Bahayanya Pemahaman Sekuler‼️(Fashlud-dīn 'anil ḥayāh)

 

Rabu, ١٨ Syawwal ١٤٤٦ H / 16 April 2025 M

🗓️Kalender Hijiryah Global Tunggal (KHGT)



Sekulerisme adalah paham yang memisahkan agama dari kehidupan. Dalam bahasa Arab, konsep ini dikenal dengan "fashlud-dīn 'anil ḥayāh"—yaitu memisahkan agama dari berbagai aspek kehidupan, termasuk politik, ekonomi, hukum, sosial, dan sebagainya. Pemahaman ini menganggap bahwa agama cukup di tempat ibadah, tidak perlu ikut campur dalam urusan negara atau tatanan masyarakat. Pandangan seperti ini bukan hanya keliru, tapi juga berbahaya karena mengikis identitas dan peran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘ālamīn).

Ketika agama dipisahkan dari kehidupan, maka manusia akan hidup menurut keinginan dan hawa nafsunya. Mereka bebas berbuat apa saja dengan dalih Hak Asasi Manusia dan kebebasan berekspresi. Inilah hasil dari sistem demokrasi liberal yang menjunjung tinggi kebebasan secara mutlak, tanpa terikat aturan wahyu. Kebebasan berperilaku, kebebasan beragama, bahkan sampai pada pembelaan terhadap perilaku menyimpang seperti LGBT. Semuanya diberi ruang, selama atas nama hak pribadi. Padahal Allah berfirman:

﴿أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ﴾
"Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian secara main-main dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?"
(QS. Al-Mu’minun: 115)

Ayat ini menunjukkan bahwa hidup di dunia bukanlah tanpa tujuan, bukan untuk bebas bertingkah semaunya, tetapi untuk tunduk kepada aturan Allah. Sekulerisme jelas bertentangan dengan misi penciptaan manusia sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi.

Islam bukan hanya agama ritual, tapi juga sistem kehidupan yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Dalam Islam, tidak ada dikotomi antara agama dan politik, antara masjid dan istana. Rasulullah ﷺ sendiri bukan hanya imam salat, tapi juga pemimpin negara. Islam punya sistem pemerintahan, ekonomi, sosial, dan hukum yang bersumber dari wahyu. Maka siapa pun yang berkata “Agama jangan dibawa ke ranah publik!” atau “Agama cukup di masjid atau pondok pesantren saja,” maka itu adalah ucapan yang lahir dari paham sekuler yang menyesatkan.

Nabi ﷺ bersabda:
«كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ»
"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengajarkan bahwa setiap Muslim punya tanggung jawab atas kondisi masyarakat. Maka membiarkan sekulerisme menyebar tanpa perlawanan adalah bentuk kelalaian terhadap amanah Islam.

Sekulerisme juga melahirkan sistem kapitalis—yang menjadikan materi sebagai standar utama. Akibatnya, masyarakat menjadi individualis, saling bersaing secara tidak sehat, bahkan menghalalkan segala cara demi keuntungan pribadi. Ukuran sukses bukan lagi takwa, melainkan kekayaan. Inilah wajah dunia yang dikendalikan oleh sistem kufur yang memisahkan agama dari kehidupan.

Semoga umat Islam kembali menyadari bahayanya paham sekuler ini, dan kembali kepada Islam sebagai satu-satunya sistem hidup yang paripurna. Semoga lahir generasi yang tidak hanya saleh secara pribadi, tapi juga peka terhadap urusan umat dan perjuangan menegakkan syariat Islam secara kaffah.
Allahu Akbar!

Posting Komentar untuk "Bahayanya Pemahaman Sekuler‼️(Fashlud-dīn 'anil ḥayāh)"