Umat Islam ditakut²i dengan isu "Wahabi, HTI, Radikal, Esktrem dll". Sementara para Oligarki Kapitalis bebas merampok SDA negeri kita‼️❓🧐



Fenomena belakangan ini benar-benar ironi yang membikin dada sesak. Umat Islam—mayoritas di negeri ini—justru terus menerus diteror dengan label menakutkan: wahabi, radikal, ekstrem, garis keras, anti NKRI, HTI, teroris, dan entah istilah apa lagi yang diciptakan.


Padahal… yang merusak negeri ini bukan umat yang berjuang menegakkan Islam, tetapi para oligarki kapitalis yang bebas merampok kekayaan alam tanpa kontrol!


Contoh paling nyata?

Banjir bandang dan longsor parah di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Hujan mungkin penyebab langsung. Tapi yang membuat dampaknya mematikan adalah hutan digunduli, tambang ilegal merajalela, lahan babak belur oleh eksploitasi tanpa aturan.


Air tidak hanya membawa lumpur, tapi juga tumpukan kayu, material tambang, dan segala bentuk kerusakan akibat kerakusan kapitalis.

Yang rusak? Rakyat kecil.

Yang untung? Oligarki.

Yang disalahkan? “Wahabi lingkungan.”

Astaghfirullāh… miris luar biasa.


Dan lebih miris lagi karena ucapan seperti ini justru datang dari tokoh-tokoh yang mengaku cendekiawan, padahal logika ilmiahnya tak jelas dan akhlaknya entah ke mana.

Namun catat baik-baik: ini bukan persoalan NU atau ormas manapun. Ini soal oknum liberal yang berlindung di balik nama besar ormas.



---


PROGRAM ISLAMOPHOBIA: MEMBUNGKAM UMAT, MENJAMIN KENYAMANAN KAPITALIS


Label “radikal”, “ekstrem”, “garis keras”, sengaja ditanamkan agar umat Islam saling curiga, saling menjauh, dan takut berbicara tentang syariat, khilafah, atau politik Islam.

Hasil akhirnya jelas:


Umat sibuk saling tuduh,

sementara kapitalis nyaman mengeruk SDA.


Di saat umat dilarang bicara Islam kaffah, para neoliberal dan oligarki justru berhasil mendorong sistem ekonomi-politik yang menguntungkan mereka.

Sistem demokrasi sekuler hanya menjadi tameng: “Dari rakyat untuk rakyat”, padahal kenyataannya… dari rakyat untuk oligarki.



---


ISLAM PUNYA ATURAN TENTANG SDA — DAN ITU SOLUSI YANG SEJATI


Islam sudah lama memberi jawaban bagaimana SDA harus dikelola.

Rasulullah ﷺ bersabda:


«النَّاسُ شُرَكَاءُ فِي ثَلَاثٍ: فِي الْمَاءِ وَالْكَلَإِ وَالنَّارِ»

“Manusia berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api (energi).” (HR. Abu Dawud)


Ini menunjukkan SDA yang vital adalah milik umum, bukan milik korporasi, bukan milik oligarki, dan bukan untuk dikuasai asing.

Negara wajib mengelolanya dan hasilnya wajib dikembalikan ke rakyat — pendidikan gratis, kesehatan gratis, layanan publik murah dan layak.


Inilah yang hilang hari ini karena sistem yang dipakai bukan syariat, tetapi sekuler kapitalis yang cacat dan sarat kepentingan.



---


DALIL AL-QUR’AN: KETIKA HUKUM ALLAH DITINGGALKAN, KERUSAKAN TURUN


Allah sudah mengingatkan:


1. Kewajiban berhukum dengan syariat


﴿وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللّٰهُ فَأُولٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ﴾

“Barang siapa tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan, mereka itulah orang-orang kafir.” (QS. Al-Māidah: 44)


﴿وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللّٰهُ فَأُولٰئِكَ هُمُ الظّٰلِمُونَ﴾

(QS. Al-Māidah: 45)


﴿وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللّٰهُ فَأُولٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ﴾

(QS. Al-Māidah: 47)


Ayat-ayat ini bukan main. Allah tegas: meninggalkan hukum-Nya = bencana, kerusakan, dan kehancuran moral.


2. Berkah datang hanya jika penduduk beriman dan bertakwa


﴿وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۖ وَلٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ﴾

(QS. Al-A'rāf: 96)


“Jika penduduk negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan melimpahkan berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan, maka Kami timpakan azab karena apa yang mereka perbuat.”


Ayat ini seperti menampar kita semua: kerusakan alam, bencana, hutan gundul, banjir bandang — bukan hanya faktor alam, tapi karena kita meninggalkan aturan Allah.



---


■ HIKMAH & HARAPAN ■


Sudah waktunya umat Islam berhenti takut pada label-label kosong seperti wahabi, radikal, HTI, dan segala istilah yang sengaja diciptakan untuk menancapkan Islamophobia internal di tubuh umat.


Yang seharusnya ditakuti bukan perjuangan menegakkan syariat, tapi kerakusan kapitalis yang merusak bumi, menghancurkan keseimbangan alam, dan memiskinkan rakyat.


Mari buka mata:

Sampai kapan kita biarkan negeri kaya ini menjadi kebun bagi oligarki, dan kuburan bagi rakyatnya?


Islam bukan ancaman.

Islam justru hadir membawa solusi — dari pengelolaan SDA, ekonomi, politik, hingga keadilan sosial.


Saatnya kembali percaya:

Tidak ada yang lebih mulia, lebih adil, dan lebih sempurna dibanding aturan Allah.


Wallāhu a'lam bish-shawāb.

Posting Komentar untuk "Umat Islam ditakut²i dengan isu "Wahabi, HTI, Radikal, Esktrem dll". Sementara para Oligarki Kapitalis bebas merampok SDA negeri kita‼️❓🧐"