AKIBAT TIDAK DIATUR DENGAN SYARIAT ISLAM, SEKARANG APA YANG TIMBUL…?

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.


Segala puji bagi Allah ﷻ yang masih memberi kita umur, akal, dan kesempatan untuk berpikir jernih di tengah dunia yang semakin gaduh. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.



---


POTRET REALITA: KENAPA SEMUA SERBA SULIT?


Hari ini kita hidup di zaman di mana apa-apa mahal, ekonomi makin sesak, biaya pendidikan melambung, pekerjaan sulit dicari, dan utang berbunga (riba) dianggap biasa. Di saat yang sama, zina merajalela, LGBT dinormalisasi, akhlak runtuh, dan para pejabat terlihat jauh dari penderitaan rakyat.


Pertanyaannya sederhana namun mendasar: mengapa semua ini terjadi?


Jawabannya pun tegas: karena kehidupan tidak diatur dengan syariat Islam. Ketika aturan Allah ditinggalkan, jangan heran jika yang muncul adalah kerusakan demi kerusakan.



---


MAHALNYA HIDUP & SISTEM EKONOMI YANG SALAH


Islam mengatur ekonomi agar harta beredar adil, tidak menumpuk pada segelintir orang. Namun hari ini, sistem kapitalisme menjadikan keuntungan sebagai tujuan utama, bukan kemaslahatan.


Allah ﷻ berfirman:


> كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ


"Agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu." (QS. Al-Hasyr: 7)




Ketika ayat ini diabaikan, yang terjadi adalah:


Harga kebutuhan pokok naik


Rakyat kecil tercekik


Negara tunduk pada kepentingan pemodal




---


RIBA DINORMALKAN, PADAHAL JELAS DIHARAMKAN


Pinjam ke bank, bank emok, koperasi, fintech—semua berbunga. Anehnya, ini dianggap wajar. Padahal Allah ﷻ mengumumkan perang terhadap pelaku riba.


> فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ


"Maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu." (QS. Al-Baqarah: 279)




Riba merusak:


Rumah tangga


Usaha kecil


Mental masyarakat



Tidak heran jika hidup terasa berat—karena kita hidup di bawah sistem yang dimurkai Allah.



---


ZINA, LGBT, DAN KRISIS AKHLAK


Syariat Islam menjaga kehormatan manusia. Namun hari ini, kebebasan tanpa batas diagungkan. Akibatnya, zina dianggap gaya hidup dan penyimpangan dinormalisasi.


Allah ﷻ berfirman:


> وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا


"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32)




Ketika peringatan ini diabaikan, lahirlah:


Kerusakan moral


Penyakit sosial


Hancurnya institusi keluarga




---


PENDIDIKAN MAHAL, ILMU KEHILANGAN BERKAH


Dalam Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban dan tanggung jawab negara. Namun hari ini, pendidikan menjadi komoditas.


Mahasiswa dipaksa:


Ada yang orangtuanya harus berutang


Bekerja sambil kuliah


Mengejar gelar, bukan kebenaran



Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:


> طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ


"Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah)





---


PEJABAT TIDAK PEDULI? SISTEMNYA MEMANG BEGITU


Dalam sistem demokrasi sekuler, kekuasaan mahal. Maka wajar jika pejabat sibuk balik modal kepada pemodal.


Rasulullah ﷺ bersabda:


> الإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ


"Pemimpin adalah pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya." (HR. Bukhari dan Muslim)




Jika aturan ini diganti dengan hukum buatan manusia, jangan heran jika amanah hilang.



---


SYARIAT ISLAM: BUKAN MASALAH, TAPI SOLUSI


Islam bukan hanya mengatur ibadah ritual, tapi seluruh aspek kehidupan: ekonomi, politik, pendidikan, sosial, dan hukum.


Allah ﷻ berfirman:


> وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ


"Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang zalim." (QS. Al-Ma'idah: 45)





---


■ HIKMAH & HARAPAN ■


Krisis hari ini bukan kebetulan, tapi akibat ditinggalkannya syariat Islam.


Islam kaffah adalah solusi hakiki, bukan tambal sulam.


Dakwah harus terus berjalan, meski arus sekuler makin deras.


Setiap Muslim punya peran, sekecil apa pun, untuk mengingatkan umat.



Semoga Allah ﷻ memberi kita keistiqamahan untuk terus berjuang menegakkan kebenaran, menjadikan Islam sebagai aturan hidup, dan tidak larut dalam sistem yang merusak.


Wallāhu a‘lam bish-ṣawāb.

Posting Komentar untuk "AKIBAT TIDAK DIATUR DENGAN SYARIAT ISLAM, SEKARANG APA YANG TIMBUL…?"