Alhamdulillah, atas izin dan ketetapan Allah Swt ﷻ, hari ini kita semua telah resmi memasuki awal bulan baru, yakni 1 Shafar 1448 H menurut Kalender Hijriah Global Tunggal. Meskipun demikian, realitas di lapangan tidak menepis fakta bahwa masih ada sebagian saudara kita yang baru menginjak tanggal 29 atau 30 Muharram hari ini. Sengkarut penanggalan yang terus berulang ini merupakan bukti kecil namun nyata bahwa ketiadaan institusi politik pemersatu kaum muslimin global (Khilafah) mengakibatkan kalender Hijriah—yang menjadi tonggak awal identitas peradaban Islam—masih tercerai-berai dan berbeda-beda sampai detik ini. Suka atau tidak suka, tanpa adanya kepemimpinan tunggal umat, kita akan terus dipaksa hidup dalam sekat-sekat nasionalisme yang membingungkan.
Memasuki bulan Shafar ini, penulis ingin menegaskan sebuah resolusi perjuangan: saatnya membuat dakwah kita menjadi lebih menampar! Kata "menampar" yang dimaksud di sini bukanlah dalam bentuk kekerasan fisik atau anarki jalanan, melainkan dakwah yang disampaikan secara jauh lebih tegas, lebih ideologis, cemerlang (mustanir), dan mengakar (radikal). Dakwah kita harus berani langsung menukik tajam menyentuh hulu dari akar masalah yang menjadi problematika utama umat hingga hari ini. Menampar juga menjadi sebuah seruan koreksi politik (muhasabah lil hukkam) agar para penguasa yang saat ini sedang menduduki kursi jabatan—yang sejatinya sebagian besar adalah saudara kita sesama muslim—segera sadar dan berhenti mencampakkan hukum-hukum Allah Swt ﷻ! Saatnya negeri-negeri muslim beralih pada penerapan syariat Islam secara kaffah agar segala bentuk kezaliman struktural, pengkhianatan undang-undang, serta gurita korupsi harian bisa dihentikan sampai ke akarnya.
Sudah terbukti secara sohih dalam lembaran sejarah, bahwa aturan yang salah akan selalu melahirkan masalah baru yang tiada habisnya. Mengharapkan perbaikan nasib rakyat dari rahim demokrasi sekuler sama saja seperti memeluk fatamorgana. Sebagaimana kutipan jujur dari Prof. Mahfud MD yang sering penulis gaungkan: "Malaikat sekalipun jika masuk ke dalam lingkaran sistem Indonesia (sistem demokrasi) saat ini, ia akan otomatis berubah menjadi iblis atau setan." Kesaksian politik ini menjadi dalil yang sangat kuat bahwa ruang sosiologis demokrasi memang didesain bukan untuk melahirkan kesalehan, melainkan dirancang untuk memaksa siapa pun di dalamnya—bahkan orang baik sekalipun—untuk ikut berbuat salah, berkompromi dengan kebatilan, dan menghamba pada kepentingan para pemilik modal (kapitalis).
Ketegasan Argumentasi: Khitah Perjuangan Politik Tanpa Jalan Kekerasan
Meskipun corak dakwah ideologis ini terkesan menampar keras wajah peradaban sekuler, umat harus paham bahwa seluruh aktivitas pergerakan kita wajib dan selalu konsisten meniru thariqah (jalur operasional) yang telah dicontohkan oleh Baginda Rasulullah saw ﷺ dan para sahabat radhiyallahu 'anhum. Perjuangan Islam ideologis bergerak melalui tiga tahapan baku yang murni berbasis pada perang pemikiran (shira'ul fikri) dan perjuangan politik (kifahus siyasi), tanpa melibatkan kontak fisik atau kekerasan sedikit pun di dalam negeri:
- Tatsqif (Tahap Pembinaan): Membentuk syakhshiyah islamiyah (kepribadian Islam) yang kokoh dan mencerdaskan akal umat melalui pembinaan halaqah secara intensif agar mereka memiliki taraf berpikir cemerlang (mustanir).
