Ramadhan hampir mencapai penghujungnya. Di saat kaum Muslim sibuk memperbanyak ibadah, dunia Islam kembali disuguhi berbagai kabar duka dari negeri-negeri Muslim.
Peperangan, penindasan, dan agresi terus terjadi di berbagai wilayah kaum Muslim. Negeri-negeri Islam seolah menjadi ladang konflik yang tidak pernah berhenti.
Pertanyaannya: mengapa umat Islam yang jumlahnya miliaran ini justru terlihat lemah di hadapan musuh-musuhnya?
Padahal Allah telah mengingatkan umat ini agar senantiasa bertakwa dan menjaga persatuan.
Allah ﷻ berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Muslim."
(QS. Ali Imran: 102)
Takwa adalah benteng utama umat. Namun takwa bukan sekadar ibadah pribadi, melainkan juga ketaatan kepada seluruh hukum Allah dalam kehidupan.
Dunia Islam dalam Tekanan
Realitas hari ini menunjukkan bahwa dunia Islam berada dalam tekanan geopolitik yang sangat besar. Banyak negeri Muslim menjadi sasaran intervensi kekuatan besar dunia.
Dominasi negara-negara Barat di berbagai kawasan Muslim menunjukkan bahwa mereka memiliki kepentingan besar terhadap wilayah umat Islam.
Hal ini bukan sesuatu yang baru.
Rasulullah ﷺ bahkan telah memperingatkan kondisi umat seperti ini jauh sebelum terjadi.
Beliau bersabda:
يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا
"Hampir saja bangsa-bangsa akan saling memanggil untuk menyerang kalian seperti orang-orang yang memanggil untuk menyantap hidangan."
Para sahabat bertanya:
"Apakah karena jumlah kami sedikit?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ
"Tidak. Bahkan kalian banyak. Tetapi kalian seperti buih di lautan."
Kemudian beliau menjelaskan penyebabnya:
حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
"Cinta dunia dan takut mati."
(HR. Abu Dawud)
Hadits ini sangat relevan dengan kondisi umat hari ini.
Jumlah umat Islam sangat besar, tetapi kekuatannya tercerai-berai. Banyak negeri Muslim yang terpecah, bahkan saling bermusuhan satu sama lain.
Persatuan yang Hilang
Allah sebenarnya telah memerintahkan umat Islam untuk bersatu.
Allah ﷻ berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَلَا تَفَرَّقُوْا
"Berpegang teguhlah kalian semuanya kepada tali Allah dan janganlah kalian bercerai-berai."
(QS. Ali Imran: 103)
Ayat ini menunjukkan bahwa persatuan umat adalah kewajiban.
Namun realitasnya, dunia Islam saat ini justru terpecah menjadi banyak negara nasional, kepentingan politik, bahkan konflik internal.
Akibatnya umat kehilangan kekuatan strategisnya.
Padahal secara geopolitik, wilayah kaum Muslim berada di titik-titik strategis dunia seperti:
• Selat Malaka
• Terusan Suez
• Selat Hormuz
Jika umat Islam bersatu, maka kekuatan ekonomi, militer, dan politiknya akan sangat besar.
Namun selama umat tetap terpecah, kekuatan itu tidak akan pernah terwujud.
Jangan Pernah Bergantung kepada Musuh!
Allah juga memperingatkan kaum beriman agar tidak menjadikan musuh-musuh Islam sebagai pelindung.
Allah ﷻ berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَ وَالنَّصٰرٰٓى اَوْلِيَاۤءَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin atau pelindung."
(QS. Al-Maidah: 51)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa umat Islam tidak boleh menggantungkan keselamatan mereka kepada pihak luar yang memiliki agenda sendiri.
Karena sejarah telah menunjukkan bahwa kekuatan besar dunia selalu bergerak berdasarkan kepentingan politik dan ekonomi mereka.
Kekuatan Umat Ada pada Persatuan
Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa umat Islam adalah satu tubuh.
Beliau bersabda:
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ
"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak menzalimi dan tidak membiarkan saudaranya dizalimi."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa kaum Muslim seharusnya saling melindungi dan menjaga satu sama lain.
Namun jika umat terus terpecah, maka musuh-musuh Islam akan semakin mudah melemahkan mereka.
Momentum Ramadhan untuk Bangkit
Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan kesadaran umat.
Bulan ini seharusnya mengingatkan kita tentang pentingnya kembali kepada ajaran Islam secara utuh.
Karena kemuliaan umat tidak akan kembali kecuali dengan kembali kepada:
• Al-Qur’an
• Sunnah Rasulullah ﷺ
• Persatuan umat
Tanpa itu semua, umat Islam akan terus berada dalam kondisi lemah di hadapan kekuatan dunia.
■ HIKMAH & HARAPAN ■
Perpecahan umat adalah salah satu sebab utama lemahnya kaum Muslim di hadapan musuh-musuhnya.
Ramadhan ini hendaknya menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan kembali kepada ajaran Islam secara menyeluruh.
Semoga Allah ﷻ menyatukan hati kaum Muslim, menguatkan persaudaraan di antara mereka, dan memberikan kemenangan bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Dukung Dakwah Buletin Subuh
Apabila sahabat sekalian merasa buletin ini bermanfaat,
silakan dukung dakwah ini dengan donasi seikhlasnya.
Donasi digunakan untuk:
• biaya cetak buletin dakwah
• distribusi buletin
• kebutuhan dakwah lainnya.
Transfer melalui DANA Klik Disini untuk donasi.
Semoga setiap rupiah yang disumbangkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
Jazakumullahu khairan katsiran.
Monggo ditonton juga Live Streaming di chanel YouTube AL VLOGGER


Posting Komentar untuk "MARI BER☝️‼️"