Lagi dan lagi… berita korupsi kembali mencuat.
Bukan satu, bukan dua…
Tapi deretan kepala daerah yang terjerat kasus korupsi melalui OTT. Bahkan disebutkan, dalam tahun ini saja sudah beberapa pejabat daerah tersandung kasus yang sama.
Ini bukan kejadian baru.
Ini sudah seperti penyakit kronis yang tak kunjung sembuh.
Pertanyaannya…
Kenapa korupsi seolah tidak pernah berhenti?
Padahal aturan sudah banyak…
Lembaga pengawas sudah ada…
Hukuman juga sudah diberlakukan…
Tapi kenapa tetap berulang?
KORUPSI: BUKTI HATI YANG SAKIT
Allah ﷻ berfirman:
وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ
“Dan janganlah kalian memakan harta di antara kalian dengan cara yang batil…”
(QS. Al-Baqarah: 188)
Korupsi itu bukan sekadar pelanggaran hukum.
Tapi juga penyakit hati:
Cinta dunia.
Rakus harta.
Tidak takut kepada Allah.
Padahal Rasulullah ﷺ telah mengingatkan:
لَعَنَ اللَّهُ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ
“Allah melaknat pemberi suap dan penerima suap.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Artinya…
Bukan cuma pelaku utama…
Semua yang terlibat dalam praktik suap dan korupsi—terkena laknat!
Ngeri… tapi ini nyata.
KENAPA TERUS TERJADI?
Saudaraku…
Masalahnya bukan sekadar individu.
Tapi sistem.
Selama sistem membuka celah…
Selama jabatan jadi alat kepentingan…
Selama kekuasaan bisa dibeli…
Maka korupsi akan terus hidup.
Hari ini kita lihat:
Jabatan = investasi politik
Kekuasaan = peluang bisnis
Kebijakan = bisa diatur
Akhirnya apa?
Rakyat jadi korban.
PERINGATAN KERAS DARI ALLAH
Allah ﷻ berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia…”
(QS. Ar-Rum: 41)
Korupsi, ketidakadilan, kesenjangan…
Semua itu bukan kebetulan.
Tapi akibat dari manusia yang meninggalkan aturan Allah.
PEMIMPIN AKAN DIMINTAI PERTANGGUNGJAWABAN
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Jabatan itu bukan kehormatan.
Tapi amanah.
Kalau disalahgunakan?
Maka bukan hanya hukuman dunia…
Tapi juga azab di akhirat yang jauh lebih berat.
HARTA HARAM TIDAK AKAN BERKAH
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا
“Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.”
(HR. Muslim)
Harta dari korupsi…
Mungkin terlihat banyak.
Mungkin terlihat enak.
Tapi tidak akan membawa keberkahan.
Justru jadi sumber kehancuran.
SOLUSI: KEMBALI KEPADA ATURAN ALLAH
Saudaraku…
Selama manusia membuat aturan sendiri…
Selama agama dipisahkan dari kehidupan…
Masalah seperti ini akan terus berulang.
Allah ﷻ berfirman:
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ
“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?”
(QS. Al-Ma’idah: 50)
Islam bukan hanya ibadah ritual.
Tapi juga sistem kehidupan.
Mengatur ekonomi, politik, hukum, dan seluruh aspek kehidupan manusia.
■ HIKMAH & HARAPAN ■
Korupsi yang terus terjadi harusnya menyadarkan kita…
Bahwa ada yang salah dengan cara kita mengatur kehidupan.
Mari kita mulai dari diri sendiri:
✔ Jujur dalam hal kecil
✔ Amanah dalam tanggung jawab
✔ Takut kepada Allah dalam setiap urusan
Dan mari kita berharap…
Agar negeri ini dipimpin oleh orang-orang yang benar-benar amanah, yang takut kepada Allah, dan menjalankan aturan-Nya secara menyeluruh.
Karena tanpa itu…
Korupsi hanya akan berganti pelaku, tapi tidak akan pernah berhenti.
Wallahu a’lam bishowab. []


Posting Komentar untuk "KORUPSI TAK KUNJUNG USAI: BUKTI RUSAKNYA SISTEM KEHIDUPAN‼️"