MENANAMKAN TSAQOFAH ISLAM KEPADA ANAK-ANAK



Anak-anak adalah amanah sekaligus harapan umat. Dari merekalah masa depan Islam akan dibangun. Karena itu, apa yang ditanamkan hari ini—baik pemikiran, nilai, maupun cara pandang hidup—akan sangat menentukan arah umat di masa mendatang.

Di tengah derasnya arus sekularisme dan liberalisme yang membanjiri dunia pendidikan, menanamkan tsaqafah Islam yang murni dan kaffah bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.


Anak-anak dan Fitrah Islam

Islam memandang anak sebagai makhluk yang lahir di atas fitrah. Rasulullahbersabda:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ

“Setiap anak dilahirkan di atas fitrah.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Fitrah ini akan tumbuh sesuai dengan lingkungan yang membentuknya. Jika lingkungan pendidikan dipenuhi nilai-nilai Islam, maka fitrah itu akan terjaga. Sebaliknya, jika yang dominan adalah pemikiran sekuler, maka perlahan Islam akan terpinggirkan dari cara berpikir anak-anak.


Bahaya Sekularisasi Pendidikan

Sistem kehidupan hari ini dibangun di atas asas kapitalisme, di mana manfaat dan materi dijadikan standar utama. Akibatnya, Islam sering dipersempit hanya sebatas ritual: shalat, puasa, dan ibadah personal. Sementara urusan kehidupan—politik, ekonomi, pendidikan, dan sosial—dianggap bebas nilai, bahkan dilepaskan dari tuntunan wahyu.

Inilah bahaya besar dalam dunia pendidikan:

Islam diajarkan, tetapi tidak dijadikan cara pandang hidup.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah (menyeluruh).”

(QS. Al-Baqarah: 208)

Ayat ini menegaskan bahwa Islam tidak boleh dipilah-pilah. Pendidikan Islam pun harus mencetak generasi yang memahami Islam sebagai aturan hidup, bukan sekadar pelajaran di sekolah.


Tsaqafah Islam vs Tsaqafah Asing

Hari ini, banyak tsaqafah asing masuk melalui berbagai program dan narasi: toleransi yang kebablasan, moderasi yang mengaburkan akidah, hingga kerukunan yang mengorbankan prinsip. Semua dikemas dengan bahasa halus, namun dampaknya nyata: melemahkan jati diri Muslim sejak usia dini.

Padahal tsaqafah Islam justru membentuk:

• Keberanian membela kebenaran

• Kepedulian terhadap nasib umat

• Kesadaran bahwa Islam mengatur seluruh aspek kehidupan

Tanpa tsaqafah Islam, anak-anak akan tumbuh cerdas secara akademik, tetapi kering secara ideologis.


Media Dakwah yang Dekat dengan Anak-anak

Menanamkan tsaqafah Islam kepada anak-anak membutuhkan cara yang bijak dan kreatif. Tidak selalu dengan ceramah panjang, tetapi bisa melalui bacaan ringan, diskusi santai, contoh nyata, dan media dakwah yang dekat dengan dunia mereka.

Buletin dakwah, misalnya, bisa menjadi sarana efektif:

ringkas, aktual, dan menggugah rasa ingin tahu. Dari satu lembar bacaan, anak-anak mulai mengenal isu umat, memahami ketidakadilan global, dan menyadari bahwa Islam punya solusi.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang mengerjakannya.”

(HR. Muslim)


Investasi Peradaban

Menanamkan tsaqafah Islam kepada anak-anak bukan hasil instan. Ini adalah investasi jangka panjang peradaban. Apa yang ditanam hari ini mungkin belum terlihat hasilnya sekarang, tetapi kelak akan tumbuh menjadi generasi yang berani berpikir Islam, bersikap Islam, dan memperjuangkan Islam.

Jika generasi muda kehilangan tsaqafah Islam, maka umat akan kehilangan arah. Namun jika tsaqafah Islam tertanam kuat, maka kebangkitan umat bukan sekadar mimpi.


■ HIKMAH & HARAPAN ■

Anak-anak adalah ladang amal yang luas. Menanamkan tsaqafah Islam kepada mereka berarti menjaga masa depan umat dari pemikiran sekuler dan liberal yang merusak. Dengan pendekatan yang lembut, cerdas, dan konsisten, dakwah kepada generasi muda akan menjadi cahaya di tengah gelapnya sistem hari ini.

Semoga Allah memberkahi setiap langkah kecil dalam mendidik, membimbing, dan mengenalkan Islam secara kaffah kepada generasi penerus umat.

Wallahu a’lam bish-shawab.




 

Posting Komentar untuk "MENANAMKAN TSAQOFAH ISLAM KEPADA ANAK-ANAK"