70 Hari Lagi Menuju Ramadhan

 


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Segala puji bagi Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kita bersyukur kepada-Nya atas nikmat iman, kesempatan hidup, dan peluang meraih ridha-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, panutan kita, pembawa cahaya Islam, pembawa syariat yang sempurna — bukan hanya syariat ibadah, tapi syariat hidup yang mengatur seluruh aspek kehidupan.


Jika kita mengaku umat beliau, maka kewajiban kita adalah ittiba’, mengikuti seluruh ajaran dan syariat yang dibawanya, bukan memilih sebagian lalu meninggalkan sebagian. Semoga kelak kita diakui sebagai umatnya dan mendapat syafaat mulia darinya. آمين.


Alhamdulillāh… Hari ini Rabu, 10 Desember 2025 M / 20 Jumadil Akhir 1447 H, berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang ditetapkan Muhammadiyah, menunjukkan bahwa kita tinggal 70 hari lagi menuju Ramadhan 1447 H, insyaAllah 1 Ramadhan 1447 H akan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 M.


Artinya, hanya sekitar dua bulan sepuluh hari lagi sebelum tamu agung itu datang. Maka mari kita siapkan diri lahir batin.



---


ISLAM ITU HARUS TOTAL — BUKAN SETENGAH-SETENGAH


Banyak orang hari ini memahami Islam hanya sebatas ritual:

shalat ✔️

puasa ✔️

wirid ✔️

tahlilan ✔️

yasinan ✔️


Lantas selesai.


Padahal Islam bukan agama spiritual doank, tapi minhājul hayāh — jalan hidup yang mengatur seluruh aspek kehidupan:


• politik

• ekonomi

• hukum

• sosial

• pendidikan

• peradilan

• hubungan internasional


Dalilnya jelas:


1️⃣Islam wajib diamalkan KAFFAH


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah.”

(QS. Al-Baqarah: 208)



---


DEMOKRASI & SEKULARISME: SUMBER KERUSAKAN


Negara kita disebut “demokrasi”. Tapi jujur saja:

demokrasi bukan dari Rasulullah ﷺ, bukan dari sahabat, bukan dari syariat.


Demokrasi lahir dari Barat dengan asas sekuler, yaitu:


فَصْلُ الدِّينِ عَنِ الْحَيَاةِ

Memisahkan agama dari kehidupan.


Akibatnya muncul pola pikir:


> “Beragama ya di masjid. Di luar itu gak usah bawa-bawa Islam.”




Dan lihat hasilnya hari ini:


• pejabat peduli rakyat hanya saat pemilu

• setelah terpilih plin-plan

• harus balikin modal ke oligarki

• korupsi merajalela

• kebijakan berpihak ke kapitalis

• moral masyarakat rusak

• LGBT dilindungi atas nama HAM

• zina dianggap “hak pribadi”

• sementara syariat Islam dicurigai


Inilah buah dari ideologi kapitalis-sekuler yang merusak.


Allah sudah memperingatkan:


2️⃣ Yang tidak berhukum dengan hukum Allah terancam 3 kategori


وَمَن لَمْ يَحْكُم بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

“Barang siapa tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan, maka mereka itu adalah kafir.”

(QS. Al-Mā’idah: 44)


وَمَن لَمْ يَحْكُم بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“…mereka itu adalah zhalim.”

(QS. Al-Mā’idah: 45)


وَمَن لَمْ يَحْكُم بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“…mereka itu adalah fasik.”

(QS. Al-Mā’idah: 47)


Tinggal pilih mau masuk kategori yang mana. Ngeri, po ora? 😅



---


HIDUP JADI SEMPIT KALO MENINGGALKAN SYARIAT


Allah juga sudah memperingatkan:


وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا

“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh baginya kehidupan yang sempit.”

(QS. Ṭāhā: 124)


Makanya hidup sekarang terasa sumpek:

krisis moral, krisis ekonomi, krisis keadilan, semua karena aturan Islam ditinggalkan.



---


PANCASILA ITU BUKAN IDEOLOGI


Betul, Pancasila itu mengandung banyak nilai Islam.

Tapi Pancasila adalah falsafah, bukan ideologi.

Dan karena sifatnya multi-tafsir, ia sering dipakai:


• untuk membenturkan Islam

• menuduh Islam ekstrem

• memojokkan dakwah syariah

• menuduh Islam kaffah sebagai ancaman


Padahal Islam selama 13 abad mampu menyatukan umat manusia tanpa nasionalisme dan tanpa batas negara. Kapitalisme? Kagak pernah berhasil.



---


MAKA… RAMADHAN INI HARUS JADI MOMEN KESADARAN


70 hari menuju Ramadhan ini bukan sekadar hitungan menuju puasa.


Ini waktunya:


✔ memperbaiki iman

✔ menguatkan pemahaman bahwa Islam harus total

✔ meninggalkan pemahaman sepotong-sepotong

✔ membuang jauh ide sekuler-liberal

✔ kembali yakin bahwa kebahagiaan hanya dengan syariat Allah

✔ menyiapkan diri menyambut tamu agung Ramadhan — dengan ruh perjuangan, bukan sekadar acara makan takjil



---


■ HIKMAH & HARAPAN ■


Semoga 70 hari menjelang Ramadhan ini menjadi:


• pemantik untuk memperbaiki kualitas iman

• dorongan untuk kembali pada Islam secara kaffah

• kesadaran bahwa hidup ini harus diatur oleh wahyu, bukan hawa nafsu manusia

• titik balik bagi umat agar kembali kepada syariat yang sempurna


Semoga Allah meneguhkan hati kita dalam ketaatan dan memberikan kekuatan untuk memperjuangkan tegaknya aturan-Nya.


Wallāhu a‘lam bishshawāb.




Posting Komentar untuk "70 Hari Lagi Menuju Ramadhan"