☕NGOPI (Ngobrol Politik Islam) - KLIWONAN🍃*

 



بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Segala puji mari kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang masih memberikan berbagai kenikmatan kepada kita semua, sehingga alhamdulillah pada malam Jum’at Kliwon ini, berdasarkan penanggalan Jawa yang bertepatan dengan 21 Apit / Dulkangidah 1447 H / 1959 Dal, kita masih diberikan kesehatan, kesempatan hidup, serta yang paling besar adalah nikmat iman dan Islam.

Tak lupa sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada junjunan alam Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau, sahabatnya, tabi’in, tabi’ut tabi’in, hingga kepada umatnya yang istiqomah mengikuti perjuangan Islam sampai akhir zaman.

Alhamdulillah, kembali terselenggara live kajian rutin tiap weton Kliwon bersama Ust. Aldy Al-Jawi yang kerap disapa Mas AL melalui channel YouTube AL VLOGGER. Sebuah ruang diskusi yang mencoba menghadirkan pembahasan Islam bukan hanya sebatas ritual ibadah semata, namun juga membahas persoalan umat secara lebih luas dan mendasar, khususnya terkait politik Islam dan problem kehidupan kaum muslimin hari ini.

Ngomongin politik Islam, tentu rasanya sangat jarang sekali kita mendengar itu semua. Bahkan sekalipun di lembaga pondok pesantren, pembahasan semacam ini sudah mulai langka. Kalaupun ada, mungkin hanya sedikit dan terbatas. Padahal akar persoalan umat hari ini sejatinya bukan semata perkara qunut atau tidak qunut, tahlilan atau tidak tahlilan, melainkan lebih dalam dari itu: persoalan sistem kehidupan dan arah politik umat Islam sendiri.

Kita menyaksikan hari ini begitu banyak majelis ta’lim, kajian, ceramah, dan pengajian dimana-mana. Masjid penuh, acara sholawatan ramai, pengajian viral berseliweran di media sosial. Namun sangat disayangkan, seringkali semua itu tidak mampu membentuk kesadaran umat untuk berpikir lebih jauh tentang kondisi umatnya sendiri. Umat dibuat sibuk pada persoalan cabang, tetapi lupa pada akar kerusakan yang melanda dunia Islam.

Akibatnya, umat Islam hari ini mudah dipecah belah. Ribut hanya karena perbedaan furu’iyah, tetapi diam saat hukum-hukum Allah disingkirkan dari kehidupan. Marah jika tradisinya dikritik, namun biasa saja ketika riba dilegalkan, zina dinormalisasi, aurat dipertontonkan, hukum buatan manusia dijadikan aturan tertinggi, bahkan penjajahan terhadap negeri-negeri muslim terus berlangsung.

Ironisnya lagi, sebagian kaum muslimin justru alergi ketika mendengar istilah politik Islam. Seolah politik hanyalah urusan kekuasaan dan perebutan jabatan. Padahal dalam Islam, politik adalah bagian dari pengurusan urusan umat dengan hukum Allah. Rasulullah ﷺ sendiri bukan hanya seorang nabi yang mengajarkan ibadah ritual, tetapi juga pemimpin masyarakat dan negara yang menerapkan syariat Islam secara kaffah.

Hari ini banyak orang bicara hijrah, tapi hijrahnya hanya sebatas penampilan. Banyak yang semangat kajian, tetapi tidak diarahkan untuk memahami bagaimana Islam mengatur ekonomi, pendidikan, pergaulan, hukum pidana, media, hingga pemerintahan. Akhirnya lahirlah generasi yang rajin ibadah, namun lemah dalam membaca realitas umat. Semangat sholatnya ada, tapi semangat membela kemuliaan Islamnya minim.

Padahal kalau kita jujur melihat keadaan, kerusakan hari ini bukan muncul karena umat kurang hiburan atau kurang ceramah motivasi. Tetapi karena sistem sekuler kapitalisme terus mencabut aturan Allah dari kehidupan. Agama dipersempit hanya di masjid, sementara urusan politik, ekonomi, pendidikan, bahkan hukum diserahkan kepada pemikiran manusia yang penuh kepentingan.

Maka penting bagi kaum muslimin untuk mulai sadar bahwa Islam bukan sekadar agama ritual, tetapi juga ideologi dan aturan hidup yang sempurna. Islam tidak hanya mengatur tata cara sholat dan puasa, tetapi juga mengatur bagaimana masyarakat dibangun, bagaimana keadilan ditegakkan, dan bagaimana kemuliaan umat dijaga.

Semoga melalui forum-forum diskusi semacam ini, umat mulai berani membuka mata, memperluas wawasan, serta kembali menjadikan Islam sebagai pedoman hidup secara menyeluruh, bukan setengah-setengah. Karena kebangkitan umat tidak akan lahir hanya dari seremoni dan nostalgia kejayaan, tetapi dari kesadaran dan perjuangan untuk kembali kepada aturan Allah secara kaffah.

Wallahu a’lam bish shawab.


Posting Komentar untuk "☕NGOPI (Ngobrol Politik Islam) - KLIWONAN🍃*"