📖Bedah Kitab Majmu'atul Aqidah - Kajian Masjid Al Walidain Pamalayan Kulon🕌

 


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Segala puji hanya milik Allah SWT yang masih memberikan nikmat iman, Islam, kesehatan serta kesempatan sehingga kembali digelar kajian rutinan malam Sabtu di Masjid Al Walidain Pamalayan Kulon.

Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada junjunan alam Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat dan seluruh umat beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah pada malam ini kajian diisi oleh Ustadz Ade Kurnia — atau yang akrab disapa Kang Ade / A Ade dari Bojong — dengan membedah kitab klasik pesantren “Majmu’atul Aqidah” karya ulama besar KH. Khoer Affandi, pendiri Pondok Pesantren Miftahul Huda.

Kitab ini merupakan syarah dan penjelasan aqidah yang disusun dengan sangat teliti agar umat Islam lebih mudah memahami dasar-dasar keimanan secara mendalam, bukan sekadar ikut-ikutan atau warisan turun-temurun semata.


AWAL KEWAJIBAN MANUSIA: MA’RIFATULLAH 

Kajian malam ini dibuka dengan pembahasan tentang kewajiban pertama manusia.

Bahwa kewajiban paling awal bagi manusia bukan sekadar ritual, melainkan:

Ma’rifatullah

mengenal Allah SWT dengan keyakinan yang benar dan mantap.

Artinya iman itu harus lahir dari pemahaman dan keyakinan yang kuat.

Bukan hanya karena ikut orang tua.

Bukan hanya karena lingkungan.

Bukan sekadar “Islam KTP”.

Karena banyak orang mengaku Islam, tetapi keyakinannya masih rapuh ketika diuji kehidupan.


RUKUN MA’RIFAT: IMAN HARUS YAKIN 

Dalam kajian dijelaskan bahwa ma’rifat memiliki beberapa unsur penting, di antaranya:

Idrākun Jāzim (إِدْرَاكٌ جَازِمٌ)

Yakni pemahaman yang pasti dan mantap tanpa keraguan.

Keyakinan yang bulat.

Tidak bimbang.

Tidak setengah-setengah.

Karena fitrah manusia sebenarnya memang cenderung mencari Tuhan.

Mau manusia itu lahir di Asia, Afrika, Amerika maupun Eropa, semuanya memiliki fitrah untuk mencari kekuatan yang lebih besar dari dirinya.

Allah SWT berfirman:

فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا

“(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.”

(QS. Ar-Rum: 30)


MANUSIA MEMILIKI NALURI 

Dalam kajian dijelaskan bahwa manusia memiliki kebutuhan dan naluri.

Ada kebutuhan jasmani (hajatul ‘udhawiyah) yang bila tidak dipenuhi bisa menyebabkan kerusakan bahkan kematian.

Contohnya:

makan,

minum,

tidur,

kesehatan tubuh.

Selain itu manusia juga memiliki naluri (gharizah), di antaranya:

• Gharizatul Baqa’

Naluri mempertahankan diri.

• Gharizatun Nau’

Naluri seksual dan melestarikan keturunan.

• Gharizatut Tadayyun

Naluri beragama dan mencari Tuhan.

Karena itu manusia sebenarnya membutuhkan iman.

Ketika naluri beragama ini tidak terpenuhi dengan benar, manusia akan mengalami kegelisahan hidup.

Mungkin hartanya banyak.

Jabatannya tinggi.

Teknologinya canggih.

Namun hatinya kosong.

Inilah sebab mengapa hari ini banyak manusia mengalami:

stres,

depresi,

kehilangan arah hidup,

hingga krisis makna kehidupan.

Karena fitrah beragamanya tidak dipenuhi dengan benar.


ISLAM MEMERINTAHKAN BERIMAN DENGAN AKAL 

Kajian malam ini juga menekankan bahwa Islam tidak melarang manusia berpikir.

Justru Islam memerintahkan manusia menggunakan akalnya untuk menemukan kebenaran.

Allah SWT sudah memberikan:

akal,

panca indera,

dan kemampuan berpikir.

Maka manusia diperintahkan bertafakur.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ

“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”

(QS. Ali ‘Imran: 190)

Karena itu iman dalam Islam bukan sekadar dogma buta.

Iman dibangun di atas:

dalil,

bukti,

dan pemikiran yang benar.


AL-QUR’AN ADALAH MUKJIZAT 

Dalam kajian juga dijelaskan bahwa Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar Nabi Muhammad ﷺ.

Banyak bukti ilmiah dan fakta kehidupan yang sudah dikabarkan Al-Qur’an jauh sebelum manusia modern mengetahuinya.

Termasuk:

astronomi,

penciptaan manusia,

pergantian siang dan malam,

hingga keteraturan alam semesta.

Semua itu menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukan buatan manusia.

Melainkan benar-benar Kalamullah.

Allah SWT berfirman:

وَإِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِ

“Jika kalian ragu terhadap Al-Qur’an yang Kami turunkan kepada hamba Kami, maka buatlah satu surat semisal dengannya.”

(QS. Al-Baqarah: 23)


BAHAYA IMAN TAKLID 

Kajian malam ini juga menyinggung fenomena “Islam KTP”.

Yakni orang yang mengaku Muslim tetapi belum benar-benar memahami aqidahnya.

Imannya masih sekadar ikut-ikutan.

Padahal iman seperti itu sangat rapuh.

Karena itu umat Islam wajib terus belajar agar imannya naik dari sekadar taklid menjadi keyakinan yang sadar dan mantap.

Bukan hanya:

lahir Islam,

lingkungan Islam,

atau sekadar tradisi.

Tetapi benar-benar memahami:

siapa Tuhannya,

Darimana,

untuk apa hidup,

dan akan ke mana setelah mati.

Inilah yang disebut Uqdatul Kubra: pertanyaan mendasar tentang:

dari mana manusia berasal,

untuk apa hidup,

dan akan ke mana setelah mati.


IMAN HARUS MELAHIRKAN AMAL 

Dalam kajian juga dijelaskan bahwa iman tidak cukup hanya di lisan.

Iman harus melahirkan amal.

Karena itu wirid yang dimaksud bukan sekadar memegang tasbih atau ucapan tanpa makna.

Tetapi amal nyata yang dilandasi iman dan istiqamah.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih…”

(QS. Al-Bayyinah: 7)

Artinya: iman sejati akan melahirkan:

amal,

ketakwaan,

dan perubahan perilaku.


■ HIKMAH & HARAPAN ■

Kajian malam ini mengingatkan bahwa aqidah adalah fondasi kehidupan seorang Muslim.

Di zaman penuh syubhat, liberalisme, sekularisme dan kerusakan moral seperti hari ini, umat Islam tidak cukup hanya ikut arus atau sekadar mewarisi identitas Islam.

Iman harus dibangun dengan:

ilmu,

pemikiran,

dalil,

dan keyakinan yang benar.

Karena aqidah yang kuat akan melahirkan:

ketenangan hati,

istiqamah,

keberanian,

dan amal shalih.

Semoga kajian rutin di Masjid Al Walidain ini terus menjadi majelis ilmu yang membawa keberkahan bagi masyarakat serta melahirkan generasi Muslim yang:

kokoh aqidahnya,

kuat pemikirannya,

dan istiqamah amalnya.

Wallāhu a’lam bish-shawāb.

Posting Komentar untuk "📖Bedah Kitab Majmu'atul Aqidah - Kajian Masjid Al Walidain Pamalayan Kulon🕌"