MENJELASKAN TENTANG KAFIR BUKAN BERARTI MENGKAFIR²KAN, SYIRIK BUKAN BERARTI MENSYIRIK²KAN, HARAM BUKAN BERARTI MENGHARAM²KAN, BID'AH BUKAN BERARTI MEMBID'AHKAN : PAHAMI ISINYA JANGAN HANYA BACA JUDUL‼️

 




Fenomena aneh di tengah umat: ketika seorang menjelaskan ayat tentang kafir, langsung dituduh “mengafirkan orang lain”. Ketika menyebut syirik, dituduh “mensyirikkan orang lain”. Ketika bicara haram, dituding “suka mengharamkan”. Ketika mengingatkan soal bid’ah, segera dicap “suka membid’ahkan orang lain”.


Padahal istilah-istilah itu bukan bikinan ustadz, bukan ciptaan ormas atau kelompok tertentu, tapi istilah syar’i yang Allah ﷻ dan Rasul-Nya tetapkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Menyampaikannya apa adanya adalah dakwah, bukan ekstremisme.



---


Kafir, Fasik, dan Zhalim


Allah ﷻ berfirman:


> وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ الْكَٰفِرُونَ

"Barangsiapa tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir." (QS. Al-Ma’idah: 44)




Jelas, meninggalkan hukum Allah untuk berhukum dengan aturan buatan manusia bisa jatuh dalam kategori kafir, fasik, atau zhalim. Menyebut “kafir” di sini bukan asal menuding, tapi membaca ayat Allah apa adanya. Copy Paste nèk coro kuini!.



---


Haram Itu Tegas, Tidak Bisa Ditawar


Kalau Allah sudah sebut haram, berarti itu larangan tegas, bukan bahan diskusi. Allah ﷻ berfirman:


> وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

"Barangsiapa tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim." (QS. Al-Ma’idah: 45)




Sistem kapitalis-sekuler yang menyingkirkan syariat Allah jelas haram. Kalau Allah bilang haram, kita wajib katakan haram. Itu bukan berarti kita mengada-ada hukum sendiri.



---


Bid’ah Itu Nyata dan Jelas Dalilnya


Rasulullah ﷺ bersabda:


> مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

"Barangsiapa mengada-adakan sesuatu yang baru dalam urusan (agama) kami yang bukan darinya, maka ia tertolak." (HR. Bukhari Muslim)




Maka membahas bid’ah bukan berarti menuding individu tertentu, tapi menjaga agar ibadah tetap sesuai sunnah. Tanpa penjagaan ini, agama jadi campur aduk dengan adat, budaya, bahkan filsafat Barat.



---


Kemungkaran Malah Dinormalisasi


Ironisnya, saat istilah kafir, haram, syirik, bid’ah dijelaskan, umat ribut menuduh pendakwah tersebut sebagai ekstrem, tidak moderat, dan lain-lain. Tapi giliran kemungkaran nyata malah dinormalisasi:


- Pergaulan bebas dianggap wajar.


- Aurat diumbar katanya seni & kebebasan.


- Ikhtilat (campur baur laki-perempuan tanpa batas) malah disebut modern.


- Zina hanya dihukum kalau viral, selebihnya dianggap “urusan pribadi”.


- Bahkan LGBT dilegalkan atas nama HAM!



Padahal Allah ﷻ sudah mengingatkan:


> وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰٓ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةًۭ وَسَآءَ سَبِيلًا

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra’: 32)




Rasulullah ﷺ juga bersabda:


> إِنَّ اللهَ لَعَنَ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ

"Sesungguhnya Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth." (HR. Ahmad)




Jadi jelas, yang seharusnya dianggap ekstrem dan berbahaya bukanlah dakwah tentang kebenaran, tapi justru normalisasi kemungkaran serta maksiat yang sedang merajalela dan itu seringkali dianggap wajar. Aneh po ora!?



---


Kebenaran Itu Mutlak


Islam tidak mengenal kebenaran abu-abu. Rasulullah ﷺ bersabda:


> تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ، لَنْ تَضِلُّوا مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

"Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama berpegang kepada keduanya: Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya." (HR. Malik)




Kalau Qur’an dan Sunnah sudah jelas, maka tak boleh diganti dengan akal-akalan manusia.



---


Hikmah & Harapan


Masalah umat hari ini bukan karena da’i atau pendakwah “terlalu tegas” atau "terlalu brutal, frontal, radikal dll lah", tapi karena banyak orang tidak mau menerima kebenaran yang tegas. Giliran hukum Allah dijelaskan, umat menolak. Tapi giliran kemungkaran, malah dibiarkan bahkan difasilitasi.


Saatnya umat Islam sadar: jangan takut dengan istilah kafir, syirik, haram, bid’ah. Takutlah justru pada pergaulan bebas, aurat diumbar, zina, dan LGBT yang dinormalisasi. Karena semua itu nyata-nyata menghancurkan masyarakat.


Semoga Allah ﷻ mengembalikan kita kepada Islam yang kaffah, menjadikan umat ini mampu berfikir serta tegas pada kebenaran dan keras terhadap kebatilan.


Wallahu a’lam bish-shawab.

Posting Komentar untuk "MENJELASKAN TENTANG KAFIR BUKAN BERARTI MENGKAFIR²KAN, SYIRIK BUKAN BERARTI MENSYIRIK²KAN, HARAM BUKAN BERARTI MENGHARAM²KAN, BID'AH BUKAN BERARTI MEMBID'AHKAN : PAHAMI ISINYA JANGAN HANYA BACA JUDUL‼️"