SUDAH SAATNYA KITA SEMUA SADAR: TANPA DITERAPKANNYA SYARIAT ISLAM SECARA KAFFAH KEHIDUPAN AKAN AMBURADUL & SEMRAWUT‼️

 


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Buletin subuh ini ditulis sebagai refleksi, renungan, sekaligus muhasabah di penghujung bulan April. Sebulan terakhir negeri ini seakan tak pernah sepi dari kabar duka, kegaduhan, kerusakan, dan kekacauan. Dari bencana alam, kecelakaan transportasi, krisis moral, rusaknya pendidikan, sampai hancurnya rasa aman di tengah masyarakat. Semua datang silih berganti seolah menjadi tontonan harian.

Pertanyaannya: mengapa semua ini terus berulang?

Apakah semata-mata kebetulan? Apakah hanya karena faktor teknis? Ataukah ada akar masalah yang jauh lebih mendasar?

Jawabannya jelas: karena manusia terus hidup dengan aturan buatan manusia, sementara aturan Allah ditinggalkan.


BULAN APRIL PENUH PERINGATAN

Kita menyaksikan cuaca ekstrem di berbagai daerah. Puting beliung datang tiba-tiba. Hujan deras bercampur panas menyengat. Petir menyambar manusia di banyak tempat. Banjir, longsor, dan bencana lain terus bermunculan.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan, maka Kami siksa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan.”

(QS. Al-A’raf: 96)

Ayat ini jelas. Ketika iman dan takwa tidak menjadi asas kehidupan, keberkahan dicabut. Yang turun bukan keberkahan, tapi peringatan.


DUNIA PERKERETAAPIAN BERULANG KALI BERDUKA

Belum lama ini kita telah dikejutkan tragedi tabrakan kereta di Bekasi Timur. KA Argo Bromo Anggrek menghantam rangkaian KRL yang tertahan di jalur awalnya bermula saat KRL menabrak taksi yang mogok di rel. Korban jiwa berjatuhan. Tangis keluarga pecah. Luka fisik dan trauma tersisa.

Lalu muncul lagi kabar tabrakan kereta dengan truk di Blitar, Jawa Timur. Ini bukan pertama kali. Sebelumnya juga ada anjlokan, longsor yang menahan perjalanan, gangguan sinyal, dan berbagai insiden lain.

Mengapa berulang?

Karena negeri ini gemar tambal sulam, bukan membenahi akar masalah. Setelah tragedi, barulah ramai rapat. Setelah viral, barulah sibuk konferensi pers. Setelah korban jatuh, barulah janji evaluasi.

Padahal rakyat butuh sistem keselamatan yang kokoh, bukan narasi pencitraan. Namun sayang seringkali yang pemerintah benahi itu bukan solusi hakiki melainkan hanya tambal sulam.


TEKNOLOGI TANPA IMAN = MODERNITAS RAPUH

Ada yang berkata: kita sudah modern, sudah digital, sudah canggih. Tapi jika sistemnya rusak, teknologi hanya menjadi hiasan.

Apa gunanya sinyal otomatis bila koordinasi lemah?

Apa gunanya proyek besar bila nyawa tetap melayang?

Apa gunanya slogan pelayanan jika rakyat tidak pulang dengan selamat?

Dalam Islam, nyawa manusia sangat mulia.

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَن قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا

“Barang siapa membunuh satu jiwa tanpa alasan yang benar, seakan-akan ia telah membunuh seluruh manusia.”

(QS. Al-Ma’idah: 32)

Nyawa manusia bukan variabel operasional. Nyawa adalah amanah.


PENDIDIKAN JUGA AMBURADUL

Kita juga melihat dunia pendidikan semakin kacau. Siswa melawan guru. Konten prank tak bermoral di sekolah. Pelecehan seksual di kampus, pondok pesantren, bahkan melibatkan orang yang bergelar ustadz, kyai, syeikh, ulama.

Ini bukti bahwa pendidikan hari ini kehilangan ruh. Sekolah ramai gedung, tapi sepi adab. Kampus penuh gelar, tapi miskin akhlak.

Sistem sekuler menjadikan pendidikan hanya alat mencetak tenaga kerja, bukan manusia bertakwa.


PEREMPUAN DIPAKSA KELUAR DARI FITRAHNYA

Kasus viral Daycare Little Aresha Jogja menjadi bukti pahit. Anak dititipkan, kekerasan didapatkan. Balita yang tak berdosa justru jadi korban.

Mengapa daycare menjamur? Karena sistem kapitalisme mendorong perempuan keluar rumah demi ekonomi. Seolah-olah perempuan wajib bekerja agar dianggap sukses. Rumah tangga dianggap tak bernilai. Ibu rumah tangga dianggap biasa.

Padahal dalam Islam, bekerja bagi wanita itu mubah, bukan kewajiban. Yang wajib adalah menjaga amanah keluarga dan generasi.

