MALES BACA LEBIH SUKA SKROL: TANDA KEBODOHAN & KEMUNDURAN UMAT SAAT INI❗

 



Hari ini kita hidup di zaman yang aneh.

Teknologi semakin canggih.

HP makin pintar.

Internet makin cepat.

Akses ilmu makin mudah.

Namun ironisnya…

manusia justru makin malas membaca.

Banyak orang hari ini lebih kuat:

scroll TikTok, fb pro dll itu berjam-jam,

nonton reels,

stalking media sosial,

melihat konten receh,

daripada duduk 10 menit membaca ilmu yang bermanfaat.

Padahal wahyu pertama yang Allah turunkan kepada Rasulullah ﷺ adalah:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-‘Alaq: 1)

Islam sejak awal dibangun di atas ilmu dan budaya membaca.



GENERASI SKROL, BUKAN GENERASI IQRO’ 

Hari ini banyak orang mengaku: “sibuk,”

“capek,”

“gak sempat baca.”

Tapi anehnya:

scroll FB kuat 3 jam,

TikTok kuat sampai subuh,

nonton shorts terus-terusan,

lihat konten prank, joget, gosip, mukbang, dan drama receh tidak bosan-bosan.

Inilah fenomena generasi skrol.

Jari aktif terus.

Otak justru makin kosong.

Konten-konten sampah terus masuk tanpa disaring. Akibatnya:

fokus melemah,

daya fikir menurun,

malas belajar,

dan sulit memahami ilmu yang serius.

Jangankan membaca kitab.

Hari ini dikasih artikel pendek saja banyak yang berkata: “malas baca,”

“kepanjangan,”

“skip aja.”

Haduh…!! 🤦‍♂️


BUKAN SEKEDAR OPINI, INI FAKTA DI LAPANGAN 

Ini bukan sekadar asumsi.

Ini fakta yang banyak terjadi.

Bahkan sebagian orang yang dulu pernah:

mondok,

nyantri,

buka kitab bertahun-tahun, setelah keluar pesantren justru kitabnya hanya jadi pajangan di rak.

Berdebu.

Menguning.

Tidak pernah dibuka lagi.

Padahal dulu semangat ngaji.

Sekarang? Lebih hafal FYP daripada isi kitab.

Lebih hafal tren viral daripada ayat Al-Qur’an.

Ini musibah besar bagi umat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, Allah akan pahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kalau umat sudah tidak mau belajar agama dan malas membaca, bagaimana mau bangkit?


DULU UMAT ISLAM MEMIMPIN DUNIA DENGAN ILMU 

Lihat sejarah Islam.

Pada masa Khilafah Abbasiyah:

perpustakaan besar dibangun,

ilmu pengetahuan berkembang,

ulama dan ilmuwan lahir,

umat Islam memimpin dunia.

Saat Eropa masih gelap dalam kebodohan, dunia Islam justru menjadi pusat ilmu pengetahuan.

Semua itu lahir dari budaya:

membaca,

menulis,

mengkaji,

dan berpikir.

Bukan budaya scroll tanpa arah.

Hari ini teknologi memang maju.

Tapi pola pikir sebagian generasi justru mundur.

HP canggih di tangan, tapi malas membaca.

Akses ilmu luas, tapi lebih memilih hiburan receh.


KEBODOHAN HARI INI BUKAN KEBETULAN 

Kondisi ini bukan terjadi secara tiba-tiba.

Ini adalah kebodohan sistemik.

Sistem kapitalisme sekuler hari ini memang tidak ingin umat Islam menjadi generasi yang kritis dan berilmu.

Karena orang yang:

banyak membaca,

rajin mengkaji,

dan suka berpikir, akan sulit dibodohi.

Makanya masyarakat terus disibukkan dengan:

hiburan,

tren,

viral,

flexing,

dan candu media sosial.

Akhirnya umat lupa berpikir tentang:

kondisi umat,

syariat Islam,

kerusakan sistem,

dan masa depan generasi.


PENDIDIKAN HARI INI: MENCETAK PEKERJA, BUKAN PEMIMPIN UMAT 

Lihat pendidikan hari ini.

Kebanyakan hanya diarahkan untuk:

cari ijazah,

cari kerja,

jadi buruh sistem,

dan tunduk pada pasar kerja.

Jarang sekali pendidikan yang benar-benar mencetak:

pemikir,

ulama,

pemimpin umat,

atau pembela Islam.

Seolah manusia hanya dipersiapkan menjadi “alat produksi.”

Apa bedanya dengan perbudakan gaya modern?

Bedanya cuma: dulu rantainya terlihat, sekarang rantainya bernama:

cicilan,

tuntutan gaya hidup,

dan tekanan ekonomi.


UMAT HARUS KEMBALI KEPADA IQRO’ 

Kalau umat Islam ingin bangkit, maka budaya membaca harus dihidupkan kembali.

Mulailah:

membaca Al-Qur’an,

membaca tafsir,

membaca kitab,

membaca sejarah Islam,

dan membaca realita umat.

Kurangi scroll yang tidak bermanfaat.

Karena umur kita terlalu berharga jika dihabiskan hanya untuk melihat konten receh tanpa arah.

Allah SWT berfirman:

هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az-Zumar: 9)



■ PENUTUP ■

Umat Islam tidak akan bangkit hanya dengan:

hiburan,

viral,

atau joget-joget media sosial.

Kebangkitan umat lahir dari:

ilmu,

pemahaman,

budaya membaca,

dan kembali kepada Islam kaffah.

Jangan sampai menjadi generasi yang: kuat scroll, tapi lemah berpikir.

Kuat main HP, tapi malas membuka mushaf Al-Qur’an.

Mari hidupkan kembali budaya IQRO’.

Karena umat yang malas membaca akan mudah dijajah pemikirannya.

Wallahu a'lam bishowab.

Allāhu Akbar‼️ 🏳️🏴


Posting Komentar untuk "MALES BACA LEBIH SUKA SKROL: TANDA KEBODOHAN & KEMUNDURAN UMAT SAAT INI❗"