“Mereka Bilang Malaikat Itu Anak Perempuan Allah” – Tafsir QS. Az-Zukhruf dan Kebingungan Kaum Musyrik

 ✨By. KH. Abdul Rosyad (Pak Osad)✨

Rabu (malam Kamis) 19 Syawal 1446 H / 16 April 2025 M
🗓️Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT)


Dalam surah Az-Zukhruf (43), Allah membongkar berbagai bentuk kebodohan, kekeliruan, dan kekufuran orang-orang musyrik Mekkah. Salah satunya adalah tuduhan mereka bahwa para malaikat adalah anak-anak perempuan Allah!


> وَجَعَلُوا۟ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ ٱلَّذِينَ هُمْ عِبَادُ ٱلرَّحْمَـٰنِ إِنَـٰثًا ۚ أَشَهِدُوا۟ خَلْقَهُمْ ۚ سَتُكْتَبُ شَهَـٰدَتُهُمْ وَيُسْـَٔلُونَ

“Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka adalah hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pemurah itu sebagai perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan mereka? Kesaksian mereka akan dicatat dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Az-Zukhruf: 19)




Kebingungan dan Kontradiksi Kaum Musyrik


Dalam tafsir Jalalain, dijelaskan bahwa orang-orang kafir Mekkah merasa senang bila memiliki anak laki-laki, tapi jika diberi kabar anak perempuan, wajah mereka menjadi muram dan marah.


> وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحْمَـٰنِ مَثَلًۭا ظَلَّ وَجْهُهُۥ مُسْوَدًّۭا وَهُوَ كَظِيمٌ

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar gembira dengan apa yang disifatkannya kepada Allah Yang Maha Pemurah, wajahnya menjadi hitam pekat dan dia sangat marah.” (QS. Az-Zukhruf: 17)




Ironisnya, mereka menganggap Allah memiliki anak perempuan (malaikat), padahal mereka sendiri tidak suka jika punya anak perempuan! Ini bentuk logika yang kacau dan penghinaan terhadap Allah.


> أَلَكُمُ ٱلذَّكَرُ وَلَهُ ٱلْأُنثَىٰ

“Apakah untuk kamu anak laki-laki dan untuk-Nya anak perempuan?” (QS. At-Tur: 39)




Mereka tidak pernah menyaksikan bagaimana malaikat diciptakan, tidak punya dalil dari kitab sebelumnya, dan tidak ada hujah yang bisa dibenarkan oleh akal sehat. Semua hanyalah perkataan batil dan sangkaan semata.



---


Doa Naik Kendaraan: Mengingat Nikmat Allah


Dalam ayat sebelumnya, Allah mengingatkan nikmat besar berupa kendaraan:


> لِتَسْتَوُوا۟ عَلَىٰ ظُهُورِهِۦ ثُمَّ تَذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا ٱسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا۟ سُبْحَـٰنَ ٱلَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَـٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُۥ مُقْرِنِينَ وَإِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ

“Agar kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu ketika kamu telah duduk di atasnya dan kamu berkata, ‘Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini untuk kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.’” (QS. Az-Zukhruf: 13-14)




Ini menunjukkan bahwa segala sarana transportasi—baik hewan tunggangan seperti unta maupun kendaraan modern seperti kapal dan mobil—hakikatnya adalah nikmat dari Allah. Kita harus senantiasa bersyukur dan mengingat bahwa semua ini hanyalah wasilah menuju perjumpaan dengan-Nya.



---


Akhir dari Kesombongan: Dihisab dan Disiksa


Kaum musyrik beralasan bahwa mereka menyembah malaikat karena menurut mereka itu kehendak Allah. Padahal itu hanya taklid buta dan prasangka dusta. Mereka mengikuti nenek moyang mereka tanpa ilmu, bahkan menolak wahyu Allah dengan dalih "kami hanya mengikuti jejak para pendahulu".


> إِنَّا وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا عَلَىٰٓ أُمَّةٍۢ وَإِنَّا عَلَىٰٓ ءَاثَـٰرِهِم مُّهْتَدُونَ

“Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami berada dalam suatu agama, dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak mereka yang mendapat petunjuk.” (QS. Az-Zukhruf: 22)




Padahal kebenaran bukan diukur dari kebiasaan turun-temurun, tapi dari dalil dan petunjuk wahyu. Maka orang yang menolak kebenaran akan diberi siksaan sesuai dengan penolakan dan kesombongannya.



---


Refleksi dan Harapan


Kisah ini bukan hanya untuk orang-orang musyrik masa lalu. Ini peringatan bagi kita semua agar:


1. Tidak mengandalkan logika tanpa dalil,



2. Tidak menyandarkan keyakinan pada tradisi semata, dan



3. Tidak mencampur-adukkan agama dengan hawa nafsu dan prasangka.




Allah berfirman:


> إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7)




Semoga kita termasuk golongan yang diberikan taufik untuk beragama dengan ilmu dan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bukan mengikuti tradisi atau dugaan semata.

Posting Komentar untuk "“Mereka Bilang Malaikat Itu Anak Perempuan Allah” – Tafsir QS. Az-Zukhruf dan Kebingungan Kaum Musyrik"