JIKA SYARIAT ISLAM DITERAPKAN SECARA KAFFAH: PENGANGGURAN BISA DAPAT 20 JUTA PER BULAN, YAKIN GAK PERCAYA❓BACA‼️

 




Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah SWT. Di tengah naiknya harga kebutuhan pokok, pengangguran yang semakin tinggi, nilai dollar yang terus menguat, serta kondisi ekonomi rakyat yang makin tertekan, umat Islam seharusnya mulai berfikir serius: kenapa negeri yang kaya raya justru rakyatnya banyak yang hidup susah?

Indonesia adalah negeri yang luar biasa kaya. Lautnya luas, tambangnya melimpah, hutannya besar, tanahnya subur. Namun anehnya, rakyat kecil justru terus dicekik kebutuhan hidup.

Sebagian rakyat harus banting tulang dari pagi sampai malam hanya demi bertahan hidup. Bahkan banyak sarjana menganggur. Banyak anak muda kehilangan arah. Harga kebutuhan naik terus, sementara penghasilan tidak ikut naik.

Lalu kemana hasil kekayaan negeri ini pergi?


NEGERI KAYA, RAKYAT MISKIN 

Beberapa waktu lalu Prof. Mahfud MD pernah menyampaikan bahwa jika Indonesia dikelola dengan benar, taat konstitusi, dan tidak ada korupsi, maka setiap rakyat sebenarnya bisa hidup sangat makmur, bahkan bisa mendapat sekitar Rp20 juta per bulan.

Pernyataan itu memang membuat banyak orang kaget. Tapi kalau dipikir-pikir, itu bukan sesuatu yang mustahil.

Masalahnya bukan karena Indonesia miskin.

Masalahnya adalah:

pengelolaannya rusak,

sistemnya rusak,

pemimpinnya banyak yang korup,

dan aturan hidupnya tidak memakai syariat Islam secara kaffah.

Sumber daya alam hari ini banyak dikuasai asing dan oligarki. Rakyat hanya jadi penonton di negeri sendiri.

Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:

النَّاسُ شُرَكَاءُ فِي ثَلَاثٍ: الْمَاءِ وَالْكَلَإِ وَالنَّارِ

“Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara: air, padang rumput, dan api.” (HR. Abu Dawud)

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dasar bahwa sumber daya vital milik umum tidak boleh dimonopoli segelintir pihak.

Artinya: tambang, energi, air, laut, dan kekayaan alam strategis, seharusnya dikelola negara untuk kesejahteraan rakyat, bukan untuk memperkaya elit dan korporasi.


DOLLAR NAIK, RAKYAT KECIL TERCEKIK 

Ketika dollar naik, yang paling pertama terkena dampak adalah rakyat kecil.

Harga barang naik.

BBM naik.

Biaya produksi naik.

Lapangan kerja makin sulit.

Pengangguran meningkat.

Anehnya, masih ada pejabat orang nomor 1 di Indonesia yang justru mengeluarkan pernyataan kontroversial seperti “orang desa tidak pakai dollar.”

Memang benar rakyat desa tidak memakai dollar untuk transaksi sehari-hari.

Tapi dampak dollar naik tetap dirasakan:

harga pupuk naik,

sembako naik,

biaya transportasi naik,

harga kebutuhan pokok naik.

Yang paling menderita justru rakyat kecil.

Pemimpin seharusnya menenangkan rakyat dengan solusi nyata, bukan sekadar ucapan yang membuat gaduh dan terkesan meremehkan penderitaan masyarakat.


KAPITALISME MEMBUAT YANG KAYA MAKIN KAYA 

Sistem kapitalisme sekuler hari ini membuat:

yang kaya makin kaya,

yang miskin makin sulit hidup.

Pajak terus dinaikkan.

Rakyat diperas.

Korupsi merajalela.

Pejabat hidup mewah.

Sementara rakyat disuruh sabar terus.

Lucunya lagi, sebagian masyarakat sudah terlalu terbiasa hidup dalam kerusakan sistem ini sampai menganggap semuanya normal.

Padahal Islam punya solusi.

Islam bukan hanya mengatur:

shalat,

puasa,

haji,

dan ibadah ritual saja.

Tetapi juga mengatur:

ekonomi,

politik,

pendidikan,

hukum,

hingga tata kelola negara.

Allah SWT berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian.” (QS. Al-Ma’idah: 3)

Kalau agama ini sempurna, berarti solusi kehidupan juga ada dalam Islam.


SYARIAT ISLAM BUKAN KUNO, JUSTRU SOLUSI 

Hari ini banyak orang takut dengan syariat Islam karena sudah dicuci otaknya oleh propaganda sekuler.

Syariat dianggap:

kuno,

keras,

tidak modern,

penghambat kemajuan.

Padahal faktanya justru ketika syariat Islam diterapkan berabad-abad lamanya:

ilmu pengetahuan maju,

ekonomi kuat,

keamanan terjaga,

rakyat sejahtera,

kehormatan wanita dijaga,

dan umat Islam memimpin dunia.

Yang membuat umat Islam mundur bukan Islamnya.

Tetapi karena umat meninggalkan Islam kaffah dan lebih memilih sistem buatan manusia.

Allah SWT berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

“Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raf: 96)


UMAT JANGAN CUEK & BODO AMAT 

Hari ini banyak orang sibuk:

joget TikTok,

flexing,

mengejar viral,

hidup hedon,

dan tenggelam dalam hiburan.

Sementara umat Islam terus kehilangan arah.

Inilah yang diinginkan musuh-musuh Islam: umat dibuat sibuk dengan hiburan agar malas berfikir.

Padahal masa depan umat tidak akan berubah kalau umat sendiri tidak peduli.

Islam mengajarkan umat untuk:

berfikir,

peduli,

dan memperjuangkan kebaikan masyarakat.

Bukan menjadi generasi yang cuek dan apatis.


PENUTUP 

Syariat Islam bukan ancaman.

Syariat Islam adalah rahmat dan solusi kehidupan.

Jika aturan Allah diterapkan secara kaffah:

kekayaan alam bisa dikelola untuk rakyat,

korupsi bisa diberantas,

pengangguran bisa ditekan,

kebutuhan pokok terjamin,

dan kesejahteraan bisa dirasakan seluruh masyarakat.

Bukan hanya muslim, bahkan non-muslim pun akan merasakan keadilan dan keamanan.

Karena Islam datang sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Sudah saatnya umat Islam berhenti menganggap syariat hanya sekadar simbol dan ritual.

Islam harus diterapkan secara menyeluruh dalam kehidupan.

Wallahu a'lam bishowab...

Allāhu Akbar‼️ 🏳️🏴

Posting Komentar untuk "JIKA SYARIAT ISLAM DITERAPKAN SECARA KAFFAH: PENGANGGURAN BISA DAPAT 20 JUTA PER BULAN, YAKIN GAK PERCAYA❓BACA‼️"