Kapitalisme merusak peran ibu, lalu menjual solusi palsu bernama daycare.


RIBA, JUDOL, PINJOL, LGBT, HIV MENINGKAT

Negeri ini juga dijejali:

Judi online merajalela

Pinjaman online mencekik rakyat

Korupsi terus hidup

LGBT dipromosikan

HIV/AIDS meningkat

Seks bebas dianggap biasa

Hedonisme jadi gaya hidup

Mengapa?

Karena hukum Allah tidak diterapkan. Nafsu dijadikan tuhan.

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ

“Tidakkah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya?”

(QS. Al-Jatsiyah: 23)


QODHO QODHAR JANGAN DISALAHPAHAMI

Sebagian orang berkata: “Ya ini sudah takdir.”

Benar, tapi jangan salah paham.

Dalam penjelasan para ulama, termasuk dalam Nizhamul Islam karya Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani, ada dua wilayah:

1. Wilayah yang menguasai manusia

Contoh: lahir dimana, mati kapan, gempa, hujan, warna kulit. Ini ketetapan Allah.

2. Wilayah yang dikuasai manusia

Contoh: memilih taat atau maksiat, jujur atau korupsi, disiplin atau lalai, menerobos rel atau berhenti. Ini pilihan manusia dan akan dihisab.

Maka jika orang nekat menerobos palang kereta lalu tertabrak, jangan semata dilempar ke “takdir”. Ada unsur pilihan manusia dan kelalaian sistem.


AKAR SEGALA KERUSAKAN: MENINGGALKAN SYARIAT

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَن أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا

“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya kehidupan yang sempit.”

(QS. Thaha: 124)

Lihat hari ini:

Banyak harta tapi gelisah

Banyak teknologi tapi kacau

Banyak pejabat tapi tak amanah

Banyak sekolah tapi bodoh moral

Banyak hiburan tapi depresi

Inilah ma’isyatan dhanka — hidup sempit meski serba ada.


PERINTAH MASUK ISLAM SECARA TOTAL

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh ia musuh yang nyata bagi kalian.”

(QS. Al-Baqarah: 208)

Islam bukan prasmanan. Bukan dipilih yang cocok lalu dibuang yang tak disukai.

Shalat mau.

Puasa mau.

Tapi hukum ekonomi ditolak.

Politik Islam ditolak.

Syariat pidana ditolak.

Kepemimpinan Islam ditolak.

Ini bukan kaffah.


HUKUM JAHILIYAH ATAU HUKUM ALLAH?

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?”

(QS. Al-Ma’idah: 50)

Kalau hukum Allah ditinggalkan, maka yang datang adalah hukum jahiliyah modern: kapitalisme, sekularisme, liberalisme.


MEREKA CERDAS SOAL DUNIA, BODOH SOAL AGAMA

Benar apa yang sering disampaikan para ulama: banyak manusia hari ini sangat sigap bila motor hilang, uang hilang, jabatan hilang. Tapi bila syariat hilang, cuek. Bila hukum Allah diinjak, diam.

Padahal hilangnya syariat adalah musibah terbesar.


SOLUSI TIDAK ADA SELAIN KEMBALI KEPADA ISLAM KAFFAH

Bukan tambal sulam.

Bukan ganti menteri.

Bukan ganti slogan.

Bukan pencitraan.

Solusi hakiki adalah menerapkan syariat Islam secara menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan: pendidikan, ekonomi, sosial, media, peradilan, transportasi, pemerintahan.

Dan itu hanya bisa tegak dengan institusi negara yang menerapkan Islam secara total yaitu Khilafah.


■ HIKMAH & HARAPAN ■

Semua musibah dan kerusakan yang kita lihat hari ini seharusnya menyadarkan umat: masalah kita bukan sekadar individu, tapi sistem.

Selama aturan Allah tidak diterapkan, selama hawa nafsu manusia dijadikan hukum, selama kapitalisme-sekuler menjadi asas negara, maka kekacauan akan terus berganti wajah.

Hari ini kereta tabrakan.

Besok moral hancur.

Lusa ekonomi ambruk.

Setelah itu generasi rusak.

Maka sudah saatnya umat sadar. Sudah saatnya umat bangkit. Sudah saatnya umat kembali kepada syariat Islam secara kaffah.

Semoga Allah membuka hati kaum muslimin, memberi keberanian untuk menerima hukum-Nya, dan menyatukan umat di atas kebenaran.

Allahu akbar!.

Wallahu a’lam bishshawab. []

Posting Komentar untuk "SUDAH SAATNYA KITA SEMUA SADAR: TANPA DITERAPKANNYA SYARIAT ISLAM SECARA KAFFAH KEHIDUPAN AKAN AMBURADUL & SEMRAWUT‼️"