Tak terasa kita sudah memasuki penghujung akhir bulan Ramadhan. Hari ini kita sudah berada di tanggal 20 Ramadhan 1446 H atau 20 Maret 2025 M, yang berarti kita telah menjalankan ibadah puasa selama 20 hari. Hanya sekitar 10 hari lagi, kita akan memasuki 1 Syawal 1446 H atau Hari Raya Idul Fitri.
Potensi Perbedaan Penetapan Idul Fitri 1446 H
Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang diterbitkan oleh Suara Muhammadiyah di Yogyakarta, 1 Syawal 1446 H akan jatuh pada Ahad Legi, 30 Maret 2025 M. Hal yang sama juga terdapat dalam Kalender Ummul Quro' Arab Saudi, yang menetapkan bahwa Idul Fitri jatuh pada 30 Maret 2025 M. Dengan demikian, Ramadhan tahun ini hanya berlangsung selama 29 hari, karena awal Ramadhan dimulai pada 1 Maret 2025 M.
Namun, ada yang menarik! Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis), sesuai Hisab Imkanur Rukyat dalam Almanak Islam, menetapkan bahwa 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin, 31 Maret 2025 M. Kemungkinan besar Pemerintah RI melalui Kementerian Agama (Kemenag) serta PBNU juga akan menetapkan 1 Syawal pada Senin, 31 Maret 2025 M, karena posisi hilal pada Sabtu, 29 Maret 2025 M kemungkinan belum terlihat. Akibatnya, Ramadhan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari, sehingga Ahad, 30 Maret 2025 M adalah 30 Ramadhan 1446 H.
Namun, ada hal yang cukup membingungkan! Pada Rabu, 12 Februari 2025 kemaren, PP Muhammadiyah di Yogyakarta menggelar sidang pers dan menetapkan kembali bahwa 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin Pahing, 31 Maret 2025 M, berdasarkan Hisab Hakiki Wujudul Hilal (WH).
Keputusan ini cukup mengejutkan! Pasalnya, sebelumnya Muhammadiyah telah sepakat akan menggunakan KHGT mulai tahun 1446 H untuk menggantikan metode Wujudul Hilal yang bersifat lokal (wilayatul hukmi). KHGT ini cakupannya global, sehingga meskipun hilal tidak terlihat di Indonesia, apabila di belahan bumi bagian barat seperti Timur Tengah atau Amerika hilal telah terlihat, maka Indonesia tetap masuk ke bulan baru.
Sangat disayangkan, tiba-tiba PP Muhammadiyah kembali memakai Wujudul Hilal yang sifatnya lokal. Ada dugaan keputusan ini dipengaruhi oleh faktor politik, namun bisa jadi juga karena KHGT belum bisa diterapkan sepenuhnya dan masih perlu disosialisasikan lebih luas.
Dengan adanya perubahan ini, warga Muhammadiyah mau tidak mau harus mengikuti keputusan PP Muhammadiyah, meskipun awalnya sudah bersiap untuk berlebaran pada Ahad, 30 Maret 2025 M.
Sementara itu, di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei, awal Ramadhan jatuh pada Ahad, 2 Maret 2025 M. Yang mana Pemerintah RI melalui kemenag bisa saja menetapkan awal Ramadhan di tanggal yang sama, namun ternyata Hilal di Aceh katanya sudah nampak sehingga awal Ramadhan bisa sama seolah-olah mengikuti keputusan PP Muhammadiyah. Selain itu, PP Muhammadiyah yang menunda lebaran tadinya mau 30 Maret sesuai KHGT, tiba-tiba diubah jadi 31 sesuai WH, itu seolah-olah ada kesepakatan tersembunyi.
