Alhamdulillah, kita sudah memasuki fase akhir bulan Ramadhan, fase yang paling istimewa karena di dalamnya ada satu malam yang luar biasa, malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu hingga terbit fajar." (QS. Al-Qadr: 1-5)
Dari ayat ini kita paham betapa mulianya malam ini. Bayangno ae, amalan yang kita lakukan di malam Lailatul Qadar iku pahalane luwih akeh dibanding amal selama seribu bulan, alias 83 tahun lebih! Wes podo ae kita ibadah seumur hidup! Makane, malam ini kudu dimanfaatkan dengan maksimal, ojo sampe keilangan kesempatan emas iki.
Malam Lailatul Qadar iku kapan persisnya? Nah, iki sing menarik. Rasulullah ﷺ ngendika:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ العَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
"Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan." (HR. Bukhari no. 2017, Muslim no. 1169)
Jadi, berdasarkan hadits ini, Lailatul Qadar iku kemungkinan besar terjadi di malam 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan. Tapi sing paling kuat diduga yo malam 27, sesuai hadits lain dari Ubay bin Ka’b رضي الله عنه.
Terus, persiapan kita piye? Nah, ojo males-malesan, apalagi malah sibuk ngabuburit tok tapi ora mikir amal ibadah. Iki beberapa amalan sing bisa kita gaspol ing sepuluh malam terakhir Ramadhan:
1. Perbanyak Sholat Malam & I’tikaf
Rasulullah ﷺ di sepuluh hari terakhir Ramadhan iku tambah gas ibadahé. Aisyah رضي الله عنها ngendika:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
"Ketika memasuki sepuluh hari terakhir (Ramadhan), Rasulullah ﷺ mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya." (HR. Bukhari no. 2024, Muslim no. 1174)
Maksude, nggak mageran, sholat malam gas, istighfar gas, wirid gas, pokoke ibadah gaspol.
2. Perbanyak Baca & Tadabbur Al-Qur’an
Al-Qur’an iku turun ing malam Lailatul Qadar, makane yo ojo cuman dibaca doang, tadabburi maknane, coba dipahami lan diamalkan.
3. Perbanyak Doa, Utamane Doa Sing Diajarke Rasulullah ﷺ
Aisyah رضي الله عنها takon ke Rasulullah ﷺ, "Wahai Rasulullah, apa doa yang sebaiknya aku baca di malam Lailatul Qadar?" Rasulullah ﷺ njawab:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
"Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai pengampunan, maka ampunilah aku." (HR. Tirmidzi no. 3513)
4. Sedekah & Berbuat Kebaikan
Wes gak usah ditawar, bulan Ramadhan iku bulan kebaikan, apalagi malam Lailatul Qadar. Berbagi gas, bantu wong susah gas, pokoke fastabiqul khoirot!
Sing terakhir, ojo nganti kita kehilangan berkah Lailatul Qadar mergo sibuk karo hal-hal gak penting. Misal, asline wis tengah malam, ning malah scrolling HP tok, game-an, atau malah nggrundel ndelok film. Nah, sayang banget kalau kesempatan emas ini terbuang sia-sia.
Semoga kita termasuk orang-orang sing dimampukan Allah kanggo nemu Lailatul Qadar tahun iki, diampuni dosa-dosane, lan diganjar pahala sing luar biasa. Takbir! Allahu Akbar!

Posting Komentar untuk "Persiapan Menyambut Malam Lailatul Qadar"