PENTINGNYA MERUBAH PEMAHAMAN SESEORANG

 



Tidak terasa, kita sudah memasuki hari-hari di bulan Syawal. Ramadhan telah berlalu, tapi ruh perjuangan tidak boleh ikut “pamit”. Justru di sinilah ujian sebenarnya dimulai: apakah kita tetap istiqamah dalam ketaatan dan dakwah, atau kembali hanyut dalam arus kehidupan yang lama?

Salah satu kunci perubahan dalam Islam adalah perubahan pemahaman (mafahim). Sebab, manusia itu tidak akan berubah kecuali cara berpikirnya berubah.

Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Nizhamul Islam karya Taqiyuddin An-Nabhani:

يَنْهَضُ الْإِنْسَانُ بِمَا عِنْدَهُ مِنْ فِكْرٍ عَنِ الْحَيَاةِ وَالْكَوْنِ وَالْإِنْسَانِ

“Manusia itu bangkit (maju) dengan pemikiran yang ada pada dirinya tentang kehidupan, alam semesta, dan manusia.”

Artinya, kehidupan manusia sangat ditentukan oleh cara pandangnya terhadap:

• Kehidupan (al-hayat)

• Alam semesta (al-kaun)

• Manusia (al-insan)

Kalau tiga hal ini rusak, maka rusaklah kehidupan manusia. Tapi kalau ini benar, maka akan lurus pula jalan hidupnya.


Realita Hari Ini: Krisis Pemahaman

Coba kita lihat kondisi umat hari ini…

Banyak yang:

• Menganggap agama hanya urusan ibadah pribadi (sekuler)

• Menganggap semua agama sama (pluralisme)

• Menganggap kebenaran itu relatif (relativisme)

• Lebih bangga dengan identitas bangsa daripada Islam (nasionalisme)

Padahal semua itu bukan berasal dari Islam, melainkan dari pemikiran Barat yang masuk melalui:

• Sistem pendidikan

• Kurikulum

• Media

• Budaya populer

Akhirnya, tanpa sadar umat Islam berpikir dengan cara yang bukan dari Islam 😢


Wajib Merubah Pemahaman

Maka tugas kita hari ini bukan hanya memperbaiki amal, tapi juga memperbaiki cara berpikir.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.”

(QS. Ar-Ra’d: 11)

Perubahan itu dimulai dari dalam: dari pemahaman, dari cara pandang.


Dari Sekuler ke Kaffah

Yang tadinya:

Hidup dipisahkan dari agama → jadi hidup diatur oleh syariat

Berpikir bebas tanpa batas → jadi terikat dengan halal-haram

Mengikuti hawa nafsu → jadi tunduk kepada Allah

Inilah yang disebut berislam secara kaffah.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah).”

(QS. Al-Baqarah: 208)


Dakwah Tidak Boleh Berhenti

Walaupun:

• Tidak digaji ❌

• Tidak dibayar ❌

• Bahkan sering diremehkan ❌

Tapi dakwah tetap jalan!

Karena kita yakin:

وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Aku tidak meminta imbalan kepada kalian. Imbalanku hanyalah dari Allah, Rabb semesta alam.”

(QS. Asy-Syu’ara: 109)

Jadi, tidak ada alasan: “sibuk kerja jadi tidak sempat dakwah”

Justru dakwah itu kewajiban, bukan pilihan.


■ HIKMAH & HARAPAN ■

✔ Pemahaman adalah kunci perubahan hidup

✔ Rusaknya umat hari ini karena rusaknya cara berpikir

✔ Dakwah harus fokus mengubah pola pikir umat, bukan sekadar ritual

✔ Kita berharap umat Islam kembali kepada pemahaman Islam yang murni dan kaffah

✔ Semoga Allah menguatkan langkah kita dalam berdakwah, walau tanpa bayaran, tapi penuh keberkahan

Wallahu a’lam bishowab ✨


Posting Komentar untuk "PENTINGNYA MERUBAH PEMAHAMAN SESEORANG"