Ramadhan Akan Segera Berlalu, Mari Kembali Kepada Al-Qur’an Seluruhnya Tanpa Ragu!

 



Alhamdulillah, tanpa terasa waktu terus berjalan. Hari demi hari Ramadhan berlalu begitu cepat. Kini kita telah berada pada 22 Ramadhan 1447 H, artinya Ramadhan sudah memasuki sepuluh hari terakhir yang penuh kemuliaan.

Hari-hari yang tersisa di bulan suci ini semakin sedikit. Dalam hitungan hari saja, Ramadhan akan segera pergi meninggalkan kita. Pertanyaannya adalah:

Apakah Ramadhan benar-benar telah mengubah diri kita?

Apakah hubungan kita dengan Al-Qur’an semakin kuat?

Ataukah Ramadhan hanya berlalu seperti tahun-tahun sebelumnya?

Padahal Ramadhan memiliki hubungan yang sangat erat dengan Al-Qur’an.

Allah ﷻ berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

"Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang benar dan yang batil."

(QS. Al-Baqarah: 185)

Ayat ini menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Bulan di mana wahyu Allah diturunkan sebagai petunjuk hidup bagi manusia.

Namun sangat disayangkan, pada masa sekarang banyak orang hanya menjadikan Al-Qur’an sebatas bacaan Ramadhan. Dibaca ketika tadarus, dilantunkan ketika tarawih, tetapi sering kali tidak dijadikan pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Padahal Al-Qur’an bukan sekadar kitab yang dibaca untuk mencari pahala. Ia adalah kalamullah, firman Allah yang menjadi pedoman hidup manusia secara menyeluruh.

Allah ﷻ berfirman:

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ

"Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab untuk menjelaskan segala sesuatu."

(QS. An-Nahl: 89)

Ayat ini menjelaskan bahwa Al-Qur’an memberikan petunjuk bagi seluruh aspek kehidupan manusia. Bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga kehidupan sosial, ekonomi, hukum, bahkan tata kehidupan masyarakat.

Karena itu Allah memerintahkan kaum beriman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan."

(QS. Al-Baqarah: 208)

Kata “kaffah” dalam ayat ini memiliki makna yang sangat mendalam: Islam harus dijalankan secara total, bukan setengah-setengah.

Tidak boleh hanya mengambil bagian ibadahnya saja, tetapi meninggalkan aturan-aturan lain yang juga berasal dari wahyu Allah.

Sayangnya, di zaman sekarang sering muncul pemikiran yang mengatakan:

“Agama cukup di masjid saja.”

“Agama jangan dibawa ke kehidupan publik.”

Padahal Islam diturunkan untuk mengatur seluruh kehidupan manusia, bukan hanya urusan pribadi.

Rasulullah ﷺ juga telah memberikan peringatan kepada umatnya agar selalu berpegang teguh kepada Al-Qur’an.

Beliau bersabda:

تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّتِي

"Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang jika kalian berpegang teguh kepadanya maka kalian tidak akan tersesat: Kitabullah dan Sunnahku."

(HR. Malik)

Hadits ini menjelaskan bahwa sumber keselamatan umat adalah kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah.

Jika umat Islam menjauh dari keduanya, maka umat akan mengalami kelemahan, perpecahan, bahkan kehilangan kemuliaannya.

Karena itu menjelang berakhirnya Ramadhan ini, kita perlu melakukan muhasabah.

Sudahkah kita benar-benar dekat dengan Al-Qur’an?

Sudahkah kita menjadikannya sebagai pedoman hidup?

Ataukah kita hanya membacanya di bulan Ramadhan saja?

Ramadhan yang hampir berlalu ini seharusnya menjadi momentum untuk memperbarui komitmen kita terhadap Al-Qur’an.

Membacanya dengan penuh keimanan.

Memahaminya dengan kesungguhan.

Mengamalkannya dalam kehidupan.

Dan yang lebih penting lagi, menjadikannya sebagai pedoman hidup umat secara menyeluruh.

Karena kemuliaan umat Islam tidak akan kembali kecuali dengan kembali kepada Al-Qur’an.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

"Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an), dan merendahkan kaum yang lain dengannya."

(HR. Muslim)

Artinya, siapa yang memuliakan Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman hidup, maka Allah akan mengangkat derajat mereka. Namun siapa yang meninggalkannya, maka kehinaanlah yang akan menimpa mereka.


■ HIKMAH & HARAPAN ■

Ramadhan akan segera pergi meninggalkan kita. Belum tentu kita akan bertemu kembali dengan Ramadhan tahun depan.

Karena itu mari kita jadikan sisa Ramadhan ini sebagai momentum untuk kembali kepada Al-Qur’an secara total, bukan hanya membacanya, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman hidup.

Semoga Allah ﷻ mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Dan semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang hidup bersama Al-Qur’an dan dimuliakan dengannya.

Wallahu a’lam bish-shawab.


Dukung Dakwah Buletin Subuh

Apabila sahabat sekalian merasa buletin ini bermanfaat,

silakan dukung dakwah ini dengan donasi seikhlasnya.

Donasi digunakan untuk:

• biaya cetak buletin dakwah

• distribusi buletin

• kebutuhan dakwah lainnya.


Transfer melalui DANA Klik Disini untuk donasi.


Semoga setiap rupiah yang disumbangkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.


Jazakumullahu khairan katsiran.




Monggo ditonton juga Live Streaming di chanel YouTube AL VLOGGER

Posting Komentar untuk "Ramadhan Akan Segera Berlalu, Mari Kembali Kepada Al-Qur’an Seluruhnya Tanpa Ragu!"