakwah memang tidak selalu mudah. Selalu ada ujian, cibiran, pemblokiran bahkan pembungkaman. Namun justru di situlah kesabaran dan keikhlasan seorang pengemban dakwah diuji.

Selama dakwah masih dilakukan dengan hikmah, ilmu dan niat mencari ridha Allah, maka jangan pernah takut kehilangan popularitas ataupun akun media sosial.

Sebab akun bisa hilang. Channel bisa dibanned. Tetapi pahala dakwah insyaallah tidak akan pernah hilang di sisi Allah SWT.

Dan insyaallah… “AL VLOGGER” akan kembali hadir 😄👏

Mungkin bukan lagi sekadar channel vlog biasa, tetapi menjadi media dakwah yang lebih bermanfaat, lebih matang dan lebih penuh nilai perjuangan.

Karena hidup terlalu singkat jika hanya dihabiskan untuk hiburan tanpa arah.

Mari terus berdakwah walau perlahan.

Mari terus mengingatkan umat walau kadang dianggap aneh.

Mari terus bersabar walau jalan dakwah tidak selalu mudah.

Allah SWT berfirman:

إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Jika kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.” (QS Muhammad [47]: 7)

Wallāhu a‘lam bishowāb.

Posting Komentar untuk "TANTANGAN DAKWAH SELALU ADA: DULU NABI DIBOIKOT, SEKARANG AKUN SOSMED MUDAH DIBANN3D"