ISLAMOPHOBIA: KETIKA BICARA SYARIAT ISLAM DIANGGAP SEBAGAI ANCAMAN

 




Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, segala puji bagi Allah ﷻ yang masih memberikan nikmat iman, Islam, serta kesehatan sehingga kita masih bisa istiqomah dalam ketaatan dan dalam barisan dakwah yang terus mengupayakan tegaknya syariat Islam secara kaffah. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga, sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, hingga kita semua selaku umatnya yang berusaha ittiba’ mengikuti ajaran beliau hingga akhir zaman.

Saat ini, kita menyaksikan sebuah fenomena yang semakin nyata: ketika syariat Islam dibicarakan, justru dianggap ancaman. Ketika umat Islam menyeru kembali kepada hukum Allah, malah dicurigai, dilabeli radikal, wahabi bahkan dimusuhi.

Padahal, jika jujur, syariat Islam adalah rahmat, solusi, dan petunjuk hidup yang sempurna.

Namun kenapa bisa berubah menjadi “sesuatu yang ditakuti”?

Inilah yang disebut dengan Islamophobia—ketakutan, kebencian, atau kecurigaan terhadap Islam, khususnya ketika Islam tidak hanya dipahami sebagai ritual, tapi sebagai sistem hidup yang mengatur seluruh aspek kehidupan.


ISLAM HANYA BOLEH DI MASJID?

Banyak yang “nyaman” dengan Islam, selama Islam hanya:

• Shalat

• Puasa

• Zakat

• Haji

Tapi ketika Islam mulai bicara:

• Hukum

• Ekonomi

• Politik

• Sosial

Langsung muncul penolakan.

Padahal Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

"Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah)."

(QS. Al-Baqarah: 208)

Ayat ini jelas: Islam tidak boleh dipotong-potong. Tidak bisa hanya diambil yang “ringan” dan ditinggalkan yang “mengatur kehidupan”.


KENAPA SYARIAT DIANGGAP ANCAMAN?

Salah satu sebab utamanya adalah karena pola pikir sekuler—memisahkan agama dari kehidupan.

Akibatnya:

• Agama dianggap urusan pribadi

• Negara dan hukum dianggap urusan manusia

• Syariat dianggap tidak relevan

Padahal Allah ﷻ menegaskan:

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

"Barangsiapa tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan, maka mereka itulah orang-orang zalim."

(QS. Al-Ma’idah: 45)

Namun hari ini, ayat seperti ini justru dianggap “berbahaya” jika disampaikan di ruang publik.

Ironis.


FAKTA: ISLAM MEMBERI SOLUSI, BUKAN ANCAMAN

Jika kita jujur melihat realita:

• Kriminalitas meningkat

• Ekonomi tidak stabil

• Ketimpangan sosial semakin lebar

• Hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas

Ini semua menunjukkan bahwa sistem buatan manusia memiliki banyak celah.

Sementara Islam datang sebagai solusi:

أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

"Apakah (Allah) yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui."

(QS. Al-Mulk: 14)

Allah yang menciptakan manusia, tentu paling tahu aturan terbaik untuk manusia.


STIGMA TERHADAP DAKWAH

Hari ini, orang yang mengajak kepada syariat seringkali:

• Dilabeli radikal

• Dianggap ekstrem

• Dicurigai membawa ancaman

Padahal Rasulullah ﷺ sendiri pernah mengalami penolakan yang jauh lebih berat.

Allah ﷻ berfirman:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا

"Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh."

(QS. Al-Furqan: 31)

Artinya, penolakan adalah bagian dari jalan dakwah. Bukan sesuatu yang aneh.


TUGAS UMAT: MELURUSKAN PEMAHAMAN

Maka tugas kita hari ini bukan hanya berdakwah, tapi juga:

• Meluruskan kesalahpahaman

• Menjelaskan bahwa syariat adalah rahmat

• Menyampaikan dengan hikmah

Allah ﷻ berfirman:

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik."

(QS. An-Nahl: 125)

Dakwah bukan hanya soal benar, tapi juga soal cara menyampaikan kebenaran.


REALITA: ANTARA KETAKUTAN DAN HARAPAN

Meski Islamophobia meningkat, di sisi lain:

• Banyak orang mulai mencari kebenaran

• Banyak yang tertarik pada Islam

• Banyak yang mulai mempertanyakan sistem saat ini

Ini menunjukkan bahwa kebenaran tetap memiliki cahaya, meskipun berusaha ditutup-tutupi.


■ HIKMAH & HARAPAN ■

Islamophobia tidak boleh membuat kita mundur. Justru harus menjadi motivasi untuk terus berdakwah dengan lebih bijak, lebih cerdas, dan lebih menyentuh hati.

Mari kita yakini bahwa syariat Islam bukan ancaman, tapi rahmat bagi seluruh alam. Tugas kita adalah menyampaikannya dengan penuh hikmah, kesabaran, dan keikhlasan.

Semoga Allah menguatkan langkah kita dalam dakwah ini, melapangkan hati-hati manusia untuk menerima kebenaran, dan menjadikan kita bagian dari orang-orang yang memperjuangkan tegaknya Islam secara kaffah.

Wallahu a’lam bishowab. []

Posting Komentar untuk "ISLAMOPHOBIA: KETIKA BICARA SYARIAT ISLAM DIANGGAP SEBAGAI ANCAMAN"