SEPEKAN LAGI MENUJU HARI KEMENANGAN




Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Ramadhan yang baru saja kita sambut dengan penuh kegembiraan kini sudah memasuki fase akhir.

Hari ini kita berada di Jum’at terakhir di bulan Ramadhan. Artinya, insyaAllah tinggal sekitar sepekan lagi menuju hari kemenangan, Idul Fitri 1 Syawal 1447 H.

Jika mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang menggunakan sistem hisab berbasis imkan rukyat global, maka 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Jum’at Legi, 20 Maret 2026 M.

Namun sebagaimana yang sering terjadi, umat Islam kemungkinan kembali menghadapi perbedaan penetapan hari raya.

Sebagian pihak mungkin akan menetapkan Sabtu, 21 Maret 2026 M sebagai 1 Syawal karena mengikuti keputusan pemerintah yang berbasis sidang rukyat wilayah.

Menariknya, meskipun berpotensi berbeda tanggal, jumlah hari Ramadhan tetap sama yaitu 30 hari. Sama-sama terjadi karena istikmal, yaitu penyempurnaan bulan Ramadhan akibat tidak terlihatnya hilal di akhir bulan.

Fenomena ini mengingatkan kita pada satu pertanyaan sederhana:

Jika bulan Ramadhan hanya satu dan langitnya pun satu, mengapa umat Islam masih berbeda dalam menentukan awal dan akhir bulan?


Ramadhan yang Satu, Umat yang Terpisah

Dalam realitas dunia Islam saat ini, penentuan kalender hijriah sering kali berbeda antar negara.

Padahal Allah menciptakan bulan sebagai penentu waktu bagi manusia.

Allah ﷻ berfirman:

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَهِلَّةِۗ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ

"Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan bagi ibadah haji."

(QS. Al-Baqarah: 189)

Ayat ini menunjukkan bahwa perjalanan bulan menjadi sistem waktu bagi umat manusia, termasuk dalam ibadah seperti puasa dan haji.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

صُوْمُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلَاثِينَ

"Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya. Jika tertutup bagi kalian maka sempurnakan hitungan menjadi tiga puluh hari."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi dasar penentuan awal dan akhir Ramadhan.

Namun dalam praktiknya, perbedaan sering terjadi karena adanya batas wilayah negara dan perbedaan kriteria penetapan hilal.

Padahal umat Islam tidak hanya hidup di satu negeri saja, tetapi tersebar di seluruh dunia.


Perlunya Kalender Hijriah Global

Karena umat Islam tersebar di berbagai belahan dunia, sebagian ulama dan lembaga Islam mendorong penggunaan kalender hijriah global agar umat dapat memiliki satu tanggal yang sama di seluruh dunia.

Tujuannya sederhana:

• menyatukan waktu ibadah umat Islam

• menghindari perbedaan yang berulang

• memperkuat persatuan umat

Prinsip ini selaras dengan spirit persatuan yang diajarkan dalam Islam.

Allah ﷻ berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَلَا تَفَرَّقُوْا

"Berpegang teguhlah kalian semuanya kepada tali Allah dan janganlah kalian bercerai-berai."

(QS. Ali Imran: 103)

Persatuan umat bukan hanya dalam akidah, tetapi juga dalam banyak aspek kehidupan.


Umat Butuh Otoritas Persatuan

Jika kita melihat sejarah Islam, sebenarnya persoalan kalender dan waktu ibadah dahulu tidak menimbulkan perbedaan besar.

Mengapa?

Karena umat Islam berada di bawah satu kepemimpinan politik yang menyatukan mereka.

Dalam sejarah panjang peradaban Islam, Khilafah berperan sebagai institusi yang mempersatukan umat.

Dengan satu kepemimpinan, berbagai urusan umat dapat diputuskan secara bersama.

Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

"Sesungguhnya imam (pemimpin) itu adalah perisai. Umat berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjelaskan bahwa kepemimpinan umat memiliki fungsi melindungi dan menyatukan kaum Muslim.

Dalam konteks kehidupan umat yang tersebar di berbagai negeri, keberadaan otoritas yang menyatukan tentu memiliki peran besar dalam menyelesaikan banyak persoalan umat, termasuk urusan kalender dan waktu ibadah.


Ramadhan Hampir Usai

Kini Ramadhan telah memasuki hari-hari terakhir.

Tersisa sekitar tujuh hari lagi menuju hari kemenangan.

Namun Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa penilaian amal seseorang bukan pada awalnya, tetapi pada akhirnya.

Beliau bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

"Sesungguhnya amal itu tergantung pada penutupnya."

(HR. Bukhari)

Karena itu, hari-hari terakhir Ramadhan justru merupakan kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah.

Apalagi di dalam sepuluh malam terakhir terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Allah ﷻ berfirman:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

"Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan."

(QS. Al-Qadr: 3)

Karena itu Rasulullah ﷺ semakin meningkatkan ibadahnya pada sepuluh malam terakhir.

Dalam sebuah hadits disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

"Apabila memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Nabi mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya."

(HR. Bukhari dan Muslim)


Menuju Hari Kemenangan

Idul Fitri disebut sebagai hari kemenangan, bukan sekadar hari perayaan.

Kemenangan itu adalah kemenangan melawan hawa nafsu, kemenangan dalam ketaatan kepada Allah, serta kemenangan dalam meningkatkan ketakwaan.

Allah ﷻ berfirman:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

"Agar kalian menyempurnakan bilangan (Ramadhan), mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya, dan agar kalian bersyukur."

(QS. Al-Baqarah: 185)

Karena itu menjelang akhir Ramadhan ini, mari kita memperbanyak:

istighfar

sedekah

tilawah Al-Qur’an

qiyamul lail

doa memohon ampunan

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang meraih maghfirah Allah dan keberkahan Lailatul Qadar.


■ HIKMAH & HARAPAN ■

Ramadhan hampir berlalu. Tinggal sepekan menuju hari kemenangan.

Perbedaan penentuan hari raya yang kadang terjadi hendaknya tidak menjadi sebab perpecahan, tetapi justru menjadi pengingat bahwa umat Islam membutuhkan persatuan yang lebih kuat.

Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini dan mempertemukan kita dengan Idul Fitri dalam keadaan bersih dari dosa.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Posting Komentar untuk "SEPEKAN LAGI MENUJU HARI KEMENANGAN"