Banyak orang beriman mengaku cinta Islam, rajin salat, rajin berdoa. Namun, ketika sampai pada urusan hukum, ekonomi, politik, bahkan gaya hidup, Islam hanya dijadikan hiasan, bukan pedoman hidup yang utuh. Padahal, Allah sudah menegaskan bahwa iman itu tidak boleh dipilih-pilih, tidak bisa diambil sebagian lalu meninggalkan sebagian lainnya.
Allah berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 150–151:
> ุฅَِّู ุงَّูุฐَِูู َُْูููุฑَُูู ุจِุงَِّููู َูุฑُุณُِِูู َُููุฑِูุฏَُูู ุฃَْู َُููุฑُِّููุง ุจََْูู ุงَِّููู َูุฑُุณُِِูู َََُُููููููู ُูุคْู ُِู ุจِุจَุนْุถٍ ََُْููููุฑُ ุจِุจَุนْุถٍ َُููุฑِูุฏَُูู ุฃَْู َูุชَّุฎِุฐُูุง ุจََْูู ุฐََِูู ุณَุจًِููุง (ูกูฅู ) ุฃَُٰููุฆَِู ُูู ُ ุงَْููุงِูุฑَُูู ุญًَّูุง ۚ
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: 'Kami beriman kepada yang sebagian dan kami kafir terhadap sebagian yang lain', serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan tengah, mereka itulah orang-orang kafir yang sebenarnya."
Ayat ini jelas menolak model iman “parsial”, iman ala prasmanan: yang enak diambil, yang tidak sesuai hawa nafsu ditinggalkan. Islam tidak mengenal sistem setengah-setengah.
Allah pun memerintahkan dengan tegas dalam QS. Al-Baqarah ayat 208:
> َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง ุงุฏْุฎُُููุง ِูู ุงูุณِّْูู ِ َูุงَّูุฉً ََููุง ุชَุชَّุจِุนُูุง ุฎُุทَُูุงุชِ ุงูุดَّْูุทَุงِู ۚ ุฅَُِّูู َُููู ْ ุนَุฏٌُّู ู ُّุจٌِูู
"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu."
Kata “kaffah” artinya total, menyeluruh, 100%. Jadi seorang muslim wajib mengamalkan Islam di semua aspek: ibadah, muamalah, ekonomi, politik, sosial, bahkan gaya hidup. Kalau hanya sebagian, maka yang terjadi justru mengikuti langkah setan.
Allah juga menegaskan kesempurnaan Islam dalam QS. Al-Ma’idah ayat 3:
> ุงَْْูููู َ ุฃَْูู َْูุชُ َُููู ْ ุฏَُِูููู ْ َูุฃَุชْู َู ْุชُ ุนََُْูููู ْ ِูุนْู َุชِู َูุฑَุถِูุชُ َُููู ُ ุงْูุฅِุณَْูุงู َ ุฏًِููุง
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, serta telah Kuridai Islam itu menjadi agamamu."
Islam adalah agama yang sudah sempurna, tidak perlu ditambah dan tidak boleh dikurangi. Maka, menjalankan Islam setengah-setengah sama saja menolak kesempurnaan yang Allah turunkan.
Penutup
Iman harus kaffah, Islam harus kaffah. Jangan pilih-pilih ayat, jangan pilih-pilih hukum. Kalau salat mau ikut Islam, maka dalam ekonomi, politik, pendidikan, pergaulan, semuanya juga wajib ikut Islam. Kalau tidak, berarti jatuh pada jebakan setan. Na’udzubillah.
Maka mari, sebagai umat nabi Muhammad ๏ทบ, kita jawab panggilan Allah dengan tekad: Hidup dengan Islam secara kaffah, tinggalkan jalan setan, dan jadikan Islam sebagai pedoman hidup di seluruh aspek!

Posting Komentar untuk "Islam Harus Dijalankan Secara Kaffah, Bukan Setengah-Setengah"