Bulan Ramadhan itu bulan penuh berkah, bulan ibadah, dan bulan di mana pahala dilipatgandakan. Maka, tentu saja kita ingin mengisinya dengan amalan yang benar sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Namun, perlu diingat bahwa ibadah itu harus mengikuti tuntunan, bukan sekadar ikut-ikutan atau berdasarkan kebiasaan yang tidak ada dasarnya dalam syariat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
"Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan kami (agama) yang bukan berasal darinya, maka hal itu tertolak."
(HR. Bukhari & Muslim)
Dalam riwayat lain:
مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
"Barang siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalannya tertolak."
(HR. Muslim)
Jadi, kalau ibadah yang kita lakukan ternyata tidak ada tuntunannya, maka sia-sia, bahkan bisa termasuk bid’ah. Makanya, kita harus hati-hati, jangan sampai niatnya ingin beribadah malah salah jalan!
---
Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan
Ada banyak amalan sunnah yang dianjurkan di bulan Ramadhan, di antaranya:
1. Salat Tarawih
Salat ini dianjurkan berdasarkan hadits Rasulullah ﷺ:
إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ خَرَجَ ذَاتَ لَيْلَةٍ مِنْ جُمَادَىٰ فِي رَمَضَانَ فَصَلَّىٰ فِي الْمَسْجِدِ فَصَلَّىٰ بِصَلَاتِهِ نَاسٌ، ثُمَّ انْصَرَفَ فَاجْتَمَعُوا مِنَ اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةِ وَالثَّالِثَةِ، فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ فَقَالَ: قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ فَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنَ الْخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ
"Sesungguhnya Rasulullah ﷺ keluar pada suatu malam di bulan Ramadhan dan salat di masjid. Orang-orang pun mengikuti salat beliau. Kemudian beliau tidak keluar lagi karena khawatir salat ini akan diwajibkan bagi mereka."
(HR. Bukhari & Muslim)
Muhammadiyah sendiri dalam Tarjih-nya menetapkan Tarawih 11 rakaat (8 rakaat + 3 witir) berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha:
مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَىٰ إِحْدَىٰ عَشْرَةَ رَكْعَةً
"Rasulullah ﷺ tidak pernah salat malam lebih dari sebelas rakaat, baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan."
(HR. Bukhari & Muslim)
2. Tilawah Al-Qur’an
Karena Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an, maka membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an sangat dianjurkan.
3. I’tikaf
Rasulullah ﷺ selalu beri’tikaf di sepuluh malam terakhir Ramadhan.
4. Memberi Makan Orang Berbuka
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَىْءٌ
"Barang siapa yang memberi makan orang yang berbuka puasa, maka ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun."
(HR. Tirmidzi, no. 807)
---
Amalan yang Tidak Ada Tuntunannya (Bid'ah)
1. Tadarus Al-Qur'an yang Hanya Kejar Target
Membaca Al-Qur’an itu harus dengan tadabbur, bukan sekadar cepat-cepat menyelesaikan 30 juz. Jangan sampai hanya kejar khatam tapi nggak paham isinya.
2. Salat Tarawih Grasa-Grusu
Nah, ini nih yang sering terjadi di sebagian tempat. Tarawih itu dari kata "tarawwah" yang artinya istirahat. Harusnya salatnya tenang, khusyuk, dan tidak terburu-buru.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ أَسْوَأَ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ مِنْ صَلَاتِهِ
"Sejahat-jahat pencuri adalah yang mencuri dalam salatnya."
Lalu para sahabat bertanya, "Bagaimana ia mencuri dalam salatnya?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
لَا يُتِمُّ رُكُوعَهَا، وَلَا سُجُودَهَا
"Ia tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya."
(HR. Ahmad & Hakim)
Jadi, kalau tarawih kilat sampai ruku’ dan sujud asal-asalan, itu bukan ibadah, tapi justru salah besar!
3. Niat Puasa Dibaca Keras dan Berjamaah
Niat itu cukup di dalam hati, bukan harus dikeraskan apalagi dijamaahkan setiap malam.
4. Doa Khotmil Qur’an Berjamaah dengan Bacaan Khusus
Khotmil Qur’an itu bagus, tapi kalau ada doa-doa tertentu yang dianggap wajib atau harus dibaca bareng-bareng, padahal tidak ada tuntunannya, maka itu bisa masuk bid’ah.
---
Kesimpulan: Ibadah Harus Sesuai Tuntunan!
Ramadhan adalah bulan penuh berkah, jangan sampai ibadah kita malah sia-sia karena tidak sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
Kita harus menjalankan ibadah sesuai dalil dan menghindari amalan yang tidak ada contoh dari Nabi ﷺ. Karena Islam itu sudah sempurna, nggak perlu ditambah-tambah atau dikurangi.
Allah ﷻ berfirman:
ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَٰمَ دِينٗا
"Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagi kalian, dan telah Aku ridai Islam sebagai agama kalian."
(QS. Al-Ma'idah: 3)
Jadi, yuk ibadah sesuai sunnah! Jangan grasa-grusu, jangan ikut-ikutan, tapi ikuti tuntunan.
Wallahu a'lam.

Posting Komentar untuk "Amalan Sunnah & Amalan Bid’ah di Bulan Ramadhan"