Menurut perhitungan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), 1 Syawal 1447 H insyaAllah jatuh pada Jum’at, 20 Maret 2026 M.
Artinya — hari ini tersisa 15 hari lagi menuju Idul Fitri.
Tanpa terasa, kita telah menempuh setengah perjalanan Ramadhan.
Separuh sudah berlalu. Separuh lagi menunggu kesungguhan kita.
Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah madrasah perubahan. Pertanyaannya:
Sudahkah ada perubahan dalam diri kita?
Separuh Jalan: Evaluasi Diri
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Tujuan Ramadhan jelas: takwa.
Bukan hanya menahan lapar.
Bukan hanya ramai di awal, lalu redup di pertengahan.
Justru biasanya 10 hari terakhirlah penentu kualitas Ramadhan seseorang.
Masih Ada 15 Hari — Jangan Kendur!
Selama ruh masih di badan, peluang pahala masih terbuka. Rasulullah ﷺ bersabda:
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ
“Sungguh merugi seseorang yang mendapati Ramadhan, lalu Ramadhan berlalu sebelum ia diampuni.”
(HR. Tirmidzi no. 3545)
Hadits ini seperti alarm keras:
Jangan sampai Ramadhan berlalu begitu saja tanpa ampunan.
Kalau di awal masih bolong-bolong tilawahnya — kejar!
Kalau qiyamullail masih jarang — mulai!
Kalau sedekah masih minim — tambah!
Ramadhan belum selesai. Pertandingan belum berakhir.
Kuatkan Spirit Ibadah & Persatuan
Beberapa hari terakhir kita banyak membahas tentang pentingnya ukhuwah, meninggalkan perpecahan, dan kembali pada nilai Islam secara menyeluruh / kaffah.
Momentum Ramadhan ini adalah waktu terbaik untuk memperbaiki:
• Hubungan dengan Allah
• Hubungan dengan keluarga
• Hubungan dengan sesama Muslim
• Komitmen terhadap syariat dalam kehidupan sehari-hari
Allah menegaskan:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
“Berpeganglah kalian semuanya kepada tali Allah dan janganlah bercerai-berai.”
(QS. Ali ‘Imran: 103)
Ramadhan mendidik kita disiplin, sabar, dan taat. Nilai-nilai inilah fondasi kebangkitan umat. Kebangkitan tidak dimulai dari luar — tetapi dari hati yang tunduk dan pribadi yang bertakwa.
10 Hari Terakhir Sudah di Depan Mata
Sebentar lagi kita akan memasuki fase paling istimewa: 10 hari terakhir Ramadhan. Di dalamnya ada Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Allah berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Lailatul Qadr itu lebih baik dari seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 3)
Bayangkan — satu malam setara lebih dari 83 tahun ibadah.
Maka 15 hari ini bukan waktu untuk melambat.
Ini waktu untuk meningkatkan kecepatan.
Jangan Hanya Hitung Hari, Hitung Amal
Menuju Idul Fitri bukan sekadar hitung mundur.
Bukan sekadar persiapan pakaian baru atau hidangan lebaran.
Yang terpenting:
Apakah kita keluar dari Ramadhan dalam keadaan lebih bertakwa?
Idul Fitri sejatinya adalah kemenangan —
Tapi kemenangan bagi siapa?
Bagi mereka yang berhasil menundukkan hawa nafsu.
Bagi mereka yang memaksimalkan sisa waktu.
Bagi mereka yang kembali kepada Allah dengan hati yang bersih.
■ HIKMAH & HARAPAN ■
15 hari lagi menuju Idul Fitri.
Masih ada kesempatan. Masih ada waktu. Masih ada harapan.
Mari:
Perbaiki shalat kita
Perbanyak tilawah
Hidupkan malam dengan qiyam
Perbanyak istighfar
Pererat ukhuwah
Teguhkan komitmen terhadap Islam secara menyeluruh
Jangan biarkan Ramadhan meninggalkan kita dalam keadaan biasa-biasa saja.
Semoga separuh Ramadhan yang tersisa menjadi fase terbaik ibadah kita.
Semoga kita dipertemukan dengan Lailatul Qadr.
Semoga kita keluar dari Ramadhan sebagai pribadi yang lebih bertakwa dan lebih siap memperjuangkan syariat Islam dalam kehidupan.
Wallahu alam bishowab
Jangan lupa saksikan Live Streaming di chanel YouTube AL VLOGGER pagi ini jam 05.30 WIB !


Posting Komentar untuk "15 HARI LAGI MENUJU IDUL FITRI"