Tafsir Jalalain – Surah Az-Zukhruf Ayat 46–56

 ✨Rabu malam Kamis, ngaos tafsir Jalalain bersama Kyai Abdul Rosyad (Pak Osad)📝✨

Rabu (malem Kamis Kliwon), 10 Dzulqa'dah 1446 H / 7 Mei 2025 M
🗓️Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT)


1. Ayat & Terjemah


وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَـٰتِنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِيْهِ فَقَالَ إِنِّي رَسُوْلُ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ۝46


“Dan sungguh Kami telah mengutus Musa dengan membawa tanda-tanda (Kami) kepada Fir'aun dan pemuka kaumnya, maka Musa berkata: ‘Sesungguhnya aku adalah utusan Tuhan seluruh alam’.”


2. Penjelasan Tafsir


Pak Osad menjelaskan bahwa:


Musa diutus membawa ayat-ayat (mu’jizat) kepada Fir’aun, yang disebut dalam tafsir sebagai al-Qibṭ (kaum Koptik/Mesir).


Musa menyampaikan dengan tegas, "Inni rasûlu rabbil ‘âlamîn", menunjukkan bahwa risalah ini bukan dari dirinya sendiri, melainkan dari Tuhan semesta alam.



Namun ketika mu'jizat-mu'jizat datang, mereka tetap mendustakan dan meremehkannya, padahal mu’jizat tersebut jelas-jelas datang dari Allah sebagai peringatan dan tanda kekuasaan-Nya.



---


3. Beberapa Tanda Azab (آيات العذاب)


Tafsir menyebutkan contoh azab:


Ṭūfān (banjir besar) yang masuk ke rumah-rumah mereka selama tujuh hari.


Jarād (belalang) dan sima’ (semut besar) yang menjadi salah satu bencana.



Semua ini adalah peringatan dari Allah agar mereka kembali (yarji‘ûn) ke jalan yang benar.



---


4. Reaksi Kaum Fir’aun


Ketika mereka mendapat azab:


Mereka datang pada Musa dan memanggilnya dengan sebutan "yâ ayyuhas-sâhir" (wahai ahli sihir), bukan karena mengakui kerasulannya, tetapi karena masih menganggap Musa sebagai tukang sihir hebat.


Mereka meminta Musa berdoa kepada Allah agar azab diangkat dengan janji palsu bahwa mereka akan beriman.



Namun, ketika azab itu dicabut, mereka kembali pada kekufuran. Inilah bentuk keingkaran mereka terhadap janji mereka sendiri.



---


5. Fir’aun Sombong


وَنَادَىٰ فِرْعَوْنُ فِي قَوْمِهِ قَالَ يَـٰقَوْمِ أَلَيْسَ لِي مُلْكُ مِصْرَ وَهَـٰذِهِ ٱلْأَنْهَـٰرُ تَجْرِى مِن تَحْتِىٓۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ۝51


Fir’aun berpidato di depan kaumnya:


Membanggakan kekuasaan atas Mesir dan aliran sungai Nil.


Menghina Musa karena Musa tampak lemah dan tidak fasih bicara (karena lisannya pernah terbakar bara sewaktu kecil, sebagaimana disebut dalam kisah-kisah Isra’iliyyat).



Ia juga mencela Musa dengan berkata: “Mengapa Musa tidak datang dengan malaikat-malaikat dan gelang emas di tangannya?” (sebagai tanda kehormatan menurut kebiasaan raja Mesir waktu itu).



---


6. Fir’aun dan Kaumnya Ditenggelamkan


فَٱسْتَخَفَّ قَوْمَهُۥ فَأَطَاعُوهُۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَوْمًۭا فَـٰسِقِينَ۝54


Fir’aun berhasil mempengaruhi kaumnya hingga mereka tetap dalam kefasikan. Maka Allah menenggelamkan mereka di laut sebagai azab yang nyata.



---


7. Ayat Penutup


فَجَعَلْنَـٰهُمْ سَلَفًۭا وَمَثَلًۭا لِّلْـَٔاخِرِينَ۝56


Kami jadikan mereka sebagai contoh buruk bagi generasi sesudahnya, supaya jangan ada yang mengikuti jalan Fir’aun dan kaumnya dalam menolak kebenaran.



---


Hikmah dan Motivasi


Jangan pernah remehkan ajakan kepada kebenaran, seperti yang dilakukan oleh Fir’aun terhadap Musa.


Azab bisa datang tiba-tiba sebagai peringatan, tetapi hanya orang-orang yang tunduk pada kebenaran yang akan selamat.


Umat Islam saat ini harus mengambil pelajaran dari kaum sebelumnya, agar tidak menolak hukum Allah sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Fir’aun.


Jangan sampai Qur’an hanya dijadikan bacaan tanpa diamalkan. Ia adalah petunjuk yang relevan sepanjang zaman, untuk menjawab tantangan dunia modern.



Harapan


Semoga kita semua bisa menjadi hamba yang taat, rendah hati di hadapan kebenaran, dan tidak menjadi seperti Fir’aun yang menolak tauhid karena kesombongan dan kekuasaan. Semoga Allah tanamkan dalam hati kita rasa takut kepada-Nya dan cinta kepada kebenaran.


Wallahu a'lam bish-shawab.

Posting Komentar untuk "Tafsir Jalalain – Surah Az-Zukhruf Ayat 46–56"