- Tafa'ul Ma'al Ummah (Tahap Berinteraksi dengan Umat): Terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat bawah, pasar, dan kampus untuk melakukan kontak ideologis, menyebarkan selembaran buletin kaffah, serta membangun opini umum yang sadar akan wajibnya terikat hukum syara'.
- Thalabun Nusrah (Tahap Mencari Dukungan Politik): Melakukan lobi dan pendekatan kepada para pemilik kekuatan riil (ahlun nusrah) serta tokoh masyarakat agar mereka bersedia menyerahkan kekuasaan secara damai demi diterapkannya hukum Allah Swt ﷻ.
Cara-cara anarkis, meneror orang lain, atau melakukan sabotase fisik di dalam negeri sama sekali bukan merupakan watak dari dakwah Islam politik. Sifat tegas dan menampar yang kita bawa adalah ketajaman argumen hujah untuk meruntuhkan kesombongan logika filsafat Barat. Kita dilarang mengangkat senjata di dalam negeri kaum muslimin sendiri, kecuali jika telah datang perintah syar'i untuk berjihad di medan perang guna memerangi orang-orang kafir harbi yang secara nyata menjajah tanah air umat Islam.
Tragedi Palestina: Bukti Kemandulan Rezim Demokrasi Sekuler Global
Kewajiban jihad ofensif dan defensif yang sesungguhnya dinten ini dapat kita lihat secara kasat mata pada tragedi kemanusiaan yang menimpa saudara-saudara kita di Palestina. Sampai hari ini, detik ini, aksi penjajahan, perampasan tanah, hingga tindakan genosida yang biadab masih terus dilancarkan oleh zionis Israel laknatullah terhadap warga sipil di Gaza. Kebrutalan entitas zionis tersebut bisa berjalan mulus selama bertahun-tahun karena mendapatkan backing (dukungan) penuh, suplai senjata, dan dana tak terbatas dari negara imperialis Amerika Serikat beserta kroco-kroco koalisi Baratnya.
Di hadapan genosida Palestina, di mana taring sistem demokrasi internasional yang selama ini mendewakan jargon Hak Asasi Manusia (HAM) dan hukum global PBB? Semuanya mandul, lumpuh, dan menampilkan kemunafikan yang nyata! Penguasa-penguasa negeri muslim saat ini hanya mampu mengirimkan bantuan logistik yang minim, sembari melontarkan kecaman-kecaman retoris di atas meja diplomasi tanpa berani mengirimkan satu batalyon pasukan militer pun untuk menghancurkan pertahanan zionis.
Mereka lumpuh secara politik karena pemikiran dan roda perekonomian negaranya sudah tersandera oleh utang luar negeri dan ketergantungan sistem kapitalisme global. Penderitaan Palestina adalah tamparan paling keras bagi akidah kita, yang membuktikan bahwa tanpa adanya institusi politik pelindung umat, darah kaum muslimin akan selalu dianggap murah di mata peradaban kafir harbi.
Allah Swt ﷻ memberikan perintah yang tegas mengenai kewajiban menolong saudara seiman yang tertindas di medan perang:
وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ
Dan mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang tertindas, baik laki-laki, perempuan-perempuan, maupun anak-anak. (TQS An-Nisa': 75)
"Ma'isyatan Dhanka" di Dalam Negeri: Buah Manis yang Beracun dari Kapitalisme
Kemunduran akibat dicampakkannya syariat tidak hanya berwujud pada tragedi fisik di Palestina, melainkan nampak nyata di dalam negeri kita sendiri dalam bentuk Ma'isyatan Dhanka—yaitu kehidupan ekonomi yang sempit, mencekik, dan serba sulit bagi rakyat leutik. Program-program mercusuar pemerintah yang tidak menyentuh kebutuhan primer publik serta kebijakan menaikkan harga BBM komoditas komersial secara ugal-ugalan terbukti gagal total membawa kesejahteraan.
