Jika kita jujur, hidup di zaman sekarang ini bukan sekadar sulit—tapi penuh tekanan terhadap keimanan. Kita hidup dalam sistem yang memisahkan agama dari kehidupan. Akibatnya, aturan Allah tidak lagi menjadi standar dalam mengatur perilaku manusia.
Maka jangan heran jika hari ini yang haram dianggap biasa, dan yang halal justru terasa asing.
Allah ﷻ telah mengingatkan:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا
“Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh dia akan mendapatkan kehidupan yang sempit.”
(QS. Thaha: 124)
Kehidupan sempit itu bukan hanya soal ekonomi, tapi juga kegelisahan hati, rusaknya moral, dan hilangnya arah hidup.
Gempuran Maksiat Tanpa Henti
Saudaraku…
Godaan hari ini datang dari segala arah. Bahkan saat kita tidak mencarinya, ia datang sendiri.
Keluar rumah—mata diuji.
Buka HP—mata bahkan hati yo diuji.
Scroll sedikit—muncul maksiat, muncul konten yang tidak ada manfaatnya bahkan tidak mendidik bahkan merusak.
Inilah realita.
Allah ﷻ berfirman:
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya…”
(QS. An-Nur: 30)
Namun bagaimana menjaga pandangan jika setiap sudut penuh godaan?
Inilah ujian zaman.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
“Surga dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai, dan neraka dikelilingi oleh syahwat.”
(HR. Muslim)
Artinya, jalan menuju kebaikan memang berat. Sedangkan jalan menuju maksiat terasa mudah dan menyenangkan.
Istiqomah Itu Berat
Saudaraku…
Bahkan untuk menjaga shalat saja, kadang kita masih berjuang. Niat ingin ke masjid tepat waktu, ingin disiplin, ingin adzan bagi yang terbiasa adzan… tapi terkadang kalah oleh rasa malas.
Ini bukan hanya tentang kita. Ini fenomena umum.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَثْقَلُ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَالْفَجْرِ
“Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan Subuh.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Ini peringatan keras.
Bahwa rasa berat dalam ibadah harus segera dilawan, bukan dibiasakan.
Bahkan Rasulullah ﷺ menggambarkan beratnya menjaga iman di akhir zaman:
يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ، الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ
“Akan datang suatu zaman, orang yang bersabar dalam agamanya seperti menggenggam bara api.”
(HR. Tirmidzi)
Panas. Sakit. Berat. Tapi harus tetap digenggam.
Jangan Berjuang Sendirian!
Saudaraku…
Di tengah beratnya godaan ini, ada satu kesalahan besar yang sering terjadi: berjuang sendirian.
Padahal iman itu naik turun. Kalau sendiri, saat turun—tidak ada yang menguatkan.
Karena itu, penting untuk tetap berada dalam barisan orang-orang yang menjaga ketaatan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
يَدُ اللَّهِ مَعَ الْجَمَاعَةِ
“Tangan (pertolongan) Allah bersama الجماعة (jamaah).”
(HR. Tirmidzi)
Dalam jamaah…
Yang lemah dikuatkan
Yang futur diingatkan
Yang jatuh dibangkitkan
Inilah pentingnya kebersamaan dalam kebaikan dan dakwah.
Pilihan Kita Hari Ini
Saudaraku…
Zaman boleh rusak.
Lingkungan boleh penuh maksiat.
Sistem boleh tidak berpihak pada ketaatan.
Tapi kita tetap punya pilihan:
Ikut arus… atau tetap lurus walau berlawanan arus.
Allah ﷻ berfirman:
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ
“Maka tetaplah engkau istiqomah sebagaimana diperintahkan.”
(QS. Hud: 112)
Istiqomah bukan berarti tidak pernah jatuh.
Tapi selalu bangkit… setiap kali jatuh. Maka sering²lah istighfar & muhasabah.
■ HIKMAH & HARAPAN ■
Hidup di zaman sekuler memang penuh godaan. Namun di situlah letak nilai perjuangan seorang mukmin. Maka tetaplah istiqomah walaupun berat, dan jangan pernah lepas dari jamaah dakwah. Karena dengan kebersamaan, iman akan lebih terjaga dan langkah akan lebih kuat menuju ridha Allah ﷻ.
Wallahu a’lam bishawab. []


Posting Komentar untuk "HIDUP DI ALAM SEKULER GODAANNYA BUKAN MAEN‼️"