Bismillah…
Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan hidup di dunia ini, diberi nikmat Islam, nikmat iman, dan tentunya nikmat akal untuk berpikir. Tapi sayangnya, banyak di antara kita yang seolah-olah lupa bahwa Islam bukan hanya mengatur soal ibadah ritual semata seperti salat, puasa, zakat atau haji. Islam juga mengatur tentang muamalah, pergaulan sosial, ekonomi, bahkan politik dan hukum pidana!
Nah, ini yang sering diabaikan! Banyak umat Islam yang rajin baca Al-Qur’an bahkan ada yang hafal, tapi gak tahu dan gak paham isi kandungan ayatnya. Atau parahnya lagi, tahu tapi enggan mengamalkan! Padahal Allah sendiri berfirman bahwa Al-Qur’an itu diturunkan sebagai petunjuk hidup, bukan sekadar pajangan atau hiasan dinding!
Allah Ta'ala berfirman:
> ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَۛ فِيهِۛ هُدٗى لِّلۡمُتَّقِينَ
“Itulah Kitab (Al-Qur'an) yang tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 2)
Tapi anehnya, banyak yang menjadikan hukum Allah hanya sebatas teori, sementara dalam praktiknya malah mengikuti hukum buatan manusia. Bahkan ketika diingatkan untuk menerapkan syariat Islam, dijawabnya:
> “Udah lah, masing-masing aja, dosa mah tanggung sendiri.”
Lhoh? Kalau begitu, buat apa ada fardhu kifayah? Kalau ada jenazah gak ada yang urus, itu satu kampung bisa kena dosa lho! Sama seperti jika ada kemungkaran dibiarkan begitu saja, satu komunitas bisa ikut menanggung akibatnya!
Dan inilah bentuk kezaliman yang nyata: enggan berhukum dengan hukum Allah, lalu merasa nyaman dengan hukum manusia.
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan:
> وَمَن لَّمۡ يَحۡكُمۡ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ
"Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
(QS. Al-Ma’idah: 45)
Zalim! Iya, zalim! Bahkan pada ayat yang lain disebutkan bisa termasuk kategori fasik bahkan kafir (lihat QS. Al-Ma’idah ayat 44 dan 47). Na’udzubillah.
Sekarang lihatlah, sistem kehidupan kita berantakan dan amburadul. Kriminalitas merajalela, korupsi makin parah, pelecehan seksual makin banyak, dan kezaliman makin terbuka lebar! Kenapa? Karena hukum Allah ditinggalkan!
HUKUM ISLAM itu bukan untuk individu atau ormas saja! Tapi untuk negara, untuk kehidupan masyarakat secara menyeluruh! Dan hukum potong tangan untuk pencuri itu gak bisa diterapkan individu! Harus lewat institusi negara yang berdasarkan syariat Islam! Tapi apa? Hari ini sistem yang diterapkan adalah sistem sekuler—memisahkan agama dari kehidupan.
Maka jangan heran kalau kita lihat Islam dipinggirkan, umat Islam bercerai-berai, dan yang lebih parah, umat sendiri jadi fobia dengan syariatnya sendiri!
Hikmah dan Harapan:
Mari kita sadar... Islam itu rahmat, Islam itu adil, Islam itu solusinya.
Jangan cuma Islam di KTP, tapi Islam harus kita terapkan dalam seluruh aspek kehidupan. Jangan hanya shalat, puasa, tapi abai soal keadilan dan hukum. Mari kita dukung tegaknya syariat Islam secara kaffah.
> يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱدۡخُلُواْ فِي ٱلسِّلۡمِ كَآفَّةٗ
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah (menyeluruh)…”
(QS. Al-Baqarah: 208)
Takbir!
Allahu Akbar!
Wallahu a’lam bish-shawab.
Kalau perlu, ayo kita jadikan ini pengingat bersama! Jangan abai terhadap hukum Allah… atau kita akan menanggung akibatnya sendiri!

Posting Komentar untuk "JANGAN ABAI TERHADAP HUKUM ALLAH‼️"