Negeri yang kaya akan batu bara, minyak bumi, emas, dan nikel ini justru menyaksikan rakyatnya antre beras miskin dan terjerat lingkaran setan pinjaman online (pinjol) berbasis riba demi bisa menyambung hidup. Ini adalah bentuk hukuman tunai dari Allah Swt ﷻ karena kita membiarkan hukum-hukum ekonomi Islam didepak dari undang-undang negara.
Allah Swt ﷻ memberikan kepastian hukum yang mutlak bagi bangsa yang enggan diatur oleh syariat-Nya:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit. (TQS Taha: 124)
Menuju Kebangkitan Hakiki: Menanamkan Kesadaran Mustanir di Bulan Shafar
Oleh karena itu, di bulan Shafar yang baru ini, alur berpikir umat harus segera diperbaiki dan dinaikkan tarafnya dari yang awalnya dangkal (al-fikr as-safih) menjadi taraf berpikir yang cemerlang (al-fikr al-mustanir). Jemaah harus dicerdaskan politiknya agar tidak lagi menjadi kaum taklid buta yang mudah ditipu oleh janji-janji manis figur paslon menjelang pemilu lewat bagi-bagi amplop serangan fajar. Umat harus bermutasi menjadi seorang Mustanir—pemikir ideologis yang sadar betul bahwa pergantian figur pemimpin tanpa adanya pergantian sistem hukum secara totalitas (inkilabiyyan) adalah sebuah kesia-siaan yang mandul.
Satu-satunya solusi hakiki yang bersifat universal untuk mengakhiri segala bentuk kesempitan ekonomi dan kezaliman global ini adalah dengan kembali total kepada hukum dan aturan Allah Swt ﷻ, kembali kepada tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah melalui penerapan syariat Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan. Dan hal itu mustahil dapat menjelma menjadi kenyataan di dunia nyata tanpa adanya institusi politik penegak syariat yang sah, yaitu Daulah Khilafah Islamiyah. Hanya di bawah payung Khilafah, tentara muslim akan dikirim untuk membebaskan Palestina, kekayaan alam akan dikelola mandiri untuk kemakmuran rakyat, dan rida Allah Swt ﷻ akan menaungi kehidupan kita.
Allah Swt ﷻ menggambarkan bahwa segala bentuk krisis sosial dan alam terjadi akibat ulah tangan manusia yang berpaling dari syariat:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (TQS Ar-Rum: 41)
Penutup
Kesimpulannya, momentum awal bulan Shafar 1448 H ini harus kita jadikan sebagai tonggak sejarah untuk mengencangkan derap langkah dakwah ideologis di tengah masyarakat. Jangan biarkan lisan kita kelu dan ikut-ikutan sekuler dengan dalih menjaga zona nyaman. Sampaikan kebenaran Islam kaffah ini dengan tegas, lugas, dan menampar segala bentuk ilusi kebatilan demokrasi kapitalisme. Tugas kita sebagai para syabab hanyalah mengupayakan perjuangan pemikiran ini dengan ekstra kesabaran dan keikhlasan, karena masalah hasil akhir mutlak berada di tangan Allah Swt ﷻ. Teruslah bergerak membina umat, hancurkan pemikiran sekuler yang membodohi, dan rapatkan barisan demi menyongsong janji kemenangan Islam yang agung.
Allohu Akbar!
Wallahu a'lam bishowab. []
Informasi Penerbitan Resmi:
Buletin Dakwah Kaffah — Edisi Rabu Pon, 1 Shafar 1448 H / 15 Juli 2026 M
Dirangkum oleh: Aldy al-Jawi (Aktivis ☕) — Syabab Ciamis
Diselaraskan dumasar kalyan Katetapan Resmi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)


Posting Komentar untuk "BULAN SHAFAR: BUAT DAKWAH LEBIH MENAMPAR‼️🔥"