Cilacap dan Potret Buram Kapitalisme: SDA Dikeruk, Rakyat Ditelantarkan

 


Cilacap merupakan kabupaten terluas di Jawa Tengah, membentang dari Kecamatan Dayeuhluhur hingga Nusawungu. Daerah ini mendapat julukan “Cilacap Bercahaya” karena kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di kabupaten ini salahsatunya yaitu kilang minyak dan merupakan kilang minyak terbesar di Indonesia, namun kenyataannya jauh panggang dari api yang menyala itu. Masih banyak warganya yang hidup dalam kemiskinan. Jalan-jalan rusak di berbagai desa dan kecamatan menjadi pemandangan biasa. Ironi ini semakin terasa karena Cilacap memiliki sumber daya alam (SDA) yang sangat besar: kilang minyak terbesar di Indonesia, pelabuhan, bahkan bandara.


Namun, mengapa rakyatnya masih banyak yang sengsara?

Jawabannya adalah karena sistem yang dipakai negeri ini bukanlah syariat Islam, melainkan kapitalisme-sekuler. Dalam sistem kapitalis, kekayaan alam dikuasai oleh elit dan asing, sementara rakyat hanya mendapat sisa bahkan seringkali justru menderita.


Padahal, Islam telah memberikan aturan yang jelas mengenai pengelolaan sumber daya alam. Rasulullah ﷺ bersabda:


> عَنْ أَبِي خِرَاشٍ السَّلَمِيِّ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:

«الْمُسْلِمُونَ شُرَكَاءُ فِي ثَلاثٍ: فِي الْمَاءِ، وَالْكَلَإِ، وَالنَّارِ»

Artinya:

“Kaum Muslimin berserikat (memiliki hak bersama) dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api (energi).” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad)


Hadits ini menunjukkan bahwa kekayaan alam yang menyangkut hajat hidup orang banyak tidak boleh dimonopoli oleh segelintir orang atau swasta. Ia adalah milik umat, yang seharusnya dikelola oleh negara demi kemaslahatan seluruh rakyat.


Allah juga berfirman dalam Al-Qur’an:


> كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ

Artinya:

“…agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kalian.”

(QS. Al-Hasyr: 7)


Ayat ini menegaskan larangan terjadinya penumpukan kekayaan pada kalangan elit, sementara rakyat kecil dibiarkan miskin.



---


■ HIKMAH & HARAPAN ■


Hari ini kita bisa melihat betapa jauhnya realita dari cita-cita Cilacap Bercahaya. Kekayaan alam melimpah, namun tidak kembali kepada rakyat. Semua ini akibat sistem kapitalis-sekuler yang diterapkan, yang hanya menguntungkan elit dan asing, sementara rakyat ditelantarkan.


Maka, solusi yang hakiki bukanlah sekadar tambal sulam atau ganti pejabat, melainkan mengganti sistem. Hanya dengan syariat Islam kekayaan alam akan dikelola sesuai tuntunan wahyu. Negara wajib mengelola SDA strategis, lalu hasilnya dikembalikan untuk kepentingan rakyat: pendidikan, kesehatan, pembangunan, dan kesejahteraan.


Dengan penerapan Islam secara kaffah, barulah janji Allah berupa keadilan dan kesejahteraan akan terwujud. Islam adalah rahmatan lil ‘alamin, yang akan menebar cahaya bukan hanya untuk Cilacap, tapi juga untuk seluruh umat manusia.


Mari kita jadikan cita-cita:

✨ Cilacap Bercahaya, Cilacap Bersyariah, Cilacap Kaffah.


Wallāhu a‘lam bish-shawāb.


Posting Komentar untuk "Cilacap dan Potret Buram Kapitalisme: SDA Dikeruk, Rakyat Ditelantarkan"