SERING DIABAIKAN & KUDU DIPERHATIKAN NIH! : BATASAN AURAT LAKI-LAKI & PEREMPUAN

 



Fenomena hari ini bikin miris…

Banyak laki-laki keluar rumah cuma pakai kolor, paha nongol, kadang sampai pangkal paha pun terlihat! Padahal jelas paha laki-laki itu aurat, baik di hadapan sesama laki-laki maupun perempuan non-mahram.

Sementara di sisi lain, banyak perempuan memang sudah berhijab—tapi pakaian ketat, membentuk tubuh, lekukan terlihat. Hasilnya? Pakaian memang panjang, tapi aurat masih ke-print dengan jelas.


Inilah realita umat di zaman sekuler-liberal:

Tahu soal ritual, tapi butiran-butiran adab & syariat dasar seperti aurat justru diabaikan.



---


🕌 APA ITU AURAT MENURUT SYARIAT?


1. Aurat Laki-Laki: Dari Pusar Sampai Lutut


Rasulullah ﷺ bersabda:


مَا بَيْنَ السُّرَّةِ وَالرُّكْبَةِ عَوْرَةٌ

"Daerah antara pusar dan lutut adalah aurat."

(HR. Ahmad no. 21992)


Tafsir & Penjelasan:

Ibnu Katsir menegaskan bahwa bagian tubuh yang diperintahkan Allah untuk dijaga, maka membukanya termasuk tindakan yang menyelisihi perintah syariat. Para ulama bersepakat bahwa paha termasuk aurat dan wajib ditutup.


Tidak ada ulama mu’tabar yang membolehkan laki-laki “keluar pakai kolor” dengan paha terlihat. Itu jelas khilafus sunnah.



---


2. Aurat Perempuan: Seluruh Tubuh Kecuali Wajah & Telapak Tangan


Allah berfirman:


وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

“…Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa tampak darinya.”

(QS. An-Nur: 31)


Tafsir Ibnu Katsir:

Yang boleh tampak hanyalah wajah dan telapak tangan, sementara seluruh tubuh wajib ditutup rapat.


Tapi catatan pentingnya:

Pakaian harus longgar dan tidak membentuk tubuh.


Rasulullah ﷺ bersabda:


نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ

“Ada wanita yang berpakaian tapi telanjang.”

(HR. Muslim no. 2128)


Wanita dikatakan “berpakaian tapi telanjang” ketika pakaiannya ketat, tipis, atau membentuk lekuk tubuh. Ini jelas melanggar syariat.



---


🧨 FENOMENA MIRIS DI ZAMAN SEKULER-LIBERAL


1. Laki-laki keluar rumah pakai kolor


Aurat kebuka di depan umum → ini jadi normal.

Masalahnya, tidak hanya merusak adab, tapi membuka celah fitnah, pelecehan, bahkan penyimpangan.


Kalau paha laki-laki saja diumbar di depan sesama laki-laki, jangan heran muncul penyimpangan. Tembok syariat runtuh → pintu syahwat terbuka.


2. Perempuan berhijab tapi memakai pakaian ketat


Inilah buah pemikiran liberal:

“Aku kan sudah pakai hijab, urusan lekuk tubuh itu hak pribadi.”


Padahal Islam bukan sekadar menutup, tapi menutupi.

Ada bedanya.


3. Pengajian hanya bahas ritual—adab & aurat jarang disentuh


Masalah aurat ini jarang dibahas.

Yang dibahas ritual, ritual, ritual.

Padahal menjaga aurat itu pondasi adab dan termasuk menjaga masyarakat dari kerusakan moral.



---


**🌧 KAPAN UMAT BOLEH MEREMEHKAN AURAT?


JAWABANNYA: TIDAK PERNAH KECUALI DIDALAM RUANGAN PRIBADI.**


Aurat adalah perintah Allah langsung.

Allah berfirman:


يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah (menutup aurat) setiap kali memasuki masjid.”

(QS. Al-A’raf: 31)


Tafsir al-Wa’ie menjelaskan:

"Ayat ini mengandung perintah umum untuk menjaga kehormatan, tidak menampakkan tubuh, dan tidak menyerupai orang jahiliyah."


Kalau masuk masjid saja harus rapi dan tertutup, apalagi keluar rumah?



---


🧭 BAGAIMANA SEHARUSNYA?


Untuk Laki-laki:


Celana minimal menutupi lutut sampai ke bawah


Tidak memakai kolor keluar rumah


Tidak memakai pakaian ketat yang memamerkan bentuk aurat


Menjaga adab di depan sesama laki-laki maupun perempuan



Untuk Perempuan:


Menutup seluruh tubuh kecuali wajah & telapak tangan


Pakaian longgar, tidak ketat


Tidak transparan


Tidak menyerupai pakaian laki-laki


Tidak memakai wangi-wangian mencolok di luar rumah




---


🟦 HIKMAH & HARAPAN


Di zaman sekuler-liberal kayak gini, wajar kalau banyak yang meremehkan urusan aurat. Sebab standar hidup bukan lagi wahyu, tapi selera pribadi, budaya barat, dan pendapat manusia.


Padahal penjagaan aurat itu bukan remeh, tapi penjaga akhlak, penjaga fitrah, penjaga ketenteraman masyarakat.


Kalau aurat dijaga, masyarakat lebih sehat.

Kalau aurat diabaikan, masyarakat menuju kerusakan moral.


Maka yuk, kembali kepada aturan Allah—aturan yang paling sempurna—karena:


وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“Siapa lagi yang hukumannya lebih baik daripada Allah bagi orang-orang yang yakin?”

(QS. Al-Ma’idah: 50)



---


Wallahu a'lam bish-shawab

Posting Komentar untuk "SERING DIABAIKAN & KUDU DIPERHATIKAN NIH! : BATASAN AURAT LAKI-LAKI & PEREMPUAN"