Sombong bukan hanya tentang orang yang menolak nasihat, berjalan dengan dagu terangkat, atau memamerkan kekayaan. Sombong yang paling berbahaya adalah ketika manusia tidak mau tunduk pada aturan Allah, bahkan dengan bangga membuat aturan sendiri yang bertentangan dengan syariat-Nya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
> الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
“Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”
(HR. Muslim)
Menolak kebenaran artinya tidak mau menerima hukum Allah. Merasa bahwa hukum buatan manusia lebih cocok, lebih adil, lebih manusiawi. Padahal, siapa manusia hingga berani menyaingi aturan Sang Pencipta?
---
Contoh Sombong terhadap Hukum Allah
Allah telah menetapkan hukum yang sempurna. Misalnya:
> وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا
“Laki-laki dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya...”
(QS. Al-Ma’idah: 38)
Tapi hari ini, hukum ini tidak dipakai. Bahkan dianggap kejam, tidak manusiawi, atau bertentangan dengan HAM. Lalu diganti dengan penjara atau denda buatan manusia. Akibatnya apa?
Kriminalitas meningkat!
Setiap hari kita dengar berita pencurian, penjambretan, perampokan, bahkan pembunuhan.
Mengapa?
Karena manusia merasa aturan mereka lebih baik dari hukum Allah. Inilah kesombongan hakiki!
---
Masalahnya Bukan Cuma Individu, Tapi Sistem!
Sebagian orang berkata, "Kenapa ormas Islam tidak menerapkan hukum potong tangan?"
Jawabannya jelas:
Hukum-hukum seperti hudud (potong tangan, rajam, cambuk, dll) tidak bisa ditegakkan oleh individu, ormas, atau kelompok!
Bahkan Muhammadiyah, NU, Persis, HTI, atau siapa pun tidak bisa menegakkan hukum Islam secara sempurna kecuali jika ada institusi resmi berbentuk negara Islam (daulah).
Sayangnya, hari ini dunia Islam tunduk pada sistem sekuler-kapitalis warisan penjajah. Hukum buatan Barat yang dijadikan dasar. Demokrasi, HAM versi Barat, pluralisme, dan liberalisme merusak cara pandang umat. Agama hanya dianggap urusan pribadi, bukan sistem kehidupan.
---
Dampaknya? Lihat Sendiri!
Kriminal merajalela
Karena hukum tidak membuat jera.
Zina dan pelecehan seksual meningkat
Karena tidak ada hukum cambuk atau rajam. Bahkan zina disahkan atas nama “kebebasan”.
Korupsi dan ketidakadilan merajalela
Karena hukum bisa dibeli, dan hakim tak takut pada Allah.
Inilah akibat sombong menolak syariat Allah!
> وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُوْلَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
“Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
(QS. Al-Ma'idah: 45)
> وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُوْلَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“...maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”
(QS. Al-Ma'idah: 47)
> وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُوْلَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
“...maka mereka itulah orang-orang yang kafir.”
(QS. Al-Ma'idah: 44)
Jadi, menolak hukum Allah bukan hanya keliru, tapi bisa menjerumuskan seseorang pada kedzaliman, kefasikan, bahkan kekafiran!
---
Hikmah dan Harapan
Wahai umat Islam...
Janganlah kita terjebak pada sistem buatan manusia. Saatnya kembali kepada syariat Islam secara total. Islam bukan hanya ibadah di masjid, tapi juga mengatur ekonomi, politik, hukum, pendidikan, dan sosial.
Allah berfirman:
> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan (total).”
(QS. Al-Baqarah: 208)
> "Jika kita menolong agama Allah, maka Allah akan menolong kita dan meneguhkan hati kita."
Mari bangkit! Tinggalkan kesombongan! Tunduk penuh pada aturan-Nya!
Karena hanya dengan syariat-Nya, keadilan dan rahmat bisa terwujud.
Takbir! Allahu Akbar!
Fastabiqul khairat!

Posting Komentar untuk "Sombong: Ketika Manusia Merasa Bahwa Aturannya Lebih Baik dari Aturan Sang Pencipta‼️"