Inilah salah satu tanda kemunduran kaum Muslimin yang sangat memprihatinkan…
Ketika syariat Islam tidak diterapkan, bukan lagi dianggap sebagai musibah…
bahkan bukan pula dianggap sebagai dosa besar.
Padahal, meninggalkan hukum Allah adalah perkara yang sangat berat di sisi-Nya.
Allah ﷻ berfirman:
وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللّٰهُ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ
“Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
(QS. Al-Ma’idah: 45)
Dalam ayat lain:
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ
“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?”
(QS. Al-Ma’idah: 50)
Hilangnya Sensitivitas Umat
Dulu, para ulama sangat khawatir ketika hukum Allah ditinggalkan.
Namun hari ini?
➡️ Umat justru tidak merasa kehilangan.
Hilang harta → langsung panik, dikejar mati-matian.
Hilang jabatan → gelisah, stres.
Tapi ketika sistem Islam hilang dari kehidupan?
➡️ Biasa saja. Seolah tidak terjadi apa-apa.
Inilah yang pernah diisyaratkan oleh para ulama tentang kondisi manusia yang turun derajatnya, bukan lagi sebagai insan mulia, tapi seperti makhluk yang kehilangan fungsi akalnya.
Allah ﷻ menggambarkan kondisi ini dalam Al-Qur’an:
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَـٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَـٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
“Dan sungguh, Kami jadikan untuk (isi) neraka Jahannam banyak dari golongan jin dan manusia; mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami, mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat, dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar. Mereka itu seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”
(QS. Al-A’raf: 179)
Na’udzubillah…
Ini bukan sekadar ayat untuk dibaca, tapi cermin kondisi umat hari ini.
Cerdas Dunia, Buta Syariat
Ironisnya, manusia hari ini:
Pintar menghitung keuntungan
Cerdas dalam urusan bisnis
Ahli dalam teknologi
Namun ketika berbicara tentang:
Syariat Islam
Hukum Allah
Sistem kehidupan Islam
➡️ Banyak yang justru abai, bahkan menolak.
Seolah-olah Islam hanya cukup di masjid…
tidak perlu hadir dalam:
ekonomi
pendidikan
pemerintahan
kehidupan sosial
Padahal Islam adalah sistem hidup yang sempurna.
Akar Kekacauan Kehidupan
Ketika syariat ditinggalkan, maka wajar jika muncul berbagai kerusakan:
Bencana alam datang silih berganti: banjir, angin puting beliung, longsor
Kriminalitas meningkat, nyawa seolah tidak berharga
Harga kebutuhan naik, hidup semakin sulit
Pendidikan menjadi mahal dan kehilangan arah
Kebijakan dibuat seenaknya, sering berubah, tidak berpihak pada rakyat
Semua ini bukan berdiri sendiri…
➡️ Ini adalah buah dari ditinggalkannya aturan Allah.
Allah ﷻ telah mengingatkan:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
“Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…”
(QS. Al-A’raf: 96)
Artinya jelas:
➡️ Kalau ingin keberkahan → kembali ke iman dan takwa (syariat)
➡️ Kalau menolak → bersiap dengan konsekuensi kerusakan
Ummul Jarā’im: Induk Segala Kerusakan
Ketika hukum Allah ditinggalkan, muncullah berbagai “induk kerusakan”:
Sistem ekonomi ribawi
Sistem pendidikan sekuler
Sistem hukum buatan manusia
Dominasi asing dalam berbagai sektor
Akhirnya: ➡️ Semua hal menjadi ladang bisnis
➡️ Bahkan kebutuhan dasar pun dikomersialkan
➡️ Rakyat ditekan, sementara penguasa leluasa
Inilah realitas pahit yang sedang kita hadapi.
Saatnya Sadar
Kondisi ini tidak boleh dianggap biasa.
Tidak diterapkannya syariat Islam bukan sekadar kekurangan…
➡️ tapi musibah besar bagi umat
➡️ sekaligus dosa besar jika dibiarkan
Umat harus kembali menyadari bahwa: 👉 Islam bukan hanya agama ritual
👉 Tapi sistem kehidupan yang harus diterapkan secara kaffah
■ HIKMAH & HARAPAN ■
Kondisi umat hari ini menjadi pelajaran berharga bahwa ketika syariat Islam ditinggalkan, maka kerusakan akan merajalela di berbagai aspek kehidupan.
Sudah saatnya kaum Muslimin kembali memiliki sensitivitas iman, merasa kehilangan ketika hukum Allah tidak diterapkan, dan menjadikannya sebagai masalah besar yang harus segera diselesaikan.
Semoga kita termasuk orang-orang yang sadar, yang tidak lalai, dan yang terus berjuang untuk mengembalikan syariat Islam dalam kehidupan secara kaffah.
Wallahu a’lam bish-shawab.


Posting Komentar untuk "KETIKA TIDAK DITERAPKANNYA SYARIAT ISLAM DIANGGAP BUKAN LAGI MUSIBAH & DOSA BESAR"