Fenomena yang sangat memprihatinkan hari ini adalah kondisi umat Islam yang semakin jauh dari ruh perjuangan. Bukan hanya masyarakat awam, bahkan sebagian yang dikenal sebagai tokoh agama pun mulai tampak terjangkit penyakit berbahaya yang pernah diperingatkan langsung oleh Rasulullah ﷺ, yaitu penyakit wahn.
Rasulullah ﷺ bersabda:
يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا... قَالُوا: وَمَا الْوَهْنُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
“Hampir saja umat-umat lain akan mengerumuni kalian seperti orang-orang yang mengerumuni hidangan.”
Para sahabat bertanya: “Apakah karena jumlah kami sedikit saat itu?”
Beliau menjawab: “Tidak, bahkan kalian banyak. Tetapi kalian seperti buih di lautan… Allah mencabut rasa takut dari dada musuh kalian dan menanamkan dalam hati kalian penyakit wahn.”
Ditanya: “Apa itu wahn wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”
(HR. Abu Dawud)
Inilah realita hari ini. Umat Islam banyak secara jumlah, tetapi lemah secara kualitas. Lemah bukan karena tidak mampu, tetapi karena hati telah dipenuhi kecintaan berlebihan terhadap dunia.
Kecintaan terhadap jabatan membuat kebenaran ditinggalkan.
Kecintaan terhadap harta membuat halal-haram diabaikan.
Kecintaan terhadap kenyamanan membuat perjuangan dianggap beban.
Bahkan lebih menyedihkan, penyakit ini tidak hanya menjangkiti orang awam, tetapi mulai tampak pada sebagian yang berilmu. Ketika kebenaran harus disampaikan, justru memilih diam. Ketika kemungkaran nyata di depan mata, justru mencari aman.
Padahal Allah ﷻ telah mengingatkan:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”
(QS. Al-Ahzab: 70)
Lalu, apa akar dari penyakit ini?
Jawabannya tidak lain adalah sekularisme—pemisahan agama dari kehidupan. Ketika Islam hanya dijadikan ibadah ritual semata, sementara urusan kehidupan diatur dengan sistem selain Islam, maka perlahan ketakwaan akan terkikis.
Agama hanya di masjid
Sementara ekonomi, politik, sosial—lepas dari aturan Allah.
Akibatnya, iman melemah, orientasi hidup berubah, dan dunia menjadi tujuan utama.
Allah ﷻ berfirman:
مَن كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ
“Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna...”
(QS. Hud: 15)
Namun Allah lanjutkan peringatannya:
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ
“Mereka itu adalah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka.”
(QS. Hud: 16)
Inilah bahaya besar penyakit wahn. Ia tidak hanya melemahkan individu, tetapi melumpuhkan umat. Umat yang seharusnya memimpin peradaban, justru menjadi pengikut. Umat yang seharusnya menyebarkan rahmat, justru sibuk mengejar dunia.
Padahal Allah ﷻ telah menegaskan:
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
“Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar serta beriman kepada Allah.”
(QS. Ali Imran: 110)
Maka jelas, untuk menghilangkan penyakit ini, tidak cukup hanya dengan memperbaiki individu semata. Harus ada perubahan cara pandang secara menyeluruh.
Dari cinta dunia menjadi cinta akhirat.
Dari takut mati menjadi rindu syahid di jalan Allah.
Dari hidup untuk dunia menjadi hidup untuk Islam.
Dan ini tidak akan terwujud tanpa kembali kepada penerapan Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan.
■ HIKMAH & HARAPAN ■
Penyakit wahn adalah peringatan keras bagi umat Islam hari ini. Ia menjadi sebab utama kelemahan umat, meskipun jumlahnya besar. Jika penyakit ini terus dibiarkan, maka umat akan terus berada dalam kondisi terpuruk.
Sudah saatnya kita introspeksi. Membersihkan hati dari kecintaan berlebihan terhadap dunia, serta menanamkan kembali orientasi akhirat dalam setiap langkah kehidupan.
Mari kembali kepada Islam secara totalitas. Bukan setengah-setengah. Bukan hanya dalam ibadah, tetapi dalam seluruh aspek kehidupan.
Karena hanya dengan itulah umat ini akan kembali kuat, mulia, dan mampu menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Takbir! Allahu Akbar!


Posting Komentar untuk "KEBANYAKAN UMAT ISLAM SAAT INI SUDAH TERJANGKIT PENYAKIT WAHN"