Akun Sosmed Diblokir karena Sering Bahas Syariat Islam Terus?

 



Fenomena akun media sosial yang diblokir gara-gara rajin bahas syariat Islam seolah membuka tabir: segitu sensitifnya dunia terhadap kata “Islam kaffah”.


Lucu tapi miris, yang ngomongin judol (judi online), pinjol ribawi, bahkan konten maksiat bisa bebas wara-wiri. Tapi giliran ada yang posting tentang ketaatan, dakwah syariat, khilafah, jilbab syar’i, atau sekadar mengingatkan umat agar kembali pada aturan Allah… eh malah dibungkam, disemprit, bahkan dicap “berbahaya”.


Padahal dunia Barat maupun negeri-negeri yang ikut arus sekuler selalu menggembar-gemborkan isu HAM (Hak Asasi Manusia) dan kebebasan berekspresi. Namun kenyataannya, kebebasan itu semu. Kebebasan hanya berlaku kalau sejalan dengan ideologi sekuler.


Kalau menyinggung syariat Islam? Siap-siap kena blokir.

Kalau menuntut keadilan dengan hukum Allah? Langsung dituduh intoleran.


🔹 Judol? Dibilang hiburan.

🔹 Pinjol ribawi? Disebut solusi finansial.

🔹 Buka aurat, pergaulan bebas? Dikasih panggung atas nama “hak individu”.

🔹 Dakwah Islam kaffah? Dicabut, ditutup, diblokir.


Ironis, kan? Kalau memang HAM itu universal, harusnya orang berjenggot, bercadar, berdakwah syariat pun dianggap bagian dari hak asasi yang dilindungi. Taat jangan diphobiai, maksiat jangan didukung.


Allah Ta’ala sudah mengingatkan:


> وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ

“Mereka ingin agar engkau bersikap lunak (dalam prinsip agamamu), maka mereka pun akan bersikap lunak (pura-pura menerima).”

(QS. Al-Qalam: 9)




Artinya, dunia sekuler memang ingin umat Islam “melunak”: jangan bicara syariat, jangan bicara khilafah, cukup bicara soal ibadah privat saja.


Padahal Islam bukan hanya soal ibadah ritual. Islam itu sistem hidup yang mengatur semua aspek: politik, ekonomi, sosial, hingga hukum. Allah menegaskan:


> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah (menyeluruh).”

(QS. Al-Baqarah: 208)




Rasulullah ﷺ juga bersabda:


> بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ، فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam itu awalnya datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing sebagaimana awalnya. Maka berbahagialah orang-orang yang dianggap asing itu.”

(HR. Muslim)




Maka jangan heran, ketika kita bicara syariat Islam kaffah, dunia menganggapnya “ancaman”. Bukan karena salah, tapi karena kebenaran itu menggoyahkan bangunan sistem batil yang mereka tegakkan.



---


■ HIKMAH & HARAPAN ■


1. Pemblokiran akun bukan akhir dari dakwah. Justru menjadi bukti bahwa kebenaran Islam itu mengusik sistem kufur. Kalau tidak penting, tak mungkin mereka sampai repot membungkam.



2. Kebebasan ala sekuler itu palsu. Yang diagungkan hanyalah kebebasan menurut standar mereka. Adapun Islam memiliki standar hakiki: kebebasan yang tunduk pada aturan Allah.



3. Umat Islam jangan takut. Ingatlah sabda Nabi ﷺ tentang ghuraba (orang-orang asing). Kalau kita istiqamah di jalan ini, meski dianggap asing, janji Allah adalah surga.



4. Harapan kita: semoga Allah memberikan keteguhan kepada para dai, aktivis dakwah, dan setiap muslim yang berpegang pada kebenaran. Meski akun diblokir, meski akses dipersempit, cahaya Islam kaffah tetap akan bersinar, hingga akhirnya Allah menangkan agama ini di muka bumi.


Wallahu a'lam bisshowab.....


Posting Komentar untuk "Akun Sosmed Diblokir karena Sering Bahas Syariat Islam Terus?"