Segala puji hanya milik Allah ﷻ, Rabb semesta alam, yang dengan rahmat dan hidayah-Nya kembali mempertemukan kita dalam majelis ilmu yang mulia, majelis yang diharapkan menjadi sebab turunnya ketenangan, limpahan rahmat, dan ampunan dari Allah ﷻ.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau, para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, hingga kepada kita semua selaku umatnya yang berusaha istiqamah mengikuti seluruh syariat yang beliau bawa hingga akhir zaman.
Alhamdulillah, pada Senin malam Selasa Pahing, 1 Sya’ban 1447 H / 19 Januari 2026 M, kembali digelar Kajian Bulanan di Masjid Besar At-Taqwa Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Dalam rangka memperingati Isra' Mi'raj yang rutin diperingati setiap bulan Rajab.
Meskipun secara kalender Global telah memasuki bulan Sya’ban, nuansa dan ruh bulan Rajab masih terasa kuat, sebagai momentum penguatan iman, kesadaran umat, dan kebangkitan Islam.
Kajian malam ini diisi oleh KH. Ahmad Zen, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Husna Cikampek, dengan tema besar:
“Isra Mi’raj dan Urgensi Kepemimpinan Islam”
Tema yang tidak ringan, namun sangat mendesak, karena menyentuh akar persoalan umat hari ini.
🕋 ISRA MI’RAJ: BUKAN SEKADAR PERISTIWA SPIRITUAL
Allah ﷻ berfirman:
﴿سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى﴾
“Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha…”
(QS. Al-Isra’: 1)
Isra Mi’raj adalah mukjizat agung, terjadi pada masa paling berat dalam dakwah Nabi ﷺ, yang dikenal sebagai ‘Āmul Ḥuzn (Tahun Kesedihan), setelah wafatnya:
Khadijah RA, penopang dakwah
Abu Thalib, pelindung Rasulullah ﷺ
Peristiwa ini:
Menguatkan orang beriman
Menggugurkan orang ragu
Menelanjangi kekafiran
Abu Bakar RA mendapat gelar Ash-Shiddiq, karena membenarkan Isra Mi’raj tanpa ragu.
Namun Isra Mi’raj bukan hanya tentang shalat, melainkan juga tentang kepemimpinan.
👑 ISRA MI’RAJ & ISYARAT KEPEMIMPINAN UMAT
Dalam peristiwa Mi’raj, Nabi Muhammad ﷺ:
Mengimami para nabi
Menjadi pemimpin spiritual dan politik umat manusia
Ini isyarat jelas:
Umat Islam ditakdirkan memimpin dunia dengan wahyu.
Kepemimpinan ini tidak berhenti dengan wafatnya Rasulullah ﷺ.
Karena itu, Abu Bakar RA segera dibai’at sebagai Khalifah, demi:
• Menjaga agama
• Mencegah perpecahan
• Menegakkan syariat
⚠️ KEWAJIBAN ADANYA PEMIMPIN UMAT
Allah ﷻ berfirman:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ﴾
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah Rasul, dan ulil amri di antara kalian.”
(QS. An-Nisa’: 59)
Ulil amri adalah:
Pemimpin yang menjalankan hukum Allah dan Rasul-Nya.
Jika pemimpin tidak menerapkan syariat Islam, maka ia bukan ulil amri yang wajib ditaati.
📚 PENDAPAT ULAMA MAZHAB SYAFI’I
Dalam kitab Asnal Mathalib (mazhab Syafi’i), disebutkan:
“Apabila kaum Muslimin hidup tanpa pemimpin, maka tidak boleh dibiarkan lebih dari tiga hari.”
Artinya:
Kekosongan kepemimpinan haram
Umat Islam wajib segera mengangkat pemimpin
Namun fakta hari ini:
Sejak 3 Maret 1924 / 28 Rajab 1342 H, Khilafah runtuh
Sudah lebih dari 100 tahun umat Islam tanpa pemimpin global
➡️ Ini dosa kolektif,
➡️ Kecuali bagi mereka yang:
Merindukan tegaknya syariat
Berjuang mengupayakan kepemimpinan Islam
🏛️ PERAN NEGARA DALAM MENJAGA AGAMA
Tanpa negara Islam:
• Aqidah rusak
• Akhlak hancur
• Syariat ditinggalkan
• Umat tercerai-berai
Negara Islam berfungsi:
• Menjaga agama (ḥifẓud-dīn)
• Menjamin pendidikan Islam
• Menyejahterakan ulama & guru agama
• Menyaring media & informasi
• Melindungi moral masyarakat
Pada masa Umar bin Khattab RA:
• Guru digaji negara
• Ulama fokus mendidik
• Zakat melimpah
Hari ini?
• Guru agama tak dihargai
• Kurikulum sekuler
• Media merusak moral
• Riba, judol, pinjol dilegalkan
🧱 KEPEMIMPINAN ADALAH BENTENG UMAT
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya imam (pemimpin) itu adalah perisai.”
(HR. Muslim)
Tanpa pemimpin:
• Umat seperti anak ayam kehilangan induknya
• Mudah diserang musuh
• Mudah dipecah-belah
Allah ﷻ berfirman:
﴿وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا﴾
“Berpeganglah kalian semuanya kepada tali Allah, dan jangan bercerai-berai.”
(QS. Ali ‘Imran: 103)
⏳ NUBUWWAT: SYARIAT AKAN HILANG PERLAHAN
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Akan terlepas satu demi satu ikatan Islam. Yang pertama hilang adalah pemerintahan, dan yang terakhir hilang adalah shalat.”
(HR. Ahmad)
Fakta hari ini:
• Pemerintahan Islam hilang
• Syariat ditinggalkan
• Banyak Muslim mengaku Islam tapi tidak shalat
➡️ Bukan karena Islam salah
➡️ Tapi karena Islam tidak diterapkan secara kaffah
🌱 HIKMAH & HARAPAN
Isra Mi’raj menegaskan kepemimpinan Islam adalah bagian dari agama
Islam bukan hanya agama ritual semata, tapi sistem kehidupan
Umat Islam harus bersatu di bawah kepemimpinan Islam
Kebangkitan umat hanya mungkin dengan syariat Islam kaffah
Merindukan dan memperjuangkan kepemimpinan Islam adalah ibadah
🕊️ PENUTUP
Mari jadikan Isra Mi’raj bukan sekadar seremoni tahunan,
tetapi titik kebangkitan kesadaran umat.
Islam akan mulia jika diterapkan.
Islam akan kuat jika dipimpin.
Islam akan menyelamatkan dunia jika ditegakkan secara kaffah.
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

.png)

.png)
Posting Komentar untuk "ISRA MI'RAJ & URGENSI KEPEMIMPINAN ISLAM - Kajian Akbar Rajab MaBes At Taqwa Cijeungjing"