⚠️ ISU TEROR POCONG YANG SEDANG TREND DI SOSIAL MEDIA

 



Alhamdulillāh, umat Islam hari ini telah memasuki tanggal 8 Dzulhijjah 1447 H atau yang dikenal sebagai Hari Tarwiyah. Hari-hari mulia menjelang Idul Adha ini semestinya menjadi momentum bagi kaum Muslim untuk memperkuat iman, memperbanyak amal shalih dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Namun di tengah suasana Dzulhijjah yang penuh keberkahan ini, media sosial justru kembali dipenuhi berbagai isu viral yang membuat masyarakat gaduh dan resah.

Salah satu isu yang saat ini sedang ramai diperbincangkan adalah fenomena “teror pocong” yang viral di berbagai platform media sosial. Bermula dari video yang disebut terjadi di Tangerang, lalu melebar ke berbagai daerah lain seperti Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Banyak video, pesan berantai dan unggahan media sosial yang menampilkan sosok menyeramkan berkain putih yang disebut-sebut mengetuk pintu rumah warga pada malam hari.

Bahkan sebagian masyarakat mulai merasa takut, panik dan saling menyebarkan berita tanpa memastikan terlebih dahulu kebenarannya.



⚠️ TABAYYUN DI TENGAH ARUS INFORMASI

Di sinilah pentingnya umat Islam memiliki sikap tabayyun dan tidak mudah terbawa arus informasi yang belum jelas sumber dan faktanya. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian seorang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti (tabayyun).”

(QS. Al-Hujurat: 6)

Hari ini manusia hidup di zaman yang sangat cepat. Dalam hitungan detik, sebuah video dapat tersebar ke jutaan manusia melalui media sosial. Algoritma media sosial membuat berita tertentu terus muncul di beranda masyarakat sehingga akhirnya membentuk opini massal.

Akibatnya, masyarakat mudah terseret emosi, panik bahkan percaya begitu saja terhadap berita yang sebenarnya belum tentu benar. Apalagi di era digital seperti sekarang, sangat mudah membuat video editan, narasi provokatif bahkan rekayasa konten demi mencari sensasi, viewers dan keuntungan materi.

Tidak sedikit pula isu-isu viral yang sebenarnya hanya menjadi pengalihan perhatian masyarakat dari persoalan yang lebih besar. Ketika rakyat mulai ramai membahas korupsi, utang negara, kenaikan harga kebutuhan pokok, pengangguran, kerusakan moral atau kedzoliman penguasa, tiba-tiba muncul isu baru yang lebih heboh dan emosional sehingga perhatian masyarakat pun terpecah.

Karena itu umat Islam harus menjadi umat yang cerdas, kritis dan tidak mudah dimainkan oleh arus media.



⚠️ MENGAPA KRIMINALITAS SEMAKIN MARAK?

Menariknya, dari beberapa berita yang beredar, ternyata sebagian “teror pocong” ini hanyalah modus kejahatan. Ada pelaku kriminal yang menyamar menjadi pocong untuk menakut-nakuti warga sebelum melakukan pencurian atau perampokan.

Maka pertanyaannya: mengapa tindak kriminal seperti ini semakin marak?

Bukankah negeri ini memiliki hukum, aparat keamanan, penjara dan berbagai aturan pidana? Mengapa begal, pencurian, perampokan, penipuan dan tindak kriminal lainnya justru semakin sering terjadi?

Jawabannya karena sistem kehidupan yang diterapkan hari ini gagal menciptakan keamanan dan kesejahteraan yang hakiki. Sistem kapitalisme sekuler hanya melahirkan tekanan hidup, kesenjangan ekonomi dan rusaknya moral masyarakat.

Ekonomi semakin sulit. Harga kebutuhan pokok terus naik. Lapangan pekerjaan semakin sempit. Riba merajalela. Utang menjadi gaya hidup. Akibatnya sebagian orang akhirnya nekat melakukan berbagai tindak kejahatan demi bertahan hidup atau memenuhi hawa nafsunya.

Belum lagi media dan tontonan hari ini terus merusak pola pikir masyarakat. Kekerasan, sensasi, horor, pornografi dan hiburan kosong diproduksi setiap hari tanpa kontrol yang benar. Akibatnya masyarakat semakin jauh dari ketakwaan dan akhlak Islam.



⚠️ KAPITALISME MELAHIRKAN KERESAHAN SOSIAL

Sistem kapitalisme sekuler tidak hanya gagal menciptakan kesejahteraan, tetapi juga gagal memberikan rasa aman kepada masyarakat. Manusia dipaksa hidup individualis, materialistis dan jauh dari nilai-nilai agama.

Akibatnya masyarakat mudah stres, mudah takut, mudah panik dan mudah dimanipulasi.

Lihat saja hari ini. Isu pocong bisa viral secara masif dan membuat masyarakat gaduh berhari-hari. Sementara di sisi lain, kerusakan moral, riba, korupsi dan kemaksiatan justru dianggap biasa.

Padahal yang lebih berbahaya bukanlah “pocong”, tetapi rusaknya akidah dan sistem kehidupan manusia.

Allah SWT berfirman:

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Siapa saja yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang dzolim.”

(QS. Al-Ma’idah: 45)

Islam sejatinya memiliki sistem yang sempurna dalam menjaga keamanan masyarakat. Islam tidak hanya mengatur ibadah ritual seperti shalat dan puasa, tetapi juga mengatur ekonomi, pendidikan, media, hukum pidana dan kehidupan sosial secara menyeluruh.

Dalam Islam, negara wajib menjamin keamanan rakyat, memberantas kriminalitas hingga ke akar-akarnya serta menutup segala pintu kerusakan moral yang dapat merusak masyarakat.



⚠️ JANGAN TAKUT POCONG, TAKUTLAH KEPADA DOSA

Ironisnya, sebagian manusia hari ini lebih takut kepada pocong daripada takut kepada dosa, riba dan murka Allah SWT.

Padahal setan dan jin tidak akan mampu mencelakakan manusia kecuali dengan izin Allah SWT. Justru yang lebih berbahaya adalah ketika manusia hidup jauh dari petunjuk Allah dan larut dalam kemaksiatan.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا

“Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.”

(QS. An-Nisa’: 76)

Karena itu umat Islam tidak boleh hidup dalam ketakutan berlebihan terhadap isu-isu semacam ini. Yang harus diperkuat justru iman, tawakal, dzikir dan ketakwaan kepada Allah SWT.



MOMENTUM DZULHIJJAH UNTUK KEMBALI KEPADA ISLAM

Hari-hari Dzulhijjah adalah hari-hari mulia. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah).”

(HR. Bukhari)

Karena itu jangan sampai umat Islam justru disibukkan dengan ketakutan, sensasi dan isu viral yang melalaikan dari mengingat Allah SWT.



■ HIKMAH & HARAPAN ■

Momentum Dzulhijjah ini seharusnya menjadi saat yang tepat bagi umat Islam untuk kembali memperbaiki iman, memperkuat persatuan dan kembali kepada syariat Islam secara kaffah.

Sebab selama sistem kehidupan manusia masih jauh dari aturan Allah SWT, maka keresahan, kriminalitas, ketidakamanan dan berbagai kerusakan sosial akan terus bermunculan.

Maka solusi hakiki bukan sekadar menenangkan masyarakat dari isu viral, tetapi mengembalikan kehidupan agar diatur dengan syariat Allah SWT secara sempurna.

Wallāhu a‘lam bish-shawāb.


Posting Komentar untuk "⚠️ ISU TEROR POCONG YANG SEDANG TREND DI SOSIAL MEDIA"