85 Hari Lagi Menuju Ramadhan

 



بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Alhamdulillāh, tak terasa hari ini Selasa, 25 November 2025 M / 5 Jumada al-Akhirah 1447 H menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)—kita sudah memasuki 85 hari lagi menuju Ramadhan 1447 H, yang insyaAllah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 M.

Waktu berjalan cepat… dan semakin dekat kita dengan bulan penuh keberkahan itu, semakin kita diingatkan untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan kembali kepada aturan Allah secara total.



---


KEMBALI PADA ATURAN ALLAH & RASUL-NYA


Sudah bukan rahasia, akhir-akhir ini kita melihat begitu banyak musibah terjadi di sekitar kita:


• Longsor di Majenang Cilacap,


• Fenomena tanah bergerak di Bantul Yogyakarta,


• Banjir di Kalipucang Pangandaran,


• Longsor di Ciamis yang bahkan memutus jembatan nasional jalur Ciamis–Cirebon,


• dan berbagai musibah lain yang hampir tiap pekan menghiasi berita.



Semua itu bisa menjadi peringatan dari Allah, supaya manusia eling, sadar, dan kembali kepada aturan-Nya. Allah sudah mengingatkan:


> وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

“Musibah apa pun yang menimpa kalian adalah akibat dari perbuatan tangan kalian sendiri.”

(QS. Ash-Shura: 30)




Namun manusia sering merasa aman, merasa biasa saja, merasa “ini cuma fenomena alam” "ini ujian". Padahal hakikatnya Allah sedang menegur. Karena selama ini manusia banyak yang terjebak dalam sistem yang jelas-jelas bertentangan dengan syariat Allah.



---


REALITA SISTEM SEKARANG: TIDAK SESUAI SYARIAT


Banyak orang mengira sistem yang berjalan sekarang sejalan dengan nilai Islam.

Padahal justru sebaliknya.


Sistem dunia hari ini berdiri di atas demokrasi sekuler—lahir dari rahim kapitalisme—yang mengeluarkan agama dari kehidupan. Demokrasi menetapkan hukum bukan dari wahyu, tapi dari suara manusia. Padahal Allah sudah menegaskan:


> وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

“Barang siapa tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Allah, mereka itu orang-orang kafir.”

(QS. Al-Maidah: 44)




> وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“… mereka itulah orang-orang zalim.”

(QS. Al-Maidah: 45)




> وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“… mereka itulah orang-orang fasik.”

(QS. Al-Maidah: 47)




Inilah penyebab utama kerusakan yang tak kunjung berhenti.

Ketika aturan Allah ditinggalkan, kekacauan pasti datang:


• Korupsi merajalela


• Moral masyarakat turun


• Kemaksiatan dianggap biasa


• LGBT berani muncul secara terbuka


• Maksiat terus difasilitasi


• Pemimpin tidak amanah


• Umat Islam mudah dipecah



Semua ini baru peringatan, belum azab. Na‘udzubillāh.



---


ISLAM ITU SEMPURNA – WAJIB DIAMALKAN SECARA KAFFAH


Islam bukan sekadar agama ritual. Islam adalah dien—way of life—yang mengatur seluruh aspek kehidupan:


ibadah,


muamalah,


pendidikan,


ekonomi,


peradilan,


kesehatan,


politik dan pemerintahan,


sampai uqubat (sanksi) bagi pelanggar hukum.



Allah jelas memerintahkan kita agar menjadi Muslim secara total, tidak parsial:


> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

“Wahai orang-orang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah).”

(QS. Al-Baqarah: 208)




Sekarang, bagaimana mungkin umat manusia bisa merasakan rahmatan lil ‘alamin,

jika aturan Islam saja tidak diterapkan dalam kehidupan bernegara?


Islam hanya mungkin menjadi rahmat jika diterapkan, bukan sekadar dibahas.

Jika hanya ritual yang dibenahi, tapi politik, hukum, ekonomi, dan sosial tetap kapitalis sekuler, maka kerusakan pasti terus muncul.



---


MENYAMBUT RAMADHAN DENGAN KESIAPAN IMAN & TAATAN


Dengan tersisanya 85 hari lagi, inilah momen untuk:


1️⃣ Memperbanyak amal ibadah sunnah


Terutama puasa Senin–Kamis, puasa Ayyamul Bidh, atau puasa lainnya.


2️⃣ Mengqadha puasa yang pernah tertinggal


Bagi yang pernah memiliki uzur—musafir, sakit, atau haidh—segera qadha sebelum Ramadhan datang.


3️⃣ Meningkatkan kedekatan dengan Al-Qur’an


Perbanyak baca, tadabbur, dan pahami maknanya.


4️⃣ Menguatkan kesadaran ideologis


Bahwa kebangkitan umat hanya mungkin jika kembali kepada aturan Allah secara total, bukan setengah-setengah.



---


■ HIKMAH & HARAPAN ■


Semoga mendekatnya Ramadhan menyadarkan kita bahwa hidup ini bukan main-main.

Semoga semakin banyak hati yang kembali kepada Allah.

Semoga umat ini bangkit dari kelalaian dan kembali kepada syariat yang sempurna.

Semoga Ramadhan depan menjadi titik perubahan besar bagi diri kita dan bagi umat.


Wallāhu a‘lam bish-shawāb.





Posting Komentar untuk "85 Hari Lagi Menuju Ramadhan"