Tak terasa kita sudah berada di hari ke-25 Ramadhan. Jika mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal, itu artinya tersisa sekitar 6 hari lagi menuju Hari Raya Idul Fitri yang insyaAllah akan jatuh pada Jum’at, 20 Maret 2026 M / 1 Syawal 1447 H.
Waktu berjalan begitu cepat. Ramadhan yang awalnya kita sambut dengan penuh semangat kini hampir mencapai penghujungnya.
Padahal Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah ritual semata, melainkan bulan pendidikan ruhiyah sekaligus bulan pembentukan kesadaran Islam secara menyeluruh.
Ramadhan seharusnya menjadi momentum bagi kaum Muslim untuk kembali kepada syariat Allah secara kaffah, bukan hanya dalam aspek ibadah pribadi, tetapi juga dalam seluruh aspek kehidupan.
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ
"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah) dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan."
(QS. Al-Baqarah: 208)
Ayat ini menegaskan bahwa Islam tidak hanya mengatur ibadah spiritual, tetapi juga seluruh kehidupan manusia.
Islam Bukan Sekadar Ibadah Ritual
Seringkali Islam dipersempit hanya pada urusan ibadah seperti shalat, puasa, zakat, dan haji.
Padahal dalam kenyataannya Islam adalah sistem hidup yang lengkap dan menyeluruh.
Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga:
hubungan manusia dengan sesamanya
hubungan manusia dengan masyarakat
bahkan hubungan manusia dengan negara dan pemerintahan
Allah ﷻ berfirman:
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ
"Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu."
(QS. An-Nahl: 89)
Karena itu syariat Islam mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti:
• ekonomi
• pemerintahan
• hukum pidana
• hubungan internasional
• pendidikan
• sosial kemasyarakatan
Semua itu merupakan bagian dari syariat Islam yang sempurna.
Bahaya Sikap Sekuler
Salah satu penyakit pemikiran yang banyak mempengaruhi umat saat ini adalah sekularisme.
Sekularisme adalah paham yang memisahkan agama dari kehidupan.
Dalam pandangan sekuler, agama hanya ditempatkan pada ranah pribadi seperti ibadah dan moralitas, sedangkan urusan politik, ekonomi, dan pemerintahan dianggap harus dipisahkan dari agama.
Padahal konsep ini bertentangan dengan ajaran Islam.
Sebab Islam adalah agama yang syumul (menyeluruh).
Allah ﷻ berfirman:
أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ
"Apakah kalian beriman kepada sebagian kitab dan mengingkari sebagian yang lain?"
(QS. Al-Baqarah: 85)
Ayat ini menjadi peringatan keras agar kaum Muslim tidak memilih-milih ajaran Islam.
Menerima sebagian syariat tetapi menolak sebagian lainnya adalah sikap yang tidak dibenarkan.
Ramadhan Mengajarkan Ketaatan Total
Ramadhan sebenarnya melatih kaum Muslim untuk taat secara total kepada Allah.
Selama sebulan penuh kita menahan diri dari makan, minum, dan berbagai hal yang membatalkan puasa, semata-mata karena perintah Allah.
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa."
(QS. Al-Baqarah: 183)
Tujuan utama puasa adalah mencapai derajat takwa.
Dan takwa itu bukan hanya dalam ibadah pribadi, tetapi juga dalam seluruh kehidupan.
Islam dan Pengaturan Kehidupan
Syariat Islam juga mengatur berbagai urusan masyarakat.
Misalnya:
• hukum muamalah
• sistem ekonomi
• sistem pemerintahan
• hukum pidana seperti hudud dan qishash
serta berbagai aturan sosial lainnya
Semua itu menunjukkan bahwa Islam memiliki sistem kehidupan yang lengkap.
Rasulullah ﷺ sendiri bukan hanya seorang nabi yang menyampaikan wahyu, tetapi juga pemimpin masyarakat dan kepala negara di Madinah.
Beliau mengatur:
• pemerintahan
• hubungan antar suku
• sistem ekonomi
bahkan hubungan internasional
Ini menunjukkan bahwa Islam tidak pernah memisahkan agama dari kehidupan.
Mengubur Sekularisme
Karena itu Ramadhan seharusnya menjadi momentum bagi kaum Muslim untuk mengubur sikap sekuler.
Ramadhan harus menjadi waktu untuk membangun kesadaran bahwa Islam adalah solusi bagi kehidupan manusia.
Kita tidak cukup hanya menjadi Muslim yang rajin beribadah spiritual, tetapi juga harus menjadi Muslim yang memahami bahwa syariat Allah adalah petunjuk bagi seluruh kehidupan.
Allah ﷻ berfirman:
إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ
"Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah."
(QS. Yusuf: 40)
Ayat ini menegaskan bahwa Allah adalah satu-satunya pembuat hukum yang berhak mengatur kehidupan manusia.
Ramadhan Hampir Berakhir
Kini Ramadhan hampir mencapai penghujungnya.
Tinggal beberapa hari lagi menuju Idul Fitri.
Namun Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa nilai amal seseorang tergantung pada akhirnya.
Beliau bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
"Sesungguhnya amal itu tergantung pada penutupnya."
(HR. Bukhari)
Karena itu hari-hari terakhir Ramadhan harus kita manfaatkan untuk:
• memperbanyak ibadah
• memperbanyak istighfar
• memperbanyak sedekah
• memperbanyak doa
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar.
■ HIKMAH & HARAPAN ■
Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan perubahan.
Ramadhan seharusnya menjadi momentum bagi kaum Muslim untuk kembali memahami Islam secara utuh dan meninggalkan sikap sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan.
Semoga Allah ﷻ menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, serta menjadikan kita termasuk orang-orang yang meraih kemenangan di hari Idul Fitri.
Wallahu a’lam bish-shawab.
📢 DUKUNG DAKWAH INI
Buletin Kaffah ini disebarkan sebagai bagian dari ikhtiar dakwah untuk menyebarkan pemahaman Islam secara menyeluruh (kaffah).
Bagi yang ingin turut berkontribusi dalam dakwah ini, seperti untuk:
• cetak dan distribusi buletin
• kegiatan dakwah
• santunan bagi fakir miskin
serta berbagai sarana dakwah lainnya
dapat menyalurkan donasi seikhlasnya melalui:
📲 DANA: 087831718241
atau melalui tautan berikut:
https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012021071482596997
Semoga setiap kontribusi yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
Jazakumullahu khairan katsiran. 🤲


Posting Komentar untuk "RAMADHAN: MOMENTUM MENGUBUR SIKAP SEKULER"