B⚽LA (Bikin Orang Lupa Alloh)


Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah SWT. Di tengah suasana bulan Dzulhijjah yang seharusnya dipenuhi dzikir, takbir dan semangat mendekat kepada Allah, realita umat hari ini justru sering membuat hati miris 😔.

Masjid megah berdiri dimana-mana, tapi jamaah Subuh, Dzuhur dan Ashar sering kosong. Adzan kadang tidak terdengar. Bahkan ada kampung yang masjidnya sepi dari shalat berjamaah. Namun anehnya, ketika ada acara turnamen, konser, hiburan, kendurenan, atau pertandingan bola, masyarakat bisa berbondong-bondong hadir 😔.

Inilah realita zaman akhir. Yang wajib sering ditinggalkan, sedangkan yang mubah, makruh bahkan yang haram justru diramaikan.



MASJID SEPI, LAPANGAN RAMAI 

Rasulullah ﷺ bersabda:

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam mazhab Imam Syafi’i, shalat berjamaah di kampung termasuk fardu kifayah. Artinya bila sama sekali tidak ditegakkan, maka satu kampung bisa terkena dosa.

Bayangkan... 😔

Masjid berdiri megah, speaker bagus, tapi jamaah sedikit. Namun ketika ada pertandingan bola, voli atau hiburan, masyarakat bisa penuh sesak datang berjam-jam.

Fenomena ini pernah disampaikan dengan guyonan oleh salahseorang anggota jama'ah tabligh:


⚽ BOLA = Bikin Orang Lupa Alloh 😭😂

Meski terdengar lucu, tapi ada benarnya juga. Bukan berarti olahraga sepak bola atau voli itu haram mutlak. Hukumnya asalnya mubah (boleh² saja). Namun ketika membuat lalai dari dari kewajiban seperti shalat, membuka aurat, campur baur laki-laki dan perempuan, bahkan menimbulkan fanatisme buta dan permusuhan antar klub kesayangan maka disitulah masalahnya.

Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَٰلُكُمْ وَلَآ أَوْلَٰدُكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ

“Wahai orang-orang beriman, janganlah harta dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah.” (QS al-Munafiqun [63]: 9)

Hari ini bukan cuma harta dan anak. Bola, hiburan, konten media sosial, fandom, bahkan budaya nongkrong juga sering melalaikan manusia dari Allah SWT.



AURAT DIBUKA, MAKSIAT DIANGGAP BIASA 

Ironisnya lagi, banyak pertandingan olahraga justru mempertontonkan aurat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْفَخِذُ عَوْرَةٌ

“Paha adalah aurat.” (HR Tirmidzi)

Namun hari ini aurat laki-laki dipertontonkan biasa saja. Campur baur laki-laki dan perempuan dianggap hiburan normal. Bahkan kadang muncul taruhan dan perjudian terselubung.

Astaghfirullah 😔

Yang lebih menyedihkan, kemungkaran sering dianggap biasa karena masyarakat sudah terlalu lama hidup dalam sistem sekuler: agama dipisahkan dari kehidupan.



TAHLILAN RAMAI, SHALAT BERJAMAAH SUNYI 

Ini juga menjadi renungan besar.

Ketika ada kendurenan atau tahlilan, masyarakat bisa hadir ramai. Padahal perkara itu sendiri termasuk masalah ikhtilaf di kalangan ulama. Ada yang membolehkan, ada pula yang menganggap bid’ah.

Namun yang menjadi persoalan adalah ketika perkara yang hukumnya tidak wajib justru lebih diramaikan daripada shalat berjamaah yang jelas-jelas diperintahkan syariat. Bahkan ada yang sampai memaksakan menggelar acara kendurenan tersebut sampai harus berhutang ke tetangga bahkan ngutang ke bank yang jelas² disitu ada ribanya! Sehingga terkesan Islam seperti memberatkan, padahal Islam itu mudah tidak memberatkan, yang memberatkan itu adat!

Allah SWT berfirman:

ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama kalian.” (QS al-Ma’idah [5]: 3)

Islam itu sudah sempurna. Jangan sampai budaya dan adat justru lebih diagungkan daripada syariat Allah SWT.



