بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Segala puji hanya milik Allah SWT yang masih memberikan nikmat iman, Islam serta kesempatan sehingga kembali digelar majelis ilmu dan kajian Islam bulanan di Masjid Jami’ PonPes Al-Isthakhariyyah Pamalayan Ciamis.
Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada junjunan alam Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat dan seluruh umat beliau hingga akhir zaman.
Alhamdulillah pada malam ini kembali digelar kajian Islam bersama ✨ Majelis Riyadul Jannah ✨ dengan tema:
“Cara Islam Mengatasi Kejahatan Seksual”
bersama pemateri: 🎙️ Ustadz Yaya Suryaman, S.Pd.
Dalam pembukaan kajian, beliau menyampaikan penghormatan kepada para pendiri, pengasuh serta para alim ulama Pondok Pesantren Al-Isthakhariyyah yang telah wafat. Semoga Allah SWT menjadikan seluruh perjuangan mereka sebagai amal jariyah dan maghfirah.
Beliau juga menjelaskan bahwa pembahasan ini sangat penting karena saat ini fitnah dan kerusakan moral semakin merebak, bahkan menimpa sebagian lembaga pendidikan Islam baik sekolah maupun pesantren.
KENAPA KEJAHATAN SEKSUAL MAKIN MEREBAK?
Beberapa pekan terakhir masyarakat dibuat miris oleh berbagai kasus:
oknum pengajar pesantren mencabuli santriwati, pelecehan sesama jenis, perzinaan, LGBT, pornografi, bahkan ayah kandung menggauli anak kandung sendiri.
Na’udzubillāh.
Allah SWT sebenarnya sudah memperingatkan manusia sejak lama & tegas:
وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.”
(QS. Al-Isra: 32)
Ayat ini bukan sekadar melarang zina, tapi melarang mendekati zina. Mendekati zinanya saja sudah dilarang yo apalagi zinanya!.
Artinya:
pacaran, khalwat, ikhtilat bebas, pornografi, konten vulgar, hingga budaya lope-lopean anak sekolah, semuanya adalah pintu menuju kerusakan.
SEKULARISME MELAHIRKAN KERUSAKAN AKHLAK
Ustadz Yaya menjelaskan bahwa hari ini banyak orang mengaku Islam:
sholat pakai Islam, haji pakai Islam, puasa pakai Islam, tetapi dalam pergaulan malah mengikuti:
Hollywood, K-Pop, drakor, budaya liberal Barat.
Inilah akibat sekularisme: agama dipisahkan dari kehidupan.
Padahal Islam adalah agama sempurna yang mengatur:
hubungan manusia dengan Allah,
hubungan manusia dengan dirinya,
dan hubungan manusia dengan sesama manusia.
Allah SWT berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian akibat dari perbuatan mereka, supaya mereka kembali.”
(QS. Ar-Rum: 41)
Hari ini kerusakan akhlak makin mengerikan:
LGBT dinormalisasi,
pornografi mudah diakses,
aurat diumbar,
zina dianggap biasa,
pacaran dianggap wajar.
Bahkan anak SD pun sudah mengenal budaya pacaran.
PENYEBAB KEJAHATAN SEKSUAL
Dalam kajian disampaikan beberapa akar masalah utama:
1. Pergaulan Bebas
Islam melarang ikhtilat bebas antara laki-laki dan perempuan non-mahram.
Namun saat ini:
boncengan bebas, pacaran, nongkrong berdua, khalwat, dianggap hal biasa. wis umummè nèk coro masyarakat kui!🤦♂️
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ
“Janganlah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita kecuali bersama mahramnya.”
(HR. Bukhari No. 5233, Muslim No. 1341)
2. Lemahnya Iman dan Ketakwaan
Ketika manusia tidak merasa diawasi Allah, maka maksiat mudah dilakukan.
Padahal Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
“Sesungguhnya Allah selalu mengawasi kalian.”
(QS. An-Nisa: 1)
Hari ini banyak orang takut CCTV, tapi tidak takut pengawasan Allah.
3. Pornografi dan Media Rusak
Jaman dulu saat teknologi belum secanggih sekarang, orang harus menyewa VCD untuk melihat pornografi.
Sekarang? Pornografi hadir di genggaman tangan: 📱 gadget.
Media sosial penuh:
konten vulgar, LGBT, pornoaksi, hiburan rusak, budaya buka aurat.
Bahkan negara sering gagal menutup pintu kerusakan ini. Padahal negara seharusnya menjaga moral rakyat, bukan membiarkan kerusakan menyebar demi bisnis dan hiburan.
4. Tidak Diterapkannya Syariat Islam
Allah SWT berfirman:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا
“Barangsiapa berpaling dari aturan-Ku, maka baginya kehidupan yang sempit.”
(QS. Thaha: 124)
Saat ini banyak manusia meninggalkan syariat Allah:
aurat dibuka, zina dinormalisasi, LGBT dibiarkan, hukum Allah ditinggalkan.
Akibatnya? Kerusakan makin meluas.
SOLUSI ISLAM MENGATASI KEJAHATAN SEKSUAL
Islam tidak hanya menghukum, tapi juga mencegah.
✔ Menjaga Pandangan (Ghadhdhul Bashar)
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ
“Katakanlah kepada laki-laki beriman agar mereka menundukkan pandangan mereka.”
(QS. An-Nur: 30)
✔ Menjaga Aurat
Laki-laki maupun perempuan wajib menjaga aurat.
Aurát laki-laki: dari pusar hingga lutut.
Maka budaya:
koloran, celana pendek, pakaian ketat,
yang membuka aurat juga harus dikritisi.
✔ Menutup Pintu Khalwat dan Ikhtilat
Islam melarang dua-duaan antara non-mahram karena itu pintu maksiat.
✔ Mendorong Pernikahan
Islam memudahkan pernikahan.
Yang memberatkan seringkali bukan Islam, tapi adat dan gengsi manusia:
wedding mewah, hiburan, sound system, biaya berlebihan.
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ
“Wahai para pemuda, siapa yang mampu menikah maka menikahlah.”
(HR. Bukhari No. 5066, Muslim No. 1400)
Dalam sejarah Islam bahkan Khalifah Umar bin Abdul Aziz membantu biaya pernikahan rakyat melalui Baitul Mal.
✔ Sanksi Tegas
Islam memiliki hukum tegas:
zina muhson → rajam,
zina ghairu muhson → cambuk 100 kali,
pemerkosa → hukuman berat bahkan bisa hukuman mati.
Karena dalam Islam ada:
jawazir → efek jera,
jawabir → penebus dosa.
Berbeda dengan sistem hari ini:
dipenjara,
lalu bebas,
lalu mengulangi lagi. Atau terjadi kasus serupa dilain waktu & tempat.
PERAN NEGARA DALAM ISLAM
Negara dalam Islam wajib:
menutup pornografi,
menjaga moral masyarakat,
menerapkan syariat,
melindungi kehormatan rakyat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban.”
(HR. Bukhari No. 7138, Muslim No. 1829)
Imam Al-Ghazali juga mengatakan:
“Agama adalah pondasi dan negara adalah penjaganya.”
Maka agama dan kekuasaan harus berjalan bersama menjaga masyarakat. Bukan dipisah-pisah seperti halnya dalam sistem Demokrasi Sekuler sekarang!.
■ HIKMAH & HARAPAN ■
Kajian malam ini memberikan pelajaran penting bahwa kerusakan moral bukan muncul tiba-tiba. Semua terjadi karena manusia menjauh dari aturan Allah SWT.
Ketika:
zina dinormalisasi,
aurat dibuka,
pornografi dibiarkan,
LGBT dipromosikan,
syariat ditinggalkan,
maka kerusakan akan terus bermunculan.
Islam bukan hanya datang membawa ibadah ritual, tetapi juga solusi kehidupan.
Islam menjaga:
kehormatan, keluarga, nasab, akhlak, dan masyarakat.
Semoga Allah SWT menjaga diri kita, keluarga kita, anak-anak kita dan negeri ini dari fitnah akhir zaman serta berbagai kerusakan moral.
Semoga umat Islam kembali sadar bahwa syariat Allah adalah solusi hakiki bagi kehidupan manusia.
Wallāhu a’lam bish-shawāb.


Posting Komentar untuk "CARA ISLAM MENGATASI KEJAHATAN SEKSUAL - KAJIAN MAJELIS RIYADUL JANNAH"