Alhamdulillah, hari ini kita sudah memasuki sepekan Ramadhan. Waktu berjalan cepat. Pertanyaannya: apakah iman kita ikut naik, atau justru biasa-biasa saja?
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang keras dan kasar, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
(QS. At-Tahrim: 6)
Ayat ini tegas. Perintahnya jelas: jaga diri dan keluarga.
• Bukan hanya diri.
• Bukan hanya keluarga.
Tapi dua-duanya.
Jangan Sibuk Dakwah Keluar, Tapi Rumah Sendiri Terbakar
Kadang ada yang semangat berdakwah ke umat. Aktif mengisi kajian. Lantang berbicara tentang perbaikan negeri. Tapi anaknya lalai shalat. Istrinya jauh dari tuntunan. Orangtuanya tak pernah disentuh nasihat.
Ironis.
Sebaliknya, ada juga yang hanya fokus pada keluarganya sendiri. “Yang penting rumah saya baik.” Sementara masyarakat sekitar rusak, kemaksiatan merajalela, dan ia memilih diam.
Itu juga keliru.
Islam bukan agama individualis. Ia juga bukan sekadar urusan domestik. Islam adalah sistem hidup yang menyeluruh.
• Menjaga keluarga adalah kewajiban personal.
• Menjaga umat adalah tanggung jawab sosial.
• Dua-duanya tidak boleh ditinggalkan.
Ramadhan Momentum Evaluasi Keluarga
Ramadhan bukan hanya soal tadarus di masjid. Tapi juga:
• Apakah shalat berjamaah di rumah hidup?
• Apakah anak-anak diajarkan puasa dengan cinta, bukan paksaan?
• Apakah suami-istri saling mengingatkan dalam kebaikan?
• Apakah rumah kita menjadi tempat dzikir atau justru tempat lalai?
• Api neraka itu nyata. Bukan dongeng. Bukan sekadar ancaman retoris.
Dan menjaga keluarga bukan hanya dengan memberi nafkah materi. Tapi juga dengan:
✔ Mengajarkan tauhid yang lurus
✔ Membiasakan ibadah sesuai tuntunan
✔ Menanamkan rasa takut dan cinta kepada Allah
✔ Menjaga mereka dari lingkungan dan pemikiran yang merusak
Zaman Rusak Butuh Syariat Secara Totalitas
Kita hidup di zaman yang serba bebas. Nilai agama sering dipinggirkan. Standar halal-haram kabur. Hiburan, pergaulan, ideologi—semua masuk tanpa filter.
Kalau keluarga tidak dibentengi dengan syariat, maka arus zaman akan menyeret mereka.
Karena itu, menjalankan Islam tidak bisa setengah-setengah. Tidak cukup hanya shalat dan puasa, tapi ekonomi, pendidikan, pergaulan, bahkan cara berpikir pun harus dituntun wahyu.
Jika aturan Allah dijalankan secara totalitas, maka bukan hanya individu yang selamat—masyarakat pun terjaga.
Dimulai dari rumah.
Diperluas ke umat.
Dikuatkan dengan sistem yang benar.
■ HIKMAH & HARAPAN ■
Ramadhan adalah madrasah. Di dalamnya kita belajar tanggung jawab.
Tanggung jawab atas diri.
Tanggung jawab atas keluarga.
Tanggung jawab atas umat.
Jangan sampai kita semangat memperbaiki dunia luar tapi lupa memperbaiki rumah sendiri. Dan jangan pula nyaman dengan keluarga sendiri sementara umat dibiarkan rusak.
Semoga Allah menjadikan rumah-rumah kita taman ketaatan.
Semoga anak-anak kita menjadi generasi yang tegak di atas tauhid.
Semoga kita tidak hanya selamat sendiri, tapi juga menyelamatkan.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Takbir!
Allahu Akbar!
Jangan lupa saksikan juga Live Streaming chanel YouTube AL VLOGGER kultum pagi, jangan tidur lagi yo !! Hehe


Posting Komentar untuk "MENJAGA DIRI & KELUARGA DARI API NERAKA: PENTINGNYA MENJALANKAN SYARIAT ISLAM SECARA TOTALITAS"