JANGAN TERPECAH BELAH KARENA KELOMPOK 

Umat Islam hari ini juga mudah terpecah karena fanatisme golongan, organisasi bahkan kelompok/firqoh² kecil.

Padahal Allah SWT berfirman:

وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟

“Berpegang teguhlah kalian semuanya kepada tali Allah dan jangan bercerai berai.” (QS Ali ‘Imran [3]: 103)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ دَعَا إِلَى عَصَبِيَّةٍ

“Bukan termasuk golongan kami orang yang menyeru kepada fanatisme golongan.” (HR Abu Dawud)

Hari ini umat mudah ribut karena kelompok, organisasi, mazhab, termasuk juga pendukung klub² bola. Padahal musuh-musuh Islam diluar sana justru tertawa melihat umat sibuk bertengkar sendiri 😔.



SEKULERISME: AGAMA HANYA UNTUK RITUAL 

Inilah akibat ketika Islam dipersempit hanya menjadi urusan ibadah pribadi.

Masjid dipakai shalat saja. Agama hanya dianggap mengatur doa, tahlilan, pengajian dan ritual. Sedangkan ekonomi, politik, pendidikan, hukum dan negara diserahkan kepada sistem kapitalisme dengan aqidahnya sekuler (memisahkan agama dari kehidupan).

Padahal Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً

“Wahai orang-orang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah.” (QS al-Baqarah [2]: 208)

Bukan Islam setengah-setengah!

Bukan Islam model prasmanan: yang cocok diambil, yang berat ditinggalkan 😔.

Allah juga berfirman:

أَفَحُكْمَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ يَبْغُونَ

“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki?” (QS al-Ma’idah [5]: 50)

Ketika hukum Allah tidak diterapkan, maka kerusakan pun merajalela: riba dimana-mana, zina dianggap biasa, LGBT dipromosikan, korupsi merajalela, pendidikan hanya mencetak pekerja, sementara akhlak dan aqidah rusak 😔.



DAKWAH MEMANG SELALU TERASA ASING 

Ketika ada yang mengingatkan umat agar kembali kepada syariat, seringkali justru dianggap mengganggu.

Rasulullah ﷺ sudah mengabarkan:

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا

“Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing.” (HR Muslim)

Karena itu jangan heran bila dakwah sering dianggap aneh, terlalu serius, terlalu idealis bahkan dianggap menyinggung.

Padahal tujuan dakwah bukan membenci manusia, tapi menyelamatkan manusia & menyadarkan umat atas kondisi yang rusak!!!!



■ HIKMAH & HARAPAN ■

Realita hari ini harus menjadi bahan renungan besar bagi umat Islam.

Mengapa masjid sepi tapi hiburan ramai?

Mengapa perkara mubah lebih diperjuangkan daripada syariat Allah?

Mengapa umat mudah fanatik kepada klub, kelompok dan dunia, tapi lemah dalam membela agamanya?

Jangan sampai kita menjadi generasi yang hanya sibuk mengejar dunia namun cuek ketika syariat Allah dicampakkan, karena kelak kita semua akan dihisab dan akan dimintaipertanggungjawaban dihadapan Allah.

Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَنصُرُوا۟ ٱللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Wahai orang-orang beriman, jika kalian menolong agama Allah maka Allah akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.” (QS Muhammad [47]: 7)

Maka jangan takut merasa asing.

Jangan takut dianggap berbeda ketika berusaha istiqamah di jalan Allah.

Tetap berdakwah dengan hikmah, ilmu dan kesabaran. Karena perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran berpikir umat.

Semoga Allah menjaga hati kita agar tidak lalai. Semoga masjid-masjid kembali makmur. Semoga umat Islam kembali bersatu di bawah syariat Allah secara kaffah, sampai tegaknya kembali Khilafah Islamiyah.😔🤲 

Wallāhu a‘lam bishowāb [].

Allahu Akbar!

Posting Komentar untuk "B⚽LA (Bikin Orang Lupa Alloh)"