✨By KH. Abdul Rosyad (Pak Osad)✨
Dalam kehidupan modern ini, kita sering menyaksikan berbagai bentuk keburukan yang semakin dianggap biasa. Pergaulan bebas, pakaian terbuka tanpa rasa malu, bahkan perilaku menyimpang seperti LGBT semakin marak tanpa ada yang berani menegurnya. Semua ini, kata Pak Osad, adalah bagian dari Ummul Khoba'is—induk dari segala kejahatan dan keburukan. Kenapa bisa terjadi? Karena sistem yang diterapkan di dunia ini bukanlah sistem Islam, melainkan sistem jahiliyah yang mengabaikan hukum Allah.
Islam telah memberikan aturan yang sempurna bagi manusia, bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, ketika hukum Allah tidak ditegakkan, keburukan akan merajalela. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
َูู َْู َูู ْ َูุญُْูู ْ ุจِู َุง ุฃَْูุฒََู ุงَُّููู َูุฃَُٰููุฆَِู ُูู ُ ุงูุธَّุงِูู َُูู
"Dan barang siapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS. Al-Ma'idah: 45)
Ayat ini menegaskan bahwa meninggalkan hukum Allah adalah kezaliman besar. Ketika aturan-Nya diabaikan, yang terjadi adalah kerusakan moral dan kehancuran akhlak. Inilah yang kita saksikan hari ini, di mana kebebasan tanpa batas dijadikan standar kehidupan, sementara aturan Islam dianggap kuno dan tidak relevan.
Rasulullah ๏ทบ juga telah memperingatkan bahwa meninggalkan hukum Allah akan membawa kehancuran. Beliau bersabda:
ุฅِุฐَุง ُูุณِّุฏَ ุงْูุฃَู ْุฑُ ุฅَِูู ุบَْูุฑِ ุฃَِِْููู َูุงْูุชَุธِุฑِ ุงูุณَّุงุนَุฉَ
"Jika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran." (HR. Bukhari)
Dalam sistem jahiliyah modern ini, hukum buatan manusia lebih diutamakan daripada hukum Allah. Hal ini menyebabkan keburukan terus berkembang tanpa ada batasan yang jelas. Orang lebih takut kepada hukum negara daripada takut kepada Allah. Padahal, akibat dari tidak berhukum dengan syariat Allah sangat mengerikan. Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman:
َูุฃَِู ุงุญُْูู ْ ุจََُْูููู ْ ุจِู َุง ุฃَْูุฒََู ุงَُّููู ََููุง ุชَุชَّุจِุนْ ุฃََْููุงุกَُูู ْ َูุงุญْุฐَุฑُْูู ْ ุฃَْู َْููุชَُِููู ุนَْู ุจَุนْุถِ ู َุง ุฃَْูุฒََู ุงَُّููู ุฅََِْููู
"Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Berhati-hatilah terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu." (QS. Al-Ma'idah: 49)
Dari sini kita bisa memahami bahwa keburukan yang merajalela saat ini bukanlah kebetulan. Itu semua adalah konsekuensi dari tidak diterapkannya hukum Allah secara menyeluruh. Selama sistem jahiliyah masih menjadi pedoman hidup, Ummul Khoba'is akan terus beranak pinak, merusak generasi demi generasi.
Maka dari itu, kita sebagai umat Islam harus menyadari bahwa menegakkan syariat bukan hanya sekadar pilihan, tetapi kewajiban. Kita tidak boleh diam melihat kemungkaran terus berkembang. Minimal, kita harus berusaha dengan lisan dan perbuatan, sesuai dengan sabda Rasulullah ๏ทบ:
ู َْู ุฑَุฃَู ู ُِْููู ْ ู َُْููุฑًุง َُْูููุบَِّูุฑُْู ุจَِูุฏِِู، َูุฅِْู َูู ْ َูุณْุชَุทِุนْ َูุจِِูุณَุงِِูู، َูุฅِْู َูู ْ َูุณْุชَุทِุนْ َูุจَِْููุจِِู، َูุฐََِٰูู ุฃَุถْุนَُู ุงْูุฅِูู َุงِู
"Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Dan jika ia tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman." (HR. Muslim)
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang berusaha menegakkan hukum Allah di muka bumi ini. Jangan sampai kita hanya menjadi saksi dari keburukan tanpa berbuat apa-apa. Jika hari ini kita diam, kelak di hari kiamat kita akan ditanya: "Mengapa kamu tidak berbuat apa-apa?"
Maka mari kita terus berjuang, minimal dengan menyuarakan kebenaran. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk menegakkan syariat-Nya agar dunia ini kembali kepada keadilan yang sesungguhnya. Wallahu a'lam.
-picsay.jpeg)
Posting Komentar untuk "Ummul Khoba'is: Induk Kejahatan Akibat Tidak Ditegakkannya Syariat Islam"