Dampak Perubahan Keputusan PP Muhammadiyah
Akibat perubahan ini, sebagian warga Muhammadiyah harus mengikuti keputusan baru dari PP Muhammadiyah, meskipun awalnya mereka sudah bersiap mengikuti KHGT. Namun, ada juga sebagian warga Muhammadiyah, mungkin di tingkat Daerah, Cabang, atau Ranting, yang tetap berpegang pada KHGT dan merayakan Idul Fitri pada Ahad, 30 Maret 2025 M. Sehingga kemungkinan besar akan ada perbedaan penetapan lebaran meskipun sesama Muhammadiyah.
Di sisi lain, kelompok-kelompok seperti Hizbut Tahrir (HTI) cenderung menunggu hasil Rukyat Global pada Sabtu, 29 Maret 2025 M nanti entah itu sore atau mungkin bisa sampai malam. Jika ada laporan hilal terlihat di belahan dunia lain, mereka kemungkinan besar akan berlebaran pada Ahad, 30 Maret 2025 M. Jika tidak, maka mereka akan ikut istikmal dan merayakan Idul Fitri pada Senin, 31 Maret 2025 M.
Begitu juga dengan kelompok seperti Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) dan Salafi, yang biasanya mengikuti keputusan Arab Saudi. Mereka akan melihat apakah Saudi menetapkan 1 Syawal pada Ahad atau Senin. Jika Saudi menetapkan Idul Fitri pada Ahad, 30 Maret 2025, maka mereka kemungkinan besar akan mengikuti keputusan tersebut. Namun, jika Saudi mengikuti istikmal, mereka juga akan berlebaran pada Senin, 31 Maret 2025.
Menyikapi Perbedaan dengan Bijak
Sebagai umat Islam, kita harus bersikap bijak dalam menghadapi perbedaan ini. Biar bagaimanapun, kita tetap satu aqidah dan tetap saudara, meskipun secara tanggal masehi hari rayanya berbeda, tetapi lebarannya tetap sama, yaitu sama-sama 1 Syawal 1446 H.
Kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi, tetapi sudah berulang kali. Contohnya pada tahun 2023, di mana Muhammadiyah & Arab Saudi menetapkan 1 Syawal 1444 H pada Jum’at, 21 April 2023 M, sementara Pemerintah RI, NU, dan Persis menetapkannya pada Sabtu, 22 April 2023 M.
Hal ini menunjukkan bahwa tidak adanya kepemimpinan Islam yang global (Khilafah) menjadi salah satu penyebab utama perbedaan ini. Jika ada satu Khalifah yang memimpin seluruh umat Islam, maka tentu persoalan ini bisa diatasi dan seluruh dunia Islam akan memiliki satu kalender yang sama.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:
َูุงุนْุชَุตِู ُูุง ุจِุญَุจِْู ุงَِّููู ุฌَู ِูุนًุง ََููุง ุชََูุฑَُّููุง
"Dan berpegang teguhlah kalian semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai."
(QS. Ali Imran: 103)
Dan sabda Rasulullah ๏ทบ:
ุงْูู ُุณِْูู ُ ุฃَุฎُู ุงْูู ُุณِْูู ِ، َูุง َูุธِْูู ُُู ََููุง ُูุณِْูู ُُู
"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, ia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya dizalimi."
(HR. Bukhari & Muslim)
Semoga mulai tahun 1447 H, Muhammadiyah benar-benar konsisten dalam menerapkan KHGT, agar persatuan umat Islam bisa terwujud secara nyata. KHGT tetap harus disosialisasikan, supaya umat Islam sadar akan pentingnya memiliki satu kalender hijriah yang global.
Karena jika kalender Masehi saja bisa tetap, mengapa Kalender Hijriah harus terus berbeda-beda? ๐ค
Semoga umat Islam bisa benar-benar bersatu, dan dengan tegaknya Khilafah Islamiyah, perbedaan seperti ini tidak akan terjadi lagi.
Wallahu A’lam.
-picsay.jpeg)
Posting Komentar untuk "Menyikapi Perbedaan Penetapan Hari Raya Idul Fitri 1446 H, yang Kemungkinan Tahun Ini Bakal Beda! ๐ฑ